Sarjana Menganggur di Negeri Kaya, Salah Siapa?

 



Oleh Eviyanti

Pegiat Literasi

 

Fenomena satu juta sarjana menganggur bukan sekadar persoalan individu yang belum mendapatkan pekerjaan. Ia merupakan alarm serius tentang arah pembangunan ekonomi dan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Ketika jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah, tetapi lapangan kerja formal yang sesuai dengan kompetensi mereka tidak tumbuh sebanding, negara patut dipertanyakan: untuk siapa sebenarnya pertumbuhan ekonomi dibangun?

Dikutip dari media online KOMPAS.id, hari Jumat (07-08-2026) — Gelar sarjana tidak bisa menjamin seseorang bebas dari ancaman pengangguran. Berdasarkan data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional, per Mei 2026, jumlah pengangguran berlatar belakang sarjana mencapai 1.033.182 orang.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 menyebutkan, total penduduk usia kerja yang menganggur mencapai 7,22 juta orang. Sekitar 14,31 persen atau 1.033.182 orang di antaranya merupakan pengangguran yang berlatar belakang sarjana terapan atau S-1, S-2, dan S-3 (sarjana). 

Data tentang tingginya pengangguran sarjana menunjukkan adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Mahasiswa pun menagih janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai belum mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi secara signifikan. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang meningkat ternyata tidak otomatis mengurangi pengangguran. Bahkan, PHK masih terjadi di berbagai sektor. Job fair pun dipadati pencari kerja, sampai-sampai sebagian orang tua harus mengantar dan menunggu anaknya berburu pekerjaan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan memperbanyak pendidikan atau menyuruh masyarakat menciptakan lapangan kerja sendiri. Ada persoalan mendasar dalam sistem ekonomi yang digunakan. Dalam kapitalisme, keberhasilan ekonomi lebih banyak diukur melalui pertumbuhan ekonomi, investasi, dan akumulasi modal. Namun, angka pertumbuhan tidak selalu menggambarkan apakah setiap individu mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam sistem ini, penciptaan lapangan kerja banyak diserahkan kepada mekanisme pasar dan sektor swasta. Negara lebih berperan sebagai regulator. Akibatnya, ketika perusahaan melakukan efisiensi dan PHK demi mempertahankan keuntungan, pekerja dapat menjadi pihak yang paling terdampak. Negara pun sering kali tidak memiliki mekanisme yang kuat untuk memastikan setiap rakyat memperoleh pekerjaan yang layak.

Islam menawarkan paradigma yang berbeda. Keberhasilan ekonomi tidak semata-mata dinilai dari pertumbuhan angka ekonomi, tetapi dari terjaminnya pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu. Negara merupakan raa’in atau pengurus urusan rakyat, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan rakyat memperoleh penghidupan yang layak.

Dalam perspektif Islam kafah, negara tidak cukup hanya menjadi regulator pasar. Negara harus aktif membuka lapangan kerja, mengembangkan industri strategis, meningkatkan keterampilan rakyat, serta memfasilitasi penempatan tenaga kerja sesuai kompetensi. Hubungan antara pekerja dan pengusaha juga diatur syariat agar hak dan kewajiban kedua pihak terlindungi.

Lebih jauh, Islam menetapkan sumber daya alam tertentu seperti minyak, gas, tambang, hutan, dan sumber daya air sebagai kepemilikan umum yang pengelolaannya ditujukan untuk kemaslahatan rakyat. Pengelolaan sumber daya strategis oleh negara dapat menjadi sumber pembiayaan pembangunan, pengembangan industri, sekaligus penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Karena itu, persoalan satu juta sarjana menganggur semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem secara mendasar. Bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi menghadirkan tata kelola ekonomi yang menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.

Dalam perspektif Islam kafah, negara bukan penonton yang menunggu pasar menyediakan pekerjaan, melainkan pihak yang bertanggung jawab memastikan setiap rakyat dapat hidup sejahtera dan bermartabat.

Wallahualam bissawab

 

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,96,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,2,Depok,1,Dharmasraya,43,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,256,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,207,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,815,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,4,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,5,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,658,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Sarjana Menganggur di Negeri Kaya, Salah Siapa?
Sarjana Menganggur di Negeri Kaya, Salah Siapa?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjedhDQ6q1ALBuUtsv68xPuJ4Ep8M3k-U9ZNsdbmT66Qhlpu4Wlq80IJih7HzaBkPis3BA_cQtQhtQBV-OAhi8CthLFPXpBFxq81bTqYyr9JOVEdaYngElpYZ3lCvmi19o_7cGbQD-UBcs78GkahkxFyCnQyYepGVHNEvXuzFhT7_ko4NGUo8ZuKW1xKyyN/s320/EVI8.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjedhDQ6q1ALBuUtsv68xPuJ4Ep8M3k-U9ZNsdbmT66Qhlpu4Wlq80IJih7HzaBkPis3BA_cQtQhtQBV-OAhi8CthLFPXpBFxq81bTqYyr9JOVEdaYngElpYZ3lCvmi19o_7cGbQD-UBcs78GkahkxFyCnQyYepGVHNEvXuzFhT7_ko4NGUo8ZuKW1xKyyN/s72-c/EVI8.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/08/sarjana-menganggur-di-negeri-kaya-salah.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/08/sarjana-menganggur-di-negeri-kaya-salah.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content