Oleh: Ummu Aidzul
Tenaga Pendidik
Palestina, bagaimana kabarmu kini? Setelah sempat dikabarkan merdeka dan 9 bulan setelah pengumuman perjanjian gencatan senjata oleh Israel Palestina, terdapat fakta baru yang sangat mencengangkan. Pemandangan yang diperoleh dari citra satelit menggambarkan adanya tembok besar yang membagi wilayah Gaza menjadi dua. Dari citra satelit pula terlihat pembangunan tembok ini hanya dalam beberapa bulan saja. Tembok sepanjang 23 km ini dibangun di atas puing-puing kota yang telah hancur akibat serangan bom Israel. Proyek ini memperlebar pemisahan wilayah Gaza yang dihuni oleh dua orang juta penduduk. (Kompas, 22-07-2026)
Dibangunnya tembok ini semakin memperluas wilayah Israel atas Palestina. Salah satu media Israel yakni Haaretz mengatakan bahwa Israel telah menggeser penanda kuning dengan maksud memperluas wilayah mereka. Dengan adanya tembok ini diperkirakan mereka menguasai 65 persen wilayah jalur Gaza.
Israel Menunjukkan Ambisi Ingin Menguasai Gaza
Tidak hanya memperluas wilayah, militer Israel diberitakan mendirikan 3 pangkalan militer baru. Salah satunya di dekat kamp pengungsi dan juga dekat garis pantai.
Melihat kondisi ini dan fakta yang terjadi, kantor Hak Asasi Manusia PBB mengkhawatirkan terjadinya kejahatan militer terus menerus oleh Israel. Juru bicara mereka, Thameen Al-Kheetan mengatakan bahwa meskipun telah dikatakan Palestina dan Israel sedang gencatan senjata, namun 9 bulan setelahnya masih belum ada tempat yang aman untuk warga Palestina.
Setidaknya 1.100 orang dikabarkan telah tewas semenjak Oktober 2025. Dalam kurun waktu 7 hari, yakni 13 sampai 20 juli saja terjadi 57 kematian warga Palestina. Yang 34 nya terjadi di luar garis oranye yang ditetapkan oleh mereka sendiri.
Karena Israel yang masih menunjukkan kejahatan perang dan ketidakpatuhan pada aturan internasional, maka Kantor HAM PBB berharap adanya negara ke-3 yang menginisiasi perdamaian bagi Palestina.
Pada tanggal 16 Juli 2026, para aktivis meramaikan tagar #theyliedtoyou setelah menyebarnya video dari pengungsi Palestina yang memperlihatkan pengeboman yang masih berlangsung, kelaparan yang sistematis, dan wabah penyakit yang merebak. Salah seorang wartawan Palestina, Hani Aburezeq menyatakan bahwa perang belum berakhir. Dan hanya berakhir di ponsel saja. Aksi ini bertujuan agar para pemimpin negara tidak hanya diam saja menyaksikan aksi keji Israel yang terus menerus terjadi.
Maka dari itu, pembangunan tembok yang membelah wilayah Gaza menunjukkan upaya Israel untuk mewujudkan ambisinya untuk menguasai Gaza tanpa sisa. Sementara itu, Amerika Serikat melalui Board of Peace berencana untuk mewujudkan New Gaza (Gaza Baru). New Gaza yang dipresentasikan oleh Jared Kushner menantu Donald Trump pada 22 Januari 2026 bertujuan untuk menjadikan Gaza seperti wilayah Dubai. Rencana utamanya untuk membangun wisata di wilayah pesisir, membangun pusat industri dan ekonomi, membangun 1000 rumah permanen dan fasilitas pendidikan, serta membangun kembali infrastruktur jalan. Namun menelisik rencana utama di atas, yang menjadi tujuan utama adalah ekonomi sementara hak asasi rakyat Palestina justru diabaikan.
Melihat serentetan fakta di atas, kaum muslimin janganlah berharap pada Amerika maupun BOP. Keberadaan mereka tidak akan mewujudkan perdamaian bagi Bumi Palestina, karena tujuan mereka bersama Israel justru adalah satu yakni menguasai wilayah Gaza.
Khilafah Penyelamat Palestina
Kondisi Israel yang terus melakukan pengeboman dan kejahatan perang tidak bisa diselesaikan dengan perjanjian damai. Dengan Amerika sebagai backing utama dan diamnya para pemimpin negeri muslim yang tersekat nasionalisme, Israel semakin sombong serta semena-mena. Penjajah hanya bisa diusir dengan perlawanan militer.
Dan akibat dari sekat nasionalisme ini, menjadikan pemimpin negara muslim tidak menjadikan permasalahan Palestina sebagai masalah utama. Dan mereka sibuk dengan permasalahan negara mereka sendiri. Oleh karena itu, hanya persatuan umat di bawah pemerintahan Islam yakni Khilafah yang akan menjadi penolong sejati.
Jihad untuk melawan penjajahan terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 190 yang terjemahannya sebagai berikut
"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu..."
Dari dalil di atas menunjukkan bahwa memerangi penjajah hukumnya fardhu kifayah. Sementara itu belum ada satu pun negeri muslim yang mengangkat senjata untuk mengusir Israel dari bumi Palestina. Maka upaya yang bisa dilakukan umat saat ini adalah mewujudkan tegaknya Khilafah Islamiyah yang akan menjadi junnah bagi rakyatnya.
Karena setelah bersatunya umat muslim di seluruh dunia akan menjadikan sebuah negara adidaya untuk menandingi Amerika. Di bawah naungan Khilafah Islamiyah 'ala minhajin Nubuwwah ummat tidak akan bisa ditipu, dipecah belah maupun dijajajah.
Dan Khilafah ini akan tegak kembali sebagaimana sabda Rasulullah saw.
"... Kemudian datanglah masa Khilafah 'alaa minhaaj al-nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas jalan kenabian). Setelah itu beliau (Rasulullah) diam."
(HR Imam Ahmad)
Wallahualam bissawab.
