Ketika Aktivis Kemanusiaan Menjadi Korban Kekerasan

 


 

Oleh Ika Saraswati

Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah

 

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang bertujuan menyalurkan bantuan bagi warga Gaza justru diwarnai berbagai dugaan pelanggaran kemanusiaan.

Dikutip dari aljazeera.com, (22/05/2026), penyelenggara GSF 2.0 melaporkan sedikitnya 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, terhadap para relawan yang ditahan oleh militer Israel. Selain itu, sejumlah relawan dilaporkan ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat dan puluhan lainnya mengalami patah tulang akibat tindakan kekerasan selama penahanan. Fakta ini menimbulkan keprihatinan dunia karena korban merupakan aktivis kemanusiaan yang tidak terlibat dalam aktivitas militer.

Dikutip dari kompas.com, Jakarta, (Rabu, 25/6/2026), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi adanya sembilan warga negara Indonesia yang ditahan oleh Israel dalam misi tersebut. Para relawan Indonesia yang telah dibebaskan, mengaku mengalami pemukulan, sengatan listrik, serta intimidasi verbal dengan sebutan "teroris" selama berada dalam tahanan.

Dikutip dari laman bbcindonesia.com, (23/05/2026), Pemerintah Kanada menerima laporan mengenai perlakuan yang disebut "mengerikan" terhadap warganya, sedangkan Pemerintah Jerman dan Spanyol mengonfirmasi kepada awak media adanya warga mereka yang mengalami cedera. Berbagai laporan tersebut menunjukkan adanya pola perlakuan represif terhadap para aktivis kemanusiaan yang berasal dari berbagai negara. 

Peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari konflik berkepanjangan yang terjadi di Palestina. Tindakan kekerasan terhadap relawan kemanusiaan menunjukkan adanya sikap represif terhadap siapa pun yang berupaya memberikan dukungan kepada rakyat Gaza.

Aktivis yang datang membawa bantuan kemanusiaan seharusnya memperoleh perlindungan sebagai warga sipil non-kombatan. Namun, fakta yang terjadi justru memperlihatkan sebaliknya. Hal ini mengindikasikan adanya krisis penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan hukum perang yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua pihak.

Di sisi lain, berulangnya berbagai tuduhan pelanggaran kemanusiaan menunjukkan lemahnya sistem internasional dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keadilan. Berbagai resolusi, kecaman, dan mekanisme hukum internasional sering kali tidak mampu menghentikan pelanggaran yang terus terjadi. Ketimpangan kekuatan politik global menyebabkan penegakan hukum internasional kerap dipandang tidak berjalan secara adil. Akibatnya, berbagai tindakan yang menimbulkan penderitaan bagi warga sipil maupun aktivis kemanusiaan terus berulang tanpa adanya penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar persoalan.

Oleh karena itu, penyelesaian persoalan Palestina tidak cukup hanya melalui bantuan kemanusiaan, pernyataan, kecaman, ataupun diplomasi yang bersifat sementara.

Akar masalah yang sesungguhnya adalah masih berlangsungnya penjajahan atas tanah Palestina. Selama penjajahan tetap dipertahankan, berbagai bentuk kekerasan, blokade, kelaparan, dan pelanggaran kemanusiaan berpotensi terus terjadi. Karena itu, diperlukan upaya yang berorientasi pada penghapusan akar persoalan, yaitu mengakhiri penjajahan dan mengembalikan hak-hak rakyat Palestina secara menyeluruh.

Dalam Islam, penjajahan merupakan kezaliman yang wajib dihilangkan. Oleh sebab itu, umat Islam dan para penguasa negeri-negeri Muslim harus memiliki kesadaran politik untuk melindungi kaum Muslim yang tertindas serta menghentikan berbagai bentuk penjajahan. Penerapan syariat Islam secara menyeluruh diyakini mampu menghadirkan sistem yang melindungi kehormatan perempuan, menjamin keselamatan warga sipil, serta menegakkan aturan perang secara adil.

Dengan demikian, tragedi yang menimpa para perempuan relawan Global Sumud Flotilla hendaknya menjadi pengingat bahwa perjuangan membela Palestina tidak cukup berhenti pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga harus diarahkan pada upaya mengakhiri penjajahan yang menjadi sumber utama berbagai penderitaan yang terjadi hingga saat ini.

Hanya sistem Islam (Khilafah) yang mampu menyatukan umat Muslim di seluruh dunia. Pemimpin negara Islam (Khalifah) yang akan mengomandoi pengiriman tentara-tentara untuk membebaskan Palestina dari kezaliman zionis Israel. Saatnya umat kembali kepada penerapan sistem Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan.

Wallahualam bishawwab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,89,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,19,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,209,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,212,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,196,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,668,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,4,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,641,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Ketika Aktivis Kemanusiaan Menjadi Korban Kekerasan
Ketika Aktivis Kemanusiaan Menjadi Korban Kekerasan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4iRalLV-j8fRDUmzucPZcHAkxGcET3A1XkVZv6ZagtAh5_Oh7Cb-DZK1COgwD-Vhv0-IY6oZQYmxO66wXajXnQNk3pCFeBkA0BgQvFqK_YKgsRZHqcX0MpPqYqEvhw85Zea0P0ODp_HBw4QchhkO7wQms16INqS8ZZZIOA0MRaDXJW4il3f8Fn6GM3l4L/w253-h262/Teh%20Ika%20S.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4iRalLV-j8fRDUmzucPZcHAkxGcET3A1XkVZv6ZagtAh5_Oh7Cb-DZK1COgwD-Vhv0-IY6oZQYmxO66wXajXnQNk3pCFeBkA0BgQvFqK_YKgsRZHqcX0MpPqYqEvhw85Zea0P0ODp_HBw4QchhkO7wQms16INqS8ZZZIOA0MRaDXJW4il3f8Fn6GM3l4L/s72-w253-c-h262/Teh%20Ika%20S.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/06/ketika-aktivis-kemanusiaan-menjadi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/06/ketika-aktivis-kemanusiaan-menjadi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content