Sabtu, 20 Desember 2025 Tepatnya di Tapanuli Selatan — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (HIMADIKUM UMRI) bersama relawan gabungan dari SARMMI, Sapta Pala, Mapala UMY, dan Mapala Stacia UMJ melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pemasangan pipa air bersih di wilayah terdampak bencana Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tepatnya di sekitar Posko SARMMI.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon nyata terhadap krisis air bersih yang hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat setempat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hampir satu bulan sejak bencana terjadi, warga masih harus menghadapi dampak serius berupa kerusakan lingkungan, tumpukan kayu dan lumpur bekas banjir yang masih memenuhi rumah-rumah warga, serta keterbatasan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua HIMADIKUM UMRI, Lamhot Gabriel Nainggolan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut
> “Sudah hampir satu bulan bencana ini melanda wilayah Aek Ngadol, namun hingga hari ini pemerintah pusat belum menetapkan status siaga darurat bencana. Padahal kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga yang masih tertimbun lumpur dan kayu, serta masyarakat sangat kekurangan air bersih,” ujarnya.
Lamhot menegaskan bahwa aksi pemasangan pipa air bersih ini merupakan langkah darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, namun tidak bisa menggantikan tanggung jawab negara dalam proses pemulihan pasca bencana.
> “Pemulihan pasca bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada relawan dan masyarakat sipil. Pemerintah pusat harus segera turun tangan, menetapkan status siaga darurat, serta mengirimkan bantuan dan langkah pemulihan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.
HIMADIKUM UMRI bersama seluruh relawan gabungan berharap agar pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap bencana di Aek Ngadol, baik melalui penetapan status bencana, distribusi bantuan yang merata, maupun percepatan pemulihan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas antar mahasiswa dan relawan lintas daerah terus bergerak, namun kehadiran negara tetap menjadi hal yang paling dinantikan oleh masyarakat terdampak.