Oleh Ninda Kania
Aktivis Muslimah
17 agustus menjadi peringatan hari kemerdekaan RI. Akhir akhir ini anggota DPR dari partai golkar Forman Soebagyo menolak aksi pengibaran bendera one piece yang di lakukan pengemudi truk dan masyarakat. Menyebabkan berpotensi simbol pembangkangan bahwa penggunaaan bendera one piece mengaruhi bentuk provokasi mengikis nilai nilai kebangsaan, bisa masuk katagori tidak makar dan makanya bendera simbol one piece. Ini menyebabkan informasi digital sesat dan provokatif dan fenomena ini sebagian dari upaya menjadi intergritas ideologi negara.
Logo one piece ini terkenal menjadikan pro dan kontra ketika di kaitkan dengan momen 17 agustus yang sakral kenegaraan. Fenomena ini pun mematikan peringatan kemerdekaan yang sangat sakral. Bendera bajak laut topi jerami bukan sekadar ikon dari dunia fiksi, one piece logo menampilkan tengkorak tersenyum dengan topi khas luffy ini sarat menggambarkan nilai nilai utama kru dan karakter sang kapten. Anak anak bangsa hanya ingin menyampaikan gagasan dengan cara yang berbeda menyampaikan gagasan-gagasan yang baik cara yang berbeda.
Rakyat Indonesia tentu berharap bisa memenuhi kemaslahan-kemaslahatan hidup, baik berupa kesejahteraan, keadilan, keamanan, bahkan ikut berpartisipasi aktif menebar kebaikan di dunia. Namun dalam realitasnya, yang mereka rasakan berbeda dengan yang diharapkan. Kemaslahatan hidup tidak terpenuhi, ketidakadilan terjadi, penguasa abai memenuhi kesejahteraan rakyat.
Ketakadilan seperti inilah yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, mencari keadilan dengan mengidentikkan keadilan ala anime One Peice juga tidak tepat. Pasalnya simbol kepala tengkorak dengan dua tulang bersilangan dan mengenakan topi jerami bermakna mengusung simbol melawan ketakadilan dan kebebasan.
Kesadaran masyarakat terhadap ketakadilan ini memunculkan sebuah harapan akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Ketidakadilan ini berpangkal dari penerapan ideologi sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Sudah saatnya rakyat mencari ideologi sahih yang akan membebaskan mereka dari keburukan kapitalisme.
Islam diturunkan oleh Allah Swt. bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi sebagai sistem hidup yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik. Konsep kedaulatan. Kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi, mutlak, dan satu-satunya yang memiliki hak untuk mengeluarkan hukum. Dengan demikian, kedaulatan memiliki kedudukan amat strategis bagi kehidupan suatu negara yang menjadi rujukan seluruh warga negara, sekaligus memiliki kekuatan hukum.
Kedaulatan ada di tangan syariat Islam. Islam hanya mengakui Allah Swt. baik dalam perkara ibadah, makanan, pakaian, akhlak, muamalah, maupun sanksi. Ini sebagaimana firman Allah Swt.,
إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَٰصِلِينَ
”Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” (QS Al-An’am [6]:57).
Dengan konsep kedaulatan ini, manusia akan terbebas dari penghambaan kepada sesama manusia. Status manusia di hadapan hukum semua sama, tidak ada yang lebih berkuasa membuat hukum sehingga bisa memaksakan kehendaknya kepada yang lain. Jika konsep Islam diterapkan, roda pemerintahan akan lurus, keadilan akan tegak, kesejahteraan merata, penindasan pun sirna. Oleh karena itu, penting untuk membangun kesadaran politik umat agar kesadaran mereka terhadap ketakadilan yang terjadi mampu mengarahkan mereka dalam gerakan perjuangan yang sahih. Umat harus terlibat dalam dakwah berjemaah untuk membongkar kerusakan ideologi kapitalisme, keserakahan oligark, dan kezaliman penguasa demi perubahan besar menuju tatanan Islam di bawah naungan khilafah.
Wallahualam bissawab
