Sumbar -- Peristiwa langka dan mengkhawatirkan tanah runtuh beserta munculnya lobang besar terjadi di Situjuh Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, bukan di Padang. Kejadian ini terjadi secara tiba-tiba pada Minggu siang (4/1) di kawasan persawahan.
Menurut informasi dan laporan yang disampaikan Polres Payakumbuh kepada Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut tidak menimbulkan korban.
Hal ini karena lokasi kejadian merupakan areal persawahan yang kebetulan tidak ada aktivitas warga pada saat peristiwa berlangsung.
Lokasi tepat terjadinya peristiwa tanah runtuh yang menimbulkan lobang besar adalah di Jorong Tepi, Kenagarian Situjuh Batua, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh Wirman Pagar Alam Wir sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, ia sedang bekerja di ladang atau sawah ketika mendengar suara gemuruh yang cukup besar. Setelah melihat ke arah sumber suara, ia menemukan sebuah lubang besar dengan diameter kurang lebih 10 meter dan kedalaman kurang lebih 20 meter yang sudah terisi air.
Sampai saat ini, kondisi tanah di sekitar lubang masih labil dan terus membesar akibat terkikisnya tanah oleh sumber air di dasar lubang.
Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, mengingat banyak masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut, pihak kepolisian telah datang ke lokasi dan mengamankannya. Personel piket telah memasang garis pembatas keamanan (police line).
Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut. Tindakan selanjutnya masih sedang dikoordinasikan dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Lokasi tetap diamankan dengan police line agar masyarakat berhati-hati dan tidak mendekati daerah yang mengalami tanah runtuh, mengingat kondisi tanahnya masih labil dan kemungkinan akan semakin membesar.
(Laporan: Asfar Tanjung)
