Oleh Dra. Rahma
Praktisi Pendidikan
Sudahkah ngerasa hidup kita ini kayak lagi main game, tapi controllernya dipegang orang lain? Atau lebih parah lagi, kita cuma jadi NPC (Non-Playable Character) di hidup orang lain?
Tiap buka medsos, isinya tuntutan semua. "Harus glow up biar dapet validasi," "Harus masuk jurusan yang populer biar nggak dianggap gagal," sampai "Harus ikut-ikutan tren biar nggak dibilang kuper." Rasanya capek banget, kan? Kena mental.
Padahal, ini hidup kita, tapi kok kayaknya kita cuma jadi aktor yang nunggu dikasih naskah sama "sutradara" yang namanya ekspektasi alias anggapan orang lain? Well, it's time to take back the control. My Life, My Destiny.
Kalau hidup kita ini kapal, values atau nilai-nilai itu adalah kompasnya. Tanpa itu, kamu bakal gampang banget "oleng" tiap kena badai opini netizen atau drama peer pressure yang nggak jelas arah anginnya.
Apa sih yang beneran penting buat kamu? Apa prinsip yang bikin kamu ngerasa bangga sama diri sendiri? Ketika kamu udah punya standar perbuatan yang kuat, kamu punya filter. Kamu bakal otomatis tahu mana perilaku yang aman dicontoh dan mana yang cuma "sampah yang bikin hidupmu berantakan, Namanya values alias standar hidup sifatnya selamanya. Bukan musiman atau fomo. Itu artinya, selama hayat masih dikandung badan kita mesti terikat dengan aturan alias rules biar hidup benar dan terarah. Sayangnya, banyak yang bilang, "Gue mah orangnya bebas, nggak mau diatur."
Bro/Sis, justru kalau nggak punya aturan, hidupmu bakal nggak karuan. Rules itu bukan penjara, tapi pagar rumah supaya nggak ada yang sembarangan masuk dan ngacak-ngacak privasimu. Contohnya gampang:
- Digital Detox: Punya aturan buat log out medsos sebelum tidur. Bukan buat antisosial, tapi biar mental mu nggak drain gara-gara scrolling hidup orang lain.
- Circle Management: Punya prinsip buat ninggalin pertemanan yang toxic. Quality over quantity, always.
- Disiplin Visi: Punya aturan buat diri sendiri saat belajar atau berkarya, bukan karena disuruh, tapi karena kamu punya target yang ingin dicapai.
Rules itu bentuk self-love paling nyata. Karena kamu sayang sama diri sendiri, kamu bakal jagain diri dari hal-hal yang toxic.
Spoiler alert: Begitu kamu mulai punya prinsip dan berani bilang "nggak" buat hal yang nggak sejalan sama values kamu, bakal ada yang nyinyir. Bakal ada yang bilang kamu berubah, atau mungkin dibilang kaku.
That's fine. Emang nggak bakal ada orang yang bisa disukai semua orang. Lebih baik jadi diri sendiri yang punya prinsip dan mungkin cuma disukai segelintir orang yang berkualitas, daripada jadi orang yang disukai semua orang tapi kamu sendiri merasa hampa. Menjadi otentik itu emang ada harganya, tapi jalan istiqamah yang kamu dapat jauh lebih mahal.
Kita nggak perlu nunggu lulus atau jadi orang sukses dulu buat pegang kendali. Mulai minggu ini, coba tentuin satu aturan buat diri sendiri. Misalnya, "Gue bakal berhenti comparing diri sendiri tiap buka HP," atau "Guesd bakal lebih sering ngaji dan berani speak up."
Hidup kita seperti kanvas kosong sebuah lukisan. Dan hanya kita yang berhak mewarnainya. Jangan kasih kuasnya ke orang lain, jangan biarin mereka asal coret hidupmu dengan standar mereka. Karena di akhir cerita nanti, yang bakal ngerasain pahit manisnya hidup ini adalah kamu. Dan di hari penghisaban nanti, kita sendiri yang bertanggung jawab atas perbuatan kita selama hidup di dunia. Jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri.
Allah swt mengingatkan dalam firman-Nya: "Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya" (QS Al-Muddassir: 38).
So, mulai dari sekarang kenali Islam lebih dalam untuk menguatkan kompas hidupmu biar lebih akurat dan selalu taat. Be your own hero![]
