Oleh Ana Merliana
Pendidik Generasi
Gen Z adalah sekelompok orang atau
anak yang lahir pada tahun 1997-2012. Orang yang dianggap cepat beradaptasi,
kreatif, peduli akan kesehatan mental, tapi juga generasi yang paling banyak
sistraksi dan tekanan mental.
Fakta saat ini, gen z banyak
mengalami masalah kesehtan mental. Meskipun saat ini mereka lebih terbuka pada
kesehatan mental. Kesadaran ini tercermin dari cara mereka merespon masalah
emosional. Hampir setengah dari gen Z yang
mengalami gangguan kesehatan mental mengaku percaya pada layanan
professional seperti konsultan, terapi hingga penggunaan obat sebagai cara
untuk pulih. Namun dibalik kesadaran tersebut, tekanan dihadapi Gen Z juga tidak ringan. Kehawatiran terhadap
masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental,dengan proporsi mencapai 60%.
Hal ini menunjukkan adanya ketidak pastian yang besar terkait karier,
stabilitas ekonomi hingga kondisi global.
Hasil dari survei yang melibatkan
1.158 responden dari kalangan Gen Zdan dilaksanakan pada 10-12 Desember
2025melalui kuisioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile jakpat.
Dampak gangguan mental yang terlihat di
antaranya perubahan suasana hati ( mood swing) paling umum dilaami (62%),
gangguan tidur atau insomnia, kecemasan dan kecemasan berlebihan (38%) juga
menjadi tantangan yang kerap dihadapi. Dikutip dari Good Stats,( senin, 8 april 2026)
Hal ini terjadi karena banyak
diantara mereka yang dilemahkan potensinya dengan berbagai hal yang merusak
jati diri. Sistem sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan menyebabkan standar
kebahagiaan terletak pada kenikmatan dunia semata. Baik berupa materi,
popularitas, gelar, jabatan dll.
Hal ini diperparah dengan mudahnya
akses informasi yang tidak tersaring di sosial media. Menyebabkan ekspektasi
sosial yang tinggi, yang nyatanya sulit diraih di sistem kapitalis sendiri.
Abainya riayah negara terhadap
generasi yang membiarkan mereka terlena dengan kenikmatan dunia Maya tanpa tau
realitas, juga menjadi salah satu faktor penting. Negara yang seharusnya bisa
mengendalikan ekonomi dan menyiapkan fasilitas dasar untuk rakyat nyatanya
abai. Akhirnya generasi muda dengan akses informasi yang sangat mudah ini,
semakin diliputi dengan ekspektasi tinggi tetapi realita jauh dari angan.
Berbeda dengan kehidupan generasi
Islam. Sistem Islam yang diterapkan akan memperkuat pendidikan ahlak dalam
keluarga. Islam menempatkan keluarga sebagai madrasah pertam bagi anak. Orang
tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik dengan kasih saying, keteladanan dan
kelembutan, bukan dengan tuntutan dan kekerasan.
Islam sebagai solusi dari krisi yang
melanda. Penerapan islam mendatangkan rahmatan lil alamin dan membawa
keselamatan serta ketenangan
Kehadiran negara sebagai pelindung
dan pelayan masyarakat. Negara sebagai pelindung harusnya mengayomi dan
melindungi warga negara terutama anak muda dari berbagai serangan baik berupa
fisik maupun mental. Sebagai pelayan masyarakat harusnya bisa menyediakan
lapangan pekerjaan dan jaminan kepada generasi agar tidak ada lagi kecemasan
Menyadarkan pemuda hari ini untuk
mengemban mabda islam, serta perduli dengan kondisi umat dan tidak mementingkan
diri sendiri, serta melihat kembali bagaimana generasi pada masa kejayaan islam
yang sangat kuat, berkepribadian islam dan cakap dalam berbagai bidang
keilmuan.
Islam agama yang sempurna. Karena
itu solusi mendasar mewujudakan generasi cemerlang adalah penerapan syariah Islam
secara menyeluruh dan sistem pemerintahan Islam. Negara yang menerapkan hukum-hukum
Allah dalam bidang politik, ekonomi, keuangan, perdagangan, lapangan pekerjaan,
industry dan pengelolaan sumber daya alam dll. Dengan penerapan Islam secara
kaffa. Wallahualam bissawab.