Padang, — Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sumatera Barat bersama Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pelaksanaan Seminar Literasi Ekonomi dan Keuangan Syari’ah dalam rangka DAUN Syari’ah Festival (Road to FESyar Regional Sumatera 2026) yang berlangsung di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Kamis, (21/05/26).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Barat.
“Kami di Bank Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem halal melalui percepatan sertifikasi halal, digitalisasi UMKM, serta kampanye publik seperti Minang Halal Fest dan DAUN Ramadan.
Sinergi ini penting untuk memperkuat identitas Sumatera Barat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ujar Mohamad Abdul Majid Ikram.
Ia juga menambahkan bahwa Bank Indonesia akan terus mendorong penguatan UMKM syariah agar mampu berkembang dan bersaing hingga pasar global.
“Kami ingin UMKM halal di Sumatera Barat tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional melalui pendampingan, digitalisasi, serta akses pembiayaan syariah,” tambahnya.
Dalam seminar tersebut, Dr. H. Muhammad Sobri yang juga Ketua STAI YASTIS Padang tampil sebagai narasumber dengan tema “Perkembangan Ekonomi Syari’ah di Sumatera Barat”.
Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.
“Sumatera Barat memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Nilai-nilai ABS-SBK yang hidup di tengah masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Muhammad Sobri.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam memperkuat literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.
“Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, KDEKS, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat agar ekonomi syariah benar-benar menjadi kekuatan ekonomi umat,” jelasnya.
Sementara itu, Borry Fonanda yang juga Wakil Direktur Eksekutif KDEKS Kota Padang menyampaikan materi tentang “Pengelolaan Keuangan Secara Syari’ah”.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.
“Keuangan syariah bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang keberkahan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak dan sesuai prinsip Islam,” kata Borry Fonanda.
Ia juga menilai generasi muda memiliki peran penting dalam memperkuat perkembangan ekonomi syariah di masa depan.
“Anak muda harus menjadi pelopor dalam membangun budaya ekonomi dan keuangan syariah, terutama di era digital saat ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Ikrar Abdi menyampaikan materi mengenai pentingnya penggunaan produk dan jasa halal dalam kehidupan masyarakat.
“Produk halal tidak hanya menjadi kebutuhan umat Islam, tetapi juga mencerminkan kualitas, keamanan, dan kepercayaan konsumen. Karena itu, sertifikasi halal menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal,” tutur Dr. Ikrar Abdi.
Ia juga berharap semakin banyak pelaku usaha di Sumatera Barat yang segera mengurus sertifikasi halal bagi produknya.
“Kami terus mendorong percepatan sertifikasi halal agar produk-produk UMKM Sumatera Barat mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas ekonomi syariah.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin meningkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mewujudkan Sumatera Barat sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.



