Rakyat Harus Jatuh Miskin Dulu Baru Dibantu

Fatonah
Oleh Fatonah
(Pegiat Literasi) 

 
15 Agustus 2026 Sejumlah warga Kabupaten Bandung mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) karena mengalami kesulitan ekonomi dan ingin mengajukan perubahan desil agar dapat memperoleh bantuan sosial.

Salah satunya adalah Mulyani. Ia sebelumnya mengubah data pekerjaannya dari wiraswasta menjadi buruh harian lepas (BHL). Namun, setelah berkonsultasi, ia mengetahui bahwa Dinsos bukan pihak yang menetapkan desil. Penetapan tersebut berkaitan dengan proses pendataan dan pemeringkatan oleh BPS, yang disertai verifikasi kondisi ekonomi, pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah, aset, kendaraan, hingga kredit.

Fenomena ini memperlihatkan realitas bahwa ketika kondisi ekonomi rakyat memburuk, mereka harus berhadapan dengan berbagai mekanisme pendataan dan administrasi untuk mendapatkan bantuan.

Pendataan tentu penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Namun, persoalan yang lebih mendasar adalah: ketika rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, apakah negara cukup hanya memastikan datanya benar, atau negara juga harus menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup rakyat?

Ketika Kebutuhan Rakyat Harus Menunggu Administrasi

Dalam sistem yang berorientasi pada program bantuan, kemiskinan sering kali ditangani setelah masyarakat terlanjur jatuh dalam kondisi sulit. Rakyat kemudian harus melalui proses pendataan, verifikasi, perubahan status, hingga menunggu keputusan sebelum mendapatkan bantuan.

Padahal, kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup sehari-hari tidak dapat menunggu proses administrasi.

Karena itu, persoalan kemiskinan seharusnya tidak hanya dilihat dari pertanyaan siapa yang berhak menerima bantuan, tetapi juga dari pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa rakyat sampai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya?

Dalam Islam, Rakyat Bukan Sekadar Angka Statistik

Islam memandang kekuasaan sebagai amanah dan penguasa memiliki tanggung jawab terhadap rakyatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, dalam perspektif Islam, persoalan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial. Negara memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, menyediakan kesempatan kerja yang layak, mengelola kekayaan umum untuk kemaslahatan rakyat, serta mengelola Baitulmal sesuai dengan syariat.

Allah SWT berfirman:

كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ

“...agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Islam juga memberikan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan. Allah SWT berfirman:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Dan pada harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)

Khilafah dan Fungsi Negara dalam Mengurus Rakyat

Dalam perspektif politik Islam yang menempatkan Khilafah sebagai sistem pemerintahan, negara menjalankan fungsi الرِّعَايَةُ (ar-ri‘āyah), yaitu pengurusan dan pemeliharaan urusan rakyat. Khalifah bertanggung jawab memastikan kebutuhan rakyat terurus.

Dengan demikian, fokus negara bukan hanya:

“Bagaimana agar orang miskin masuk desil penerima bansos?”

Tetapi juga:

“Bagaimana negara menghilangkan sebab-sebab kemiskinan dan menjamin kebutuhan rakyat?”

Di antaranya melalui:

1.Menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat.

2.Menyediakan kesempatan kerja yang layak dan produktif.

3.mengelola harta Baitulmal untuk kemaslahatan rakyat sesuai syariat.

4.menjaga dan mengelola kepemilikan umum agar manfaatnya kembali kepada masyarakat.

5.mencegah kekayaan hanya berputar di kalangan tertentu.


Dalam negara atau daulah Islam ,di sistem Khilafah,yang di pimpin oleh seorang khalifah. Rakyat tidak dipandang sekadar sebagai angka dalam statistik kemiskinan, tetapi sebagai amanah yang wajib diurus dan dilindungi.

Sebab, persoalan sebenarnya bukan hanya:

“Siapa yang berhak menerima bansos?”

Melainkan:

“Mengapa rakyat harus jatuh miskin terlebih dahulu sebelum negara hadir?”

Di sinilah pentingnya melihat persoalan kemiskinan bukan sekadar sebagai masalah data dan administrasi, melainkan sebagai persoalan bagaimana negara mengelola kehidupan rakyat dan menjamin terpenuhinya kebutuhan mereka.

Kemiskinan bukan hanya persoalan siapa yang masuk desil penerima bantuan, tetapi juga tentang bagaimana negara mencegah rakyat jatuh dalam kemiskinan. Wallahu A'lam bishowab[]

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,96,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,2,Depok,1,Dharmasraya,43,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,256,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,207,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,812,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,4,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,5,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,658,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Rakyat Harus Jatuh Miskin Dulu Baru Dibantu
Rakyat Harus Jatuh Miskin Dulu Baru Dibantu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkijiWtDX5z3qqJIjWSU6L45mC_jWrE65uQ9beTU-TFlgYFYhKLmv8CGggLlRNMK5qu7LUlconjxEkzFdmrroVV6iV-iiCpYKFhXTMXQ91fQIdZ3cHqmFg4JkDwFGA7mDaalwEtX3_t4jjbsUyjbv4xvBNTYbpDb33n8Dp6Az8Zeq2JXKzQlSCZyyhNDUW/w640-h360/1000752382.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkijiWtDX5z3qqJIjWSU6L45mC_jWrE65uQ9beTU-TFlgYFYhKLmv8CGggLlRNMK5qu7LUlconjxEkzFdmrroVV6iV-iiCpYKFhXTMXQ91fQIdZ3cHqmFg4JkDwFGA7mDaalwEtX3_t4jjbsUyjbv4xvBNTYbpDb33n8Dp6Az8Zeq2JXKzQlSCZyyhNDUW/s72-w640-c-h360/1000752382.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/09/rakyat-harus-jatuh-miskin-dulu-baru.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/09/rakyat-harus-jatuh-miskin-dulu-baru.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content