Literasi Masyarakat Masih Rendah, Apa Sebabnya?



Oleh Antarita Sari 

Aktivis Muslimah


Di era digitalisasi saat ini, literasi sangat berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Ketika informasi mudah diakses, masyarakat diharapkan mampu mengkritisi dan memahami suatu informasi dengan baik. Banyak orang yang lebih gemar menonton konten media sosial daripada membaca buku. Akibatnya, pemahaman terhadap suatu persoalan serta cara membedakan fakta dan opini menjadi sangat lemah.

Pengaruh Kapitalisme Membuat Sulitnya Mengakses Ilmu

Buku merupakan sumber pengetahuan yang relatif mendalam. Tetapi sebagian masyarakat menganggap membeli buku adalah suatu pengeluaran yang masih bisa ditunda, apalagi ditengah meroketnya harga bahan pokok. Tingginya pajak buku hingga 12%, juga perlu ditinjau ulang. Meskipun tidak semua buku di bebani PPN, seperti buku pelajaran umum, kitab suci, buku pelajaran agama, dan buku umum yang mengandung unsur pendidikan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan ujaran kebencian (Sumber: stats.pajak.go.id, Jum'at 23/05/2023), tetapi ada persoalan yang lebih luas. Mulai dari biaya produksi dan kertas, percetakan, distribusi, dan daya beli masyarakat. Kondisi ini tidak terlepas dari bagaimana sistem kapitalis berjalan di negara ini. Ketika mekanisme pasar dan keuntungan dijadikan dasar utama dalam berbagai sektor, buku tidak lagi dijadikan kebutuhan dasar. Negara harus menjamin masyarakat dapat memperoleh pendidikan dan sumber ilmu yang murah dan berkualitas.

Apabila membaca dan memperoleh pengetahuan sangat penting untuk kemajuan bangsa, harusnya pemerintah bisa menempatkan buku sebagai sarana pendidikan yang terjangkau. Ironisnya, ketika akses masyarakat terhadap buku bacaan perlu diperluas, anggaran untuk institusi yang bertanggungjawab dalam hal ini justru dipangkas. Pada 2025, pagu awal Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebesar sekitar Rp721 miliar, dan pada 2026 turun menjadi Rp377,9 miliar (Sumber: kompasiana.com, Sabtu 18/07/2026). Memang Perpusanas masih tetap menjalankan layanan publik dan program prioritas, namun besarnya pengurangan tersebut menunjukkan adanya tekanan fiskal terhadap lembaga ini.

Cara Islam untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat

Dari fakta diatas bisa disimpulkan bahwa, rendahnya literasi masyarakat bukan hanya disebabkan oleh kurangnya minat membaca. Tapi juga karena mahalnya harga buku, kurangnya akses terhadap buku, kualitas pendidikan, dan belum optimalnya fasilitas perpustakaan. Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang tinggi, sehingga negara wajib memfasilitasi masyarakatnya dalam mengakses ilmu. Berikut solusi yang bisa diterapkan oleh negara:

1. Negara wajib menjamin akses pendidikan dan ilmu

Allah berfirman dalam QS. Al-Mujadillah: 11


يَŲ±ْفَŲ¹ِ اللَّهُ Ų§Ł„َّŲ°ِŁŠŁ†َ آمَنُوا Ł…ِنْكُŁ…ْ وَŲ§Ł„َّŲ°ِŁŠŁ†َ Ų£ُوتُوا Ų§Ł„ْŲ¹ِŁ„ْŁ…َ ŲÆَŲ±َŲ¬َŲ§ŲŖٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Dari ayat diatas bisa disimpulkan bahwa, betapa mulianya orang-orang yang berilmu. Karena itu, negara seharusnya mampu memberi akses pendidikan dan ilmu kepada semua kalangan. Sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam hal memperoleh pendidikan dan ilmu. 

2. Membangun perpustakaan yang berkualitas dan merata

3. Menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini

Wahyu Allah yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah saw., bahkan dimulai dengan:


Ų§Ł‚ْŲ±َŲ£ْ ŲØِŲ§Ų³ْŁ…ِ Ų±َŲØِّكَ Ų§Ł„َّŲ°ِي Ų®َŁ„َŁ‚َ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-'Alaq: 1)

Perintah untuk membaca menjadi dorongan penting agar umat islam memiliki budaya membaca, belajar, dan mendalami ilmu.

4. Negara tidak menjadikan pendidikan semata-mata untuk komoditas

Salah satu persoalan dalam sistem kapitalisme adalah kecenderungan menjadikan berbagai kebutuhan masyarakat sebagai komoditas yang mengikuti mekanisme keuntungan. Pendidikan dan buku akhirnya dapat diperlakukan sebagai barang yang harus dibeli sesuai kemampuan ekonomi. Islam memiliki paradigma berbeda. Negara berkewajiban mengurus kepentingan rakyat. Rasulullah ļ·ŗ bersabda:

“Imam (khalifah) adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa penguasa tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya terhadap kebutuhan masyarakat.

Rendahnya literasi tidak hanya dapat diselesaikan dengan slogan "ayo membaca". Masyarakat membutuhkan sistem yang mampu menjamin kemudahan dalam memperoleh ilmu. Buku harus terjangkau dan mudah diakses, pendidikan juga harus berkualitas, dan negara harus hadir sebagai penanggung jawab kebutuhan masyarakat.

Wallahu a'lam bishowab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,96,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,2,Depok,1,Dharmasraya,43,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,257,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,208,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,827,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,4,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,5,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,658,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,106,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Literasi Masyarakat Masih Rendah, Apa Sebabnya?
Literasi Masyarakat Masih Rendah, Apa Sebabnya?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-nt0rRjU7rT1xdwyzNoHyLizCVFM29mFMNJtrZn0ZW-J4a01RV00VQXCtNZORC7MudKiDbwApBe4l7fcRAOSNQBDofQFOSnI3QTDZsbnnJYOucc7QDKDgQelqBaHU4DTLgG8DhzJQZTBtqMeNAEURQcWdvUMzqv4r4by5tu8aGoi1qT_PqIWd6iIOYEUo/s320/WhatsApp%20Image%202026-08-12%20at%2010.47.58.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-nt0rRjU7rT1xdwyzNoHyLizCVFM29mFMNJtrZn0ZW-J4a01RV00VQXCtNZORC7MudKiDbwApBe4l7fcRAOSNQBDofQFOSnI3QTDZsbnnJYOucc7QDKDgQelqBaHU4DTLgG8DhzJQZTBtqMeNAEURQcWdvUMzqv4r4by5tu8aGoi1qT_PqIWd6iIOYEUo/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-08-12%20at%2010.47.58.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/08/literasi-masyarakat-masih-rendah-apa.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/08/literasi-masyarakat-masih-rendah-apa.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content