Menuju Ramadhan : Momentum Media Dakwah Untuk Membangkitkan Gairah Literasi

Oleh : Gilang Alfarizi

Sesak terasa nafas Ibu Pertiwi ketika menyadari realitas sosiologis di tengah masyarakatnya yang dimana disatu sisi masyarakatnya fasih dalam melafalkan ayat namun disisi lain mereka gagal dalam memahami realitas sosial yang ada, tingkat religiusitas yang tinggi namun masih tertatih dalam mencerna aksara. Kontrasnya antrean Panjang di Gua Safawardi dibandingkan ruang bacaan dan ruang ibadah menunjukkan bahwa iman yang seharusnya meneguhkan serta membebaskan berubah menjadi sebuah komoditas yang rentan diarahkan untuk kepentingan destruktif akibat ketiadaan nalar yang tajam untuk memahami (literasi). Iman yang harusnya menjadi pelita kebenaran akhir-akhir ini berubah menjadi apa yang disebut sebagai “taqlid buta” atau “mabuk agama” jika meminjam istilah netizen pada kolom komentar berbagai platform sosial media.

Stagnansi metodologi dakwah menjadi akar penyebab problema minimnya literasi dan sikap fanatik dari kalangan masyarakat religius ini, dakwah agama dewasa ini cenderung bersifat doktrinal yang sarat akan dimensi eskapis yang melahirkan sikap fatalistik ketika melihat suatu problem sosial (kemiskinan, penindasan, ketidaktahuan) dan melahirkan sikap fanatik ketika melihat suatu hal atau suatu himbauan yang dibaluri nuansa agama. Dakwah agama dalam perjalanannya hingga hari ini masih menempatkan Jemaah sebagai objek pasif penerima dogma bukan sebagai subjek aktif yang diajak untuk membedah atau menemukan kebenaran dibalik dogma ataupun realitas yang berkembang di lingkungan sekitar, Sudarto dalam bukunya yang berjudul “Wacana Islam Progresif ” membenarkan hal ini dengan menggambarkan bahwa dakwah saat ini hanya sebatas konsumsi Indera pendengar bukan sebagai media dua arah yang mengajak para Jemaah untuk peka dan berbenah dalam menghadapi problem sosial yang tengah berkembang di negara ini.

Tidaklah mengherankan mengapa dakwah selalu menjadi bahasan dalam diskursus penguatan peran agama karena sebagai negara religius yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dakwah menjadi suatu media pendukung yang penting untuk memicu perkembangan dalam diri jemaahnya. Jika menilik pada problema saat ini maka seruan dakwah diharapkan mampu untuk menciptakan hegemoni literasi agar terbentuk masyarakat religius yang literat yang memiliki kedaulatan nalar dan gairah untuk membaca agar mereka bisa berdikari untuk mengikis problema sosial yang berkembang di sekitar. Keberanian begitu dibutuhkan oleh para pendakwah masa kini untuk melakukan reorientasi dakwah yang tidak hanya memberikan penekanan kepada ibadah yang bersifat ritual tetapi juga memberikan penekanan pada “ibadah intelektual” sebagai salah satu pilar keimanan dengan wahyu pertama “iqra” sebagai landasan teologisnya sehingga dakwah bisa menjadi momentum untuk stimulus literasi.

Agama dan dakwah harus mampu menyentuh akar problema sosial yang tengah terjadi agar fungsi sosial dari agama tidak memudar, hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh KH Sahal Mahfudh dalam bukunya yang berjudul “Nuansa Fiqh Sosial” beliau menegaskan bahwa agama dan fiqh tidak boleh hanya dimaknai secara tekstual melainkan harus dipahami secara kontekstual sesuai dengan dinamika sosial masyarakat yang berkembang. Jika akar problem sosial saat ini adalah rendahnya literasi dan daya kritis yang menyebabkan ketidaktahuan maka perintah literasi bukan lagi sebagai sebuah anjuran melainkan ditekankan sebagai kewajiban agama (fardhu ain) dalam setiap dakwah yang dilakukan, ini harus menjadi fokus utama dalam dakwah disamping dogma-dogma yang lainnya. Apabila para pendakwah konsisten dengan transformasi dakwah ini yang menekankan literasi sebagai ibadah yang paling utama maka literasi akan tumbuh secara organik sebagai kebutuhan spiritual bukan lagi hanya sebatas untuk pendidikan.

