Jabatan Itu Amanah, Bukan Bancakan

 


Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T

Aktivis Muslimah


711 hari berkuasa, 7 kali reshuffle. Artinya, setiap 3 bulan sekali, kursi kekuasaan itu digoyang, ditukar, dicopot, ditambah. Dalihnya selalu indah yaitu demi efektivitas, demi profesionalisme. 

Tapi rakyat melihat dengan mata telanjang.

Di saat pabrik-pabrik tutup dan PHK merajalela,

Di saat emak-emak menangis karena harga beras naik,

Di saat pajak mencekik dan rupiah lunglai tak berdaya,

Istana justru sibuk menambah 26 kursi empuk Wantimpres.


Hanya untuk gaji pokoknya saja, Rp1,9 Miliar per bulan melayang dari kantong negara.

Belum rumah dinasnya yang megah,

Mobil dinasnya yang mengkilap,

Perjalanan dinasnya yang entah untuk siapa.


Rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang.

Pejabatnya justru menambah lingkar pinggang kekuasaan.


Inilah wajah asli demokrasi sekuler. 

Jabatan bukan lagi amanah yang ditangisi, tapi hadiah politik yang diperebutkan.

Siapa yang paling setia menjilat,

Siapa relawan yang paling keras berteriak,

Siapa yang paling pandai menjaga koalisi agar tetap diam,

Dialah yang dapat kursi.


Kompetensi dinomorduakan.

Integritas dilupakan.

Maka jangan heran, reshuffle bukan lagi cermin evaluasi, tapi panggung bancakan. Pesta pora membagi kue kekuasaan, sementara rakyat hanya kebagian remah-remahnya.


Lalu, bagaimana Islam menjawabnya?

Islam tidak mengenal pencitraan. Islam punya 3 pilar yang menghantam langsung ke jantung masalah.

1. Jabatan Bukan Mahkota, Tapi Amanah di Pundak

Dalam Islam, jabatan itu bukan privilege, tapi beban yang akan menyeretmu ke pengadilan Allah.

Allah berfirman:


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا


Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. [QS An-Nisa: 58]

Rasulullah saw. bersabda:


الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


Pemimpin itu pengurus rakyat dan ia akan ditanya tentang rakyatnya. [HR Bukhari Muslim]

Karena takutnya akan hisab itu, para sahabat lari dari jabatan. Rasulullah bahkan menolak orang yang rakus meminta jabatan. Beliau berkata kepada Abdurrahman bin Samurah: "Jangan engkau meminta jabatan. Jika kau diberi karena kau memintanya, Allah akan membiarkanmu memikulnya sendirian. Tapi jika kau diberi tanpa memintanya, Allah akan menolongmu." [HR Bukhari Muslim]

Hari ini? Jabatan dikejar. Dilobi. Dibeli dengan mahar miliaran. 

Dulu ditangisi karena takut khianat, hari ini direbut karena ingin dihormati.

2. Standarnya Bukan Loyal, Tapi Qawiyyul Amin

Al-Quran memberi rumus yang sangat puitis, sederhana, tapi mematikan. Ketika putri Nabi Syuaib melihat Musa AS, ia berkata:


إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ


Sebaik-baik orang yang kau pekerjakan adalah yang kuat dan amanah. [QS Al-Qashash: 26]

Jika hanya kuat tapi tidak amanah, ia akan menjadi koruptor yang cerdas, maling yang berpangkat.

Jika hanya amanah tapi tidak kuat, ia akan menjadi orang baik yang bodoh, niatnya tulus tapi kebijakannya menghancurkan.

Sistem hari ini memakai rumus lain yang penting loyal. Maka lahirlah menteri yang viral karena kebodohannya, tapi tetap dipeluk karena kesetiaannya. Rakyatlah yang membayar harganya.

3. Diawasi dengan Pedang, Bukan Dimanja dengan Fasilitas

Dalam naungan khilafah, pejabat digaji layak dari Baitul Mal agar tidak tergoda korupsi. Tapi layak, bukan mewah yang melenakan.

Lihatlah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat diangkat menjadi khalifah, ia hanya mengambil gaji setara kebutuhan pokok keluarganya, setelah dimusyawarahkan. Tidak ada cerita tunjangan rumah mewah di saat rakyat kelaparan.

Dan pengawasannya begitu menakutkan.

Ketika petugas zakat bernama Ibnu al-Lutbiyyah berkata, "Ini zakat untuk negara, ini hadiah untuk saya," Rasulullah langsung naik mimbar dengan wajah merah padam: "Mengapa dia tidak duduk saja di rumah ayah dan ibunya, apakah hadiah itu akan datang kepadanya?" [HR Bukhari Muslim]

Umar bin Khattab mencatat harta setiap gubernur sebelum dilantik. Jika setelah menjabat hartanya naik tak wajar, langsung disita untuk rakyat. Tidak ada kata "maaf", tidak ada "kita bina".

Jabatan bisa dicopot kapan saja. Umar mencopot Saad bin Abi Waqqash, sahabat terbaik, jenderal penakluk Persia, hanya karena ada aduan rakyat. Karena dalam Islam, jabatan bukan hak milik yang bisa diwariskan, tapi amanah yang bisa dicabut.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. itu:

"Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya...." (HR al-Bukhari).

Pada akhirnya, bukan besar kecilnya kursi yang akan ditanya. Tapi seberapa jujur kau mendudukinya, dan seberapa adil kau saat berkuasa di atasnya.

Allah telah mengingatkan dalam QS An-Nahl: 90:


اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ


Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan...

Maka wahai penguasa, berhentilah menjadikan jabatan sebagai bancakan. Karena di hadapan Allah, ia adalah amanah yang akan menyeretmu, bukan mahkota yang menyelamatkanmu.

Wallahu a'lam bish-shawab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,101,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,2,Depok,1,Dharmasraya,45,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,4,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,277,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,216,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,214,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,900,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,4,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,5,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,670,Surat Pembaca,1,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,5,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,107,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Jabatan Itu Amanah, Bukan Bancakan
Jabatan Itu Amanah, Bukan Bancakan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQnWR3FQ14nDzuPlwZGIbuzb1VJmwMTUfhFj4YK0mGoSO-yXqQDNE3HrxyDiQQ1UjgpYREYmAc-Krx4SMc7TrOMDIY0LT7UCWTfq8d2NfXgPv6ITBKyNYCnyXEApU1xqHit9-6shewkVgkvEOreq7HpBpTBw3uG8qKLe_0NmoFrFgfaQUwCEPdrTBV-EUH/s320/WhatsApp%20Image%202026-10-31%20at%2017.41.58.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQnWR3FQ14nDzuPlwZGIbuzb1VJmwMTUfhFj4YK0mGoSO-yXqQDNE3HrxyDiQQ1UjgpYREYmAc-Krx4SMc7TrOMDIY0LT7UCWTfq8d2NfXgPv6ITBKyNYCnyXEApU1xqHit9-6shewkVgkvEOreq7HpBpTBw3uG8qKLe_0NmoFrFgfaQUwCEPdrTBV-EUH/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-10-31%20at%2017.41.58.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/11/jabatan-itu-amanah-bukan-bancakan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/11/jabatan-itu-amanah-bukan-bancakan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content