Oleh Santy Al Mustaniroh
Aktivis Muslimah
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan sekitarnya menimbulkan dampak yang serius bagi masyarakat Kalimantan, terutama asap dari karhutla bisa memicu krisis ISPA berat yang mengancam keselamatan balita, ibu hamil atau menyusui dan anak-anak. Kemudian di wilayah yang terdampak langsung seperti Kalimantan Selatan perempuan menghadapi beban ganda, yaitu selain mengalami gangguan kesehatan reproduksi atau kehamilan, mereka harus mengurusi anggota keluarga yang sakit di tambah sulitnya mencari air bersih dan rusaknya mata pencaharian keluarga mereka. Mengapa karhutla terus berulang seperti bencana tahunan yang seolah-olah dipelihara akibat pembukaan lahan massif dan instan tanpa memperhatikan lingkungan pasca kebakaran atau pembukaan lahan, sementara yang dilakukan pemerintah dengan merespon sebatas pemadaman di hilir tanpa menyetop pemicu utama di hulu. Persoalan karhutla minim mitigasi dari pemerintah, sehingga negara tetangga juga terkena dampak dari karhutla tersebut. Masyarakat menilai tidak ada keseriusan untuk menindak tegas pelaku atau mencabut izin perusahaan perkebunan.
Akar Persoalan Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan terjadi berulang karena lahir dari sistem kapitalis yang memberikan kemudahan izin untuk pembentukan lahan secara massif demi keuntungan korporasi dan kepentingan segelintir orang, tanpa memperdulikan keselamatan manusia dan ekosistem. Ketika sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan, maka akan menimbulkan beban krisis sosial dan kesehatan yang diserahkan begitu saja kepada masyarakat yaitu sebuah keluarga. Faktanya justru perempuan yang menjadi terdampak pertama dengan terpaksa menanggung beban peran domestik yang makin berat, seperti merawat anak atau balita yang sedang sakit akibat asap dari karhutla, sementara jaminan perlindungan lingkungan dan kesehatan dari negara sangat minim dan terbatas. Langkah reaktif Pemerintah yaitu dengan memposisikan diri hanya sebagai pemadam kebakaran dan pemberi imbauan medis seperti memakai masker atau stayed indoor. Ini sama saja pemerintah membiarkan masa depan kesehatan generasi peradaban akan terus terancam setiap tahun tanpa ada tindakan preventif dan menghentikan total karhutla.
Solusi Islam
Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Dalam Al Qur'an dan as Sunnah akan memberikan solusi tuntas setiap persoalan manusia, sehingga cara pandang menyelesaikan karhutla akan diambil solusi sesuai syariat Islam. Dalam perspektif Islam karhutla adalah sebuah kejahatan yang secara tegas diharamkan dalam segala bentuk tindakan yang bisa membahayakan dan merusak alam. Karena hutan termasuk dalam kepemilikan umum yang haram diprivatisasi demi keuntungan segelintir orang atau kelompok.
Rasulullah saw. bersabda
الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ: فِي الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ
Artinya: Kaum muslimin berserikat dalam 3 perkara: air, padang rumput, dan api (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )
Maka negara dalam Islam khilafah akan bertindak sebagai pelindung dan pengurus untuk mengelola hutan sesuai syari'at Islam. Ditambah negara khilafah wajib memberikan jaminan jaring pengaman kesehatan, fasilitas medis berkualitas gratis, serta pasokan air bersih bagi perempuan dan anak-anak, sehingga beban peran domestiknya terhadap keluarga tidak semakin terhimpit saat bencana. Kemudian dalam Islam, negara khilafah wajib menindak tegas dan memberikan sanksi berat kepada pelaku perusak lingkungan atau pembakar hutan. Dan disaat yang sama, negara harus menghentikan seluruh izin eksplorasi lahan yang merusak ekosistem demi menjamin kualitas hidup generasi peradaban Islam yang mendatang.
Mitigasi Islam untuk Ibu dan Anak-Anak
Islam memperhatikan untuk menjaga kelestarian alam, lingkungan dan manusia. Allah SWT menyiapkan hukum terkait zawajir dan jawabir, terkait karhutla mitigasi Islam kepada ibu dan anak-anak dengan negara khilafah menyediakan masker gratis, stock air minum melimpah, air bersih dll, kemudian untuk anak-anak dilarang main diluar fokus untuk main di dalam, negara khilafah menghimbau kalau asap pekat sampai mengganggu nafas dan pandangan, sholat bisa dirumah karena masuk rukhsah. Mendirikan tenda-tenda kesehatan untuk pemulihan ibu dan anak-anak yang terkena ISPA. Dalam hal pendidikan pemulihan pasca karhutla dengan menanamkan rida atas musibah yang sudah terjadi serta menguatkan keimanan.
Allah SWT berfirman
"مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ"
Artinya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghabun : 11)
Walhasil umat Islam membutuhkan kepemimpinan Islam yaitu khalifah dalam bingkai negara khilafah, dengan periayahan Islam akan menyelesaikan karhutla dan menyelamatkan ibu dan generasi Islam penerus peradaban Islam.
Wallahu a'lam bi showab