Bulan Ramadhan hanya tinggal menghitung hari, di bulan ini intensitas antara Pendakwah dengan Jemaah berada pada puncaknya, mimbar agama menjadi vital keberadaannya. Ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan transformasi dakwah yang menekankan literasi, dakwah harus berubah menjadi kompas yang menunjukkan arah ke cahaya ilmu. Ragam tema bisa diangkat dalam dakwah untuk memberikan stimulus literasi kepada Jemaah seperti membedah pemikiran Tokoh intelektual Islam terdahulu dengan menyisipkan literatur terkait agar para Jemaah bisa mencari lebih tau dalam selepas ceramah, kemudian tema lain bisa dengan menceritakan bagaimana perjuangan Tokoh Islam terdahulu dalam mencari Ilmu dan Guru, dan atau bisa dengan menghadirkan realitas sosial kemudian membedah nya dengan kacamata ilmiah sembari mengajak masyarakat untuk tabayyun dalam mencerna informasi.

Reorientasi I’tikaf juga bisa dilakukan dengan menghadirkan pojok baca sementara di dalam Masjid ataupun membentuk sebuah majelis yang membahas terkait perkembangan ilmu yang ada, sehingga dzikir lisan dan dzikir pikir berjalan seimbang dalam pelaksanaan I’tikaf. Transformasi dakwah ini jika konsisten dilaksanakan maka tidak hanya berdampak terhadap semangat dan kapasitas Jemaah melainkan Pendakwah juga mendapat manfaatnya karna Ia dituntut untuk melakukan riset komprehensif terlebih dahulu sebelum melaksanakan dakwah nya, dalam pelaksanaan risetnya refleksi pasti menjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam prosesnya, sehingga Islam sebagai pencerah peradaban bisa sedikit terealisasikan dengan menjadikan literasi sebagai kebutuhan spiritual nya bukan hanya sebatas untuk pendidikan ataupun hobi.

Untuk mewujudkan bangsa religius yang literat kita membutuhkan sebuah pendekatan baru yang menyentuh langsung jantung kebudayaan masyarakat yakni “agama”, menjadikan tema literasi sebagai bagian integral dari dakwah agama merupakan solusi pelengkap untuk membangkitkan gairah literasi masyarakat karna mampu menyentuh “akar rumput” yang kerap sulit disentuh oleh kampanye literasi media manapun.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,140,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,503,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,530,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Menuju Ramadhan : Momentum Media Dakwah Untuk Membangkitkan Gairah Literasi
Menuju Ramadhan : Momentum Media Dakwah Untuk Membangkitkan Gairah Literasi
Oleh : Gilang Alfarizi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRwGSruvw7iyC1l-tdgdanbn7QJ0-_aEqIGts-vKCNsmKK5hkHOEtcICNGbg0y3mUErUwY7Ox2vZCeMKHRNdWPa28v2ZftQ7-ZeonHLF-pDvpVAGZsR_hBxTsk4X8OPYWOud28KgWMkI47bx3iBpWiZrt_hhejQV3GSGERy20K6wPAOlxICzzgyIBHupJQ/s320/1000714908.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRwGSruvw7iyC1l-tdgdanbn7QJ0-_aEqIGts-vKCNsmKK5hkHOEtcICNGbg0y3mUErUwY7Ox2vZCeMKHRNdWPa28v2ZftQ7-ZeonHLF-pDvpVAGZsR_hBxTsk4X8OPYWOud28KgWMkI47bx3iBpWiZrt_hhejQV3GSGERy20K6wPAOlxICzzgyIBHupJQ/s72-c/1000714908.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/02/menuju-ramadhan-momentum-media-dakwah.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/02/menuju-ramadhan-momentum-media-dakwah.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content