Oleh: Nia Setiawati
Akhir-akhir ini kita tentu sudah tidak asing lagi dengan HIV. HIV (Human Immunodeficiency Virus) ialah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menyerang sel darah putih bernama sel CD4. Jika seseorang yang sudah terjangkit virus HIV dibiarkan, maka akan memburuk menjadi AIDS (Acqurred Immunodeficiency Syndrome).
Salah satu penyebab seseorang terjangkit virus HIV ialah dengan seringnya seseorang tersebut melakukan hubungan seksual dengan bergonti-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman.
Penggunaan jarum suntik bergantian terutama pada pengguna narkoba.
Penularan dari ibu ke anak bisa terjadi karena sewaktu hamil ibunya sudah terjangkit virus HIV, lalu memberikan ASI kepada bayinya, itu salah satu penularan lewat ibu ke anak.
HIV tidak menular lewat bersin, berjabat tangan, keringat atau memakai toilet bersama.
Banyaknya remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas saat ini juga merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kasus HIV, contohnya pergaulan seksual yang menyimpang, seperti LGBT pun sangat mungkin terjangkit virus HIV.
Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7230 orang hidup dengan terjangkit virus ini. Berdasarkan data kumulatif sejak 2001 - Juni 2026 dari jumlah tersebut 522 orang merupakan jenjang pelajar PAUD - SMA.
Oleh karena itu, sangat penting sekali kita sebagai orang tua memahamkan kepada anak tentang pentingnya mengetahui apa itu HIV dan cara penanggulangannya. Penting juga untuk memahamkan kepada anak agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan terjangkitnya virus HIV.
Solusi pengobatan dan pencegahan HIV hari ini ialah dengan Terapi ARV.(Anti retroviral) rutin untuk menekan jumlah virus dalam darah; seks aman dengan memakai kondom dan hanya setia pada satu pasangan saja; penggunaan jarum suntik yang steril dan tidak memakai jarum suntik bekas orang lain.
Mungkin banyak yang bertanya mengapa jumlah kasus HIV sangat pesat berkembang. Salah satunya karena saat ini kebanyakan orang menormalisasikan pacaran. Sedangkan di dalam Islam, pacaran sangat dilarang karena selain haram juga mendekatkan pada perbuatan zina.
Di dalam Islam, sangat ditekankan untuk para pelajar khususnya wanita dan laki laki agar dipisahkan dan tidak belajar di satu ruangan yang sama, untuk mencegah timbulnya rasa/syahwat.
Namun, faktanya yang sering kita temukan di sekolah-sekolah saat ini justru para pengajar malah menyatukan anak laki-laki dan anak perempuan untuk duduk satu bangku dengan alasan agar tidak mengobrol. Mungkin anak jadi tidak mengobrol, tapi minusnya anak jadi tidak tahu batas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Anak akan menormalisasi jika dia bergaul dengan laki-laki atau sebaliknya maka itu suatu hal yang wajar baginya. Maka di sini sangat penting peran sebagai orang tua untuk lebih memahamkan kepada anak tentang batasan-batasan dalam pergaulan.
Maka dari itu, harus bersama mencegah penularan HIV agar tidak terus bertambah dengan memahamkan kepada semua terutama anak-anak, bahwa sangat pentingnya menjauhi pergaulan bebas dan tidak menormalisasikan semua perbuatan yang melanggar aturan Islam seperti LGBT, pacaran dan narkoba karena semua itu hanya akan merusak generasi penerus bangsa. Mari kembali kepada aturan hidup dari Allah Swt. yang sudah tertulis semua dalam Al-Qur'an agar hidup kita senantiasa aman tentram dan lebih terarah.
Wallahualam bissawab.
