![]() |
| Oleh: Wida Widiawati (Pendidik Generasi) |
Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Allah telah menjamin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang akan diterima dan di ridhai-Nya. Allah SWT berfirman :
اِÙ†َّ الدِّÙŠْÙ†َ عِÙ†ْدَ اللّٰÙ‡ِ الْاِسْÙ„َامُۗ
"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam." (QS. Ali-Imran: 19)
Namun, realitas hari ini banyak sekali kaum muslim yang enggan terikat dengan agamanya sendiri, banyak kaum muslim serta generasi muda hari ini yang merasa enggan bahkan malu ketika menjadi muslim yang taat terhadap agamanya. Bahkan malu dan takut ketika menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim.
Kehidupan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah berhasil menciptakan atmosfer yang jauh dari ketaatan, bahkan terasa asing jika ada muslim yang taat terhadap syariat. Akhirnya syariat terpinggirkan dan tidak lagi menjadi acuan dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan.
Tujuan hidup seorang muslim pun menjadi hilang arah, tak paham makna dan tujuan hidupnya di dunia. Hari ini banyak kaum muslim yang akhirnya digiring pada kehidupan yang jauh dari Islam.
Tanpa sadar Islam asing dan tidak menjadi bagian dari diri kaum muslim saat ini. Bahkan muslim itu sendiri yang anti terhadap pemahaman Islam, dan sebaliknya justru mendukung pemahaman dari Barat.
Tidak sedikit generasi yang terjebak pada budaya pacaran dengan sex bebasnya, berhutang dengan bunganya (pay latter), cicilan mobil, cicilan rumah semua transaksi ekonomi saat ini berbasis riba. Bahkan lebih mudah di akses lewat kanal sosmed.
Kemaksiatan seperti zina, judol, pinjol, bundir justru semakin marak, karena keimanan yang mulai menipis, kurangnya kontrol masyarakat, serta sanksi bagi pelaku kejahatan yang tidak memberikan efek jera. Tidak ada aturan yang jelas, tegas dari negara selaku periayah (pengurus) rakyatnya.
Keluarga yang seharusnya menjadi orang terdekat dalam menjaga anggota keluarga pun, kini malah banyak menjadi pelaku kriminalitas, dengan banyaknya kasus inses atau fantasi sedarah, hingga pembunuhan. Nau'uzdhubillah.
Sekulerisme Biang Keladi
Semua realitas ini terjadi akibat dipisahkannya peran agama dalam kehidupan sehingga kerusakan demi kerusakan terus terjadi, akibatnya keberadaan generasi muslim yang seharusnya menjadi pelopor peradaban Islam kian merosot dan semakin mengkhawatirkan.
Bahkan peran orang tua terutama ibu juga kian hilang arah, karena peran utamanya sebagai madrasatul ula semakin teralihkan dengan dunia ekonomi yang membuat ibu harus berperan lebih untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ayah yang kena PHK, pengangguran, lapangan kerja untuk laki-laki sedikit, akhirnya tanpa diminta seorang ibu harus ikut bersusah payah menjadi tulang punggung keluarga.
Peran utama didalam rumah sebagai pendidik anak-anaknya pun kian hilang. Padahal keberadaan generasi muda adalah penting untuk masa depan peradaban Islam, dengan segudang potensi dan semangatnya untuk berkarya perlu arahan dan bimbingan supaya tidak salah jalan.
Perlu Sinergi Semua Pihak
Dengan begitu, maka perlu adanya kerja sama serta sinergi antara, keluarga, masyarakat hingga negara untuk menjamin generasi muda yang terjaga serta tearahkan potensinya dengan pemikiran dan juga pemahaman Islam.
Dalam lingkup keluarga, seorang ibu dan ayah wajib menanamkan aqidah Islam kepada anak-anaknya agar menjadi bekal serta menjadi perisai dalam menjalani kehidupan dan tidak mudah terbawa arus kehidupan saat ini.
Membiasakan anak-anak dengan kewajiban birrul walidain, menolong orang tua, bersikap sopan dan santun kepada orang tua, menanamkan kewajiban beribadah, serta kebiasaan positif yang ditanamkan atas dasar taat kepada Allah, harus terbentuk dalam diri anak-anaknya.
Di tengah masyarakat pun perlu adanya sebuah jamaah atau kelompok yang keberadaannya menyeru pada kemakrufan dan saling mengingatkan dalam kemunkaran.
Keberadaan jamaah dakwah ini amat penting sebagai kontrol masyarakat maupun negara. Individu muslim pun akan dibina atau ditasqif dengan pemahaman Islam agar terjaga aqidah serta pemahaman kaum muslim di tengah masyarakat.
Negara yang berperan besar mengurusi rakyatnya pun harus menjadi garda terdepan menjaga aqidah umat, mengarahkan potensi pemuda, dan mengoptimalkan peran ibu di rumah, dengan memaksimalkan penyediaan lapangan kerja untuk ayah dengan pekerjaan dan gaji yang layak.
Disisi lain negara juga menyediakan pendidikan yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua pihak, fasilitas kesehatan yang murah dan nyaman, kebutuhan pokok yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
Negara wajib memenuhi semua kebutuhan rakyatnya mulai dari sandang, pangan, papan. Sehingga kebutuhan hidup tidak menjadi penghambat seorang muslim untuk tidak taat syariat atau menjadi alasan untuk bermaksiat.
Rasa aman juga harus terwujud ditengah-tengah masyarakat, negara wajib memberikan sanksi tegas bagi para pelaku kriminal, sehingga tidak berpeluang untuk tumbuh suburnya tindak kejahatan dan kriminalitas. Parahnya jangan sampai hal itu malah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat.
Perlunya sinergi antara individu, anggota masyarakat, serta negara sebagai periayah dalam mewujudkan generasi yang berkualitas serta yang akan menjadi penerus peradaban.
Serta pentingnya negara menerapkan syari'at Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan, agar terwujud generasi sebagai pelopor peradaban yang akan mengguncang dunia dengan segudang prestasinya.
Wallahua'lam bissawab.
