![]() |
| Oleh Rismawati Aisyacheng (Pegiat Literasi) |
Baru-baru ini negara Amerika menggadang sebuah perdamaian yang di sebut Boar Of Peace (Dewan Perdamaian) yang mana diikuti oleh beberapa negara termasuk Indonesia. Adapun beberapa poin penting dalam BoP ini adalah memiliki fungsi sebagai badan internasional yang tujuannya memonitor administrasi serta stabilisasi, dan untuk upaya-upaya melakukan rehabilitasi di Palestina daerah Gaza. BoP ini di gagas oleh Donal Trump selaku Presiden Amerika Serikat dan di bentuk pada Januari 2026. Nah, Indonesia juga ikut menjadi salah satu anggota BoP yang katanya semuanya itu demi berkontribusi dalam perdamaian untuk Palestina di Gaza.
Kedengarannya memang menarik, BoP seolah-olah menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan kekejaman Israel pada negara Palestina. Naasnya, itu hanya rancangan belaka. karena faktanya hanya berselang beberapa hari BoP berdiri, negara Israel malah melakukan penyerangan kembali pada kaum muslim di Palestina.
Sebagaimana yang di lansir oleh cnnindonesia.com (05/02/2026) pasukan Militer Israel kembali melakukan pelanggaran dalam kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (4/2). Adapun akibat dari serangan Israel ke jalur Gaza berimbas pada 23 orang termasuk anak-anak yang tewas.
Sedangkan rincihan kejadian adalah empat belas orang yang tewas diakibatkan oleh serangan artileri Israel di lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza. Empat lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di kamp pengungsi Qizan Abu Rashwan. Sedangkan Dua orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel di kamp tenda pesisir Al Mawasi dan Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa salah satu korban adalah petugas tanggap darurat pertama, Hussein Hasan Hussein al-Sumairy.
Selain itu, rumah-rumah warga tidak luput dari kekejaman Israel. Sebagaimana yang di katakan oleh salah satu Kontributor Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum bahwa rumah warga tak luput jadi sasaran pasukan Israel.
Jadi dari fakta tersebut bisa kita lihat bahwa apa pun yang di lakukan para pemimpin Demokrasi hari ini tidak mampu mengubah watak licik dan jahat para pemimpin Zionis Israel si laknatullah. Sebab, kita tahu bawa Zionis Israel di dominasi oleh kaum Yahudi yang mana kamu ini di kenal sebagai kaum yang licik dan kejam terhadap kaum Muslim. Oleh karena itu, BoP ini seolah tak ada gunanya dan tak mampu melindungi kaum Muslim di Gaza Palestina. Selain itu, pendirinya pun kita tahu betul bahwa beliau adalah orang yang selama ini berdiri tegak mendukung kekejaman Israel terhadap Negara Palestina.
Lalu tiba-tiba membuat sebuah Dewan Perdamaian untuk Rehabilitasi di Palestina jalur Gaza. Kabar ini seolah hanya untuk membungkam seluruh kaum Muslim atas kekejaman Israel. Namun faktanya ternyata kebrutalan militer Israel itu tak terkontrol, sehingga menjadikan dirinya dan Amerika kembali menjadi sorotan publik. Amerika tidak berhasil menundukkan kebrutalan Israel dan Israel lagi-lagi menampakkan dirinya sebagai teroris terbesar dunia. Namun sayang seribu sayang, negara lain lagi-lagi diam seribu bahasa atas apa yang di lakukan militer Israel ke Gaza.
Selama sistem kapitalisme yang berdiri tegak hari ini, maka yakinlah bahwa Palestina tak akan pernah lepas dari kekejaman para Zionis Israel dan sekutunya. Sebab sistem kapitalisme tidak betul-betul memprioritaskan perdamaian antar negara dan hanya akan terus memecah negara sesuai dengan keinginan mereka, bahkan ironisnya negara adidaya seperti Amerika hanya akan membantu negara-negara yang menguntungkan bagi negara mereka. Selain itu, masalah perjanjian bukan lagi rahasia umum bahwa para kaum Yahudi atau musuh-musuh Islam sejak dulu kodratnya memang selalu melanggar perjanjian sebagaimana yang terjadi pada perjanjian Hudaibiyah di zaman Rasulullah saw.
Berbeda halnya dalam sistem Islam dalam naungan Daulah Islam. Jika sistem Islam yang diterapkan maka umat akan di bimbing dengan ilmu agama Islam yang mengajarkan haramnya melakukan pelanggaran dalam perjanjian yang dibuat antar negara. Bahkan seseorang saja melakukan janji kemudian mengingkari maka dia di kategorikan sebagai orang munafik.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa;
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga yaitu; jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain di ajarkan untuk tidak ingkar, dalam Sistem Islam juga akan melakukan perlindungan ketat terhadap seluruh daerah-daerah di bawa kepimpinan Daulah Islam. Sebab Islam juga akan menanamkan dalam diri umat bahwa seluruh kaum Muslim itu saudara, dan bagaikan satu tubuh. Maka jika tubuh yang lain terluka atau disakiti maka tubuh yang lainnya juga akan merasakan sakitnya. Selain itu, pemimpin Islam akan melati para pasukan militer dengan sebaik mungkin kemudian memerintahkan para pasukan itu untuk melawan musuh yang membantai salah satu daerah kaum Muslim ataupun seorang yang sedang di jahati oleh musuh-musuh Allah.
Sebagaimana yang di lakukan Rasulullah Saw. kepada Bani Qainuqa. Salah satu suku Yahudi di Madinah, beliau melakukan pengepungan setelah itu mengusir mereka dari Madinah atas pengkhianatan terhadap Piagam Madinah pada tahun 2 Hijriah. Adapun bentuk penghianat Bani Qainuqa adalah melakukan pelecehan terhadap seorang wanita Muslim di pasar bahkan membunuh seorang laki-laki Muslim yang membela wanita Muslimah tersebut. Nah, begitulah indahnya perlindungan untuk umat di tangan Pemimpin dalam sistem Islam di bawah Naungan Daulah Islam.
Oleh karena itu, saat ini jika kita menginginkan kebebasan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Maka tiada lain yang bisa kita lakukan adalah kembali kepada sistem Islam yang di naungi oleh Daulah Islam dan di pimpin oleh Khalifah yang taat pada Allah. Sebab hanya dengan kendali Daulah Islam para militer akan turun menjadi penolong bagi negara Palestina. Wallahualam bissawab.
