![]() |
| Foto. Doc. Harun |
Oleh: Harun Al Rasyid
(Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas)
PADANG — Di kawasan Durian Taruang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, keberadaan kantin mahasiswa menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan makan harian.
Kantin Bunda Fera hadir sebagai salah satu destinasi kuliner favorit yang senantiasa dipadati pengunjung, khususnya pada jam-jam krusial makan siang.
Komitmen mempertahankan harga yang konsisten ramah di kantong, porsi yang terbilang banyak, serta kelezatan menu utama pecel ayam dan ayam geprek menjadi alasan utama para mahasiswa menjadikan tempat ini sebagai pilihan utama.
![]() |
| Foto. Doc. Harun |
Kepraktisan ini dirasakan langsung oleh salah satu pengunjung yang kerap makan di tempat tersebut.
Pilih makan di Kantin Bunda Vera karena harganya yang stabil murah, porsinya lumayan banyak dan bikin kenyang, ayamnya yang penuh dengan rempah plus sambal gepreknya pas di lidah. Sangat membantu kalau kita cuma punya waktu istirahat singkat di antara jam kuliah dan ga bikin dompet kering" ujar Fakhri, salah satu pelanggan setia.
Di balik kelancaran operasionalnya, Kantin Bunda Fera bergantung pada kedisiplinan serta alur kerja yang terstruktur sejak pagi hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung pada jam makan siang, proses persiapan bahan baku seperti pemotongan, ungkep ayam, hingga persiapan bumbu dan sambal sudah dilakukan secara bertahap sebelum kantin dibuka.
![]() |
| Foto. Doc. Harun |
Kunci utama pelayanan pada jam-jam padat terletak pada efisiensi pembagian tugas dan koordinasi yang sigap di area dapur dan penggorengan.
Staf yang bertugas dituntut sigap dalam menggoreng ayam, menggeprek sambal, hingga meracik piring sajian agar tampilannya bagus dan menarik bagi pelanggan.
"Kuncinya semua ayam sudah diungkep dan bumbu sambal sudah siap sebelum jam istirahat kuliah. Pas jam ramai datang, kita tinggal bagi tugas: ada yang khusus menggoreng ayam dan membuat sambal geprek, ada yang menyiapkan nasi dan lalapan, serta ada yang melayani pembayaran," jelas Bunda Fera, pemilik sekaligus pengelola kantin saat ditemui di lokasi, Kamis (30/09/2026).
Kami bagi peran supaya alur layanannya cepat. Karena Bunda fokus di racikan bumbu dan kontrol dapur, saya bantu di bagian peracikan piring dan transaksi pembayaran. Jadi mahasiswa yang lagi buru-buru masuk kelas gak perlu nunggu lama," tambah Aisyah, anak Bunda Fera yang ikut mengelola operasional kantin.
Selain kecepatan pelayanan, konsistensi cita rasa pedas dan kebersihan area makan tetap dijaga secara berkala. Pengelolaan persediaan bahan baku ayam dan cabai dilakukan secara harian guna memastikan kesegaran bahan makanan.
Meja dan lantai juga langsung dibersihkan begitu pengunjung selesai makan agar kapasitas tempat duduk dapat kembali digunakan oleh pelanggan berikutnya.
Selain bernilai kepedulian sosial, strategi menetapkan harga murah yang dipadukan dengan porsi pas dan cita rasa lezat ini terbukti efektif dalam menjaga kelancaran alur penjualan harian kantin.
Bunda Fera berfokus pada volume penjualan yang stabil; harga terjangkau dan kepuasan pembeli mendorong para mahasiswa untuk datang berbelanja secara konsisten setiap hari.
Kepuasan pelanggan ini juga didukung oleh jaminan kesegaran bahan baku, di mana Bunda Fera secara rutin melakukan pembelian bahan seperti cabai dan bumbu setiap hari agar kualitas masakan tetap terjaga meskipun harganya sangat ekonomis.
Meskipun menetapkan harga yang relatif murah (sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000), Bunda Fera tetap fokus menjaga porsi yang pas dan kualitas cita rasa agar pembeli merasa puas. Hal ini mendorong pelanggan untuk konsisten datang dan berbelanja setiap hari.
Menjaga Kelancaran PenjualanDengan porsi yang puas dan harga yang terjangkau, penjualan dapat terus berjalan dengan lancar karena adanya alur pembeli yang rutin setiap harinya.
Keputusan Bunda Fera untuk tetap mempertahankan harga makanan yang murah dan terjangkau di tengah kondisi ekonomi saat ini didasari oleh motivasi sosial yang kuat, yaitu untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi serta meringankan beban pengeluaran para pembelinya.
Bunda Fera memahami betul kondisi finansial mahasiswa di kawasan Durian Taruang yang membutuhkan santapan harian dengan kisaran harga Rp12.000 hingga Rp15.000 saja.
![]() |
| Foto. Doc. Harun |
Dengan menetapkan patokan harga yang ramah di kantong tersebut, kantin ini tidak hanya menjadi solusi penghematan bagi kantong mahasiswa, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dan loyalitas pelanggan yang tinggi.
Mencari tempat makan siang yang pas di kantong dengan porsi yang mengenyangkan sekarang tidak perlu bingung lagi.
Anda bisa langsung datang dan mencoba menu andalan di Kantin Bunda Fera. Yang beralamatkan di Jl. Durian Taruang, Kel. Kuranji, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.



