Wibawa Guru Runtuh di Tengah Gaya Hidup Kapitalis

 


Oleh Triana Amalia, S.Pd.

Aktivis Muslimah


Media sosial kembali diwarnai dengan aksi perbuatan tercela siswa terhadap gurunya. Di sisi lain, guru yang mendidik adab dengan benar dikriminalisasi. Lantas, bagaimana cara agar wibawa guru kembali terangkat?

Berita Perbuatan Tercela Murid terhadap Guru 

Krisis etika terjadi di Purwakarta. Beredar video di internet, bahwa seorang siswa mengacungkan jari tengah di ruang kelas. Hal tersebut dinilai melecehkan guru sebagai sosok yang harusnya dimuliakan. Kejadian ini berlokasi di Purwakarta. (Detik.com, 18/04/2026)

Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat berpendapat atas aksi siswa tersebut. Beliau menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Kelanjutan dari komentar Dedi M, bahwa para siswa orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah. Skorsing 19 hari menjadi awal hukuman yang diberikan pihak sekolah. (Detik.com, 18/04/2026)

Profil Pelajar Pancasila, Apakah Program itu Cukup menjadi Solusi?

Para siswa yang mengacungkan jari tengah kepada guru itu ingin pengakuan di media sosial. Viral seakan sudah menjadi "kiblat" hidup. 

Kemendikdasmen menjalankan program Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan.

Enam ciri utama Profil Pelajar Pancasila, yakni: beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. 

Namun hari ini, banyak program yang dinilai sebagai upaya membentuk karakter siswa. Adanya kasus ini, program tersebut terbukti belum efektif. Bahkan dalam beberapa kasus hanya berhenti pada tahap administratif atau simbolis. 

Gaya Hidup Sekular Kapitalis Penyebab Utamanya

Pendidikan hanya berbasis materi sekuler, dengan mengesampingkan tata krama, etika, dan cara bersikap. Termasuk kepada guru, bukan bersumber dari ajaran agama. Namun ditentukan oleh konten atau pengakuan di media sosial.

Akibatnya, siswa lebih mementingkan moralitas daripada menjaga martabat guru sebagai figur pendidik. Oleh sebab itu, tidak sedikit tindakan menyimpang demi memperoleh perhatian, pengakuan, atau popularitas di ruang digital. Para pelajar yang tidak hormat kepada guru, sesungguhnya membawa bangsa ini kepada kehinaan dan kebodohan. 

Islam Mengembalikan Wibawa Guru

Arah pendidikan sekuler, membuat wibawa guru menjadi lemah. Konsep adab yang menjadi fondasi dalam menuntut ilmu menjadi kurang. Menghormati guru karena perannya sebagai perantara ilmu tak lagi dinilai sebagai bentuk ibadah. 

Liberalisme yang mengantarkan pada kebebasan berekspresi tak lagi terbendung. Permasalahan ini menyebabkan banyaknya pelanggaran moral. Sekalipun sekolah memberi sanksi, tidak akan membuat jera. 

Guru tidak berdaya terhadap siswa yang berbuat salah, karena takut dituntut apabila menegurnya. Pada dasarnya, guru menempati posisi mulia karena perannya sebagai perantara ilmu, yang merupakan cahaya dari Allah SWT. 

Bahkan Rasulullah saw. menegaskan bahwa pengabaian adab kepada guru merupakan penyimpangan. Rasulullah saw. bersabda:

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu.” (HR. Tirmidzi). Sistem yang menjadikan adab sebagai hal integral dalam pendidikan adalah sistem pendidikan Islam. 

Al-Alamah Syaikh Atha’ bin Khalil dalam kitabnya "Usus at Ta’lim fi ad Daulah al-Khilafah" memaparkan bahwa kurikulum pendidikan harus dibangun di atas landasan akidah Islam agar mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, yakni kesatuan antara pola pikir dan pola sikap yang senantiasa terikat pada syariat. 

Kurikulum semacam ini tidak hanya berorientasi pada pemaparan materi semata. Melainkan menjelaskan halal dan haram sebagai standar hidup. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi terjaga secara moral. 

Apalagi Islam secara negara memberikan kesejahteraan yang layak bagi guru. Sehingga para guru dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa tekanan ekonomi. Penghormatan ini akan berimplikasi pada terjaganya wibawa guru di hadapan siswa dan masyarakat. Sebab mereka tidak hanya diakui secara moral tetapi didukung secara sistemis oleh negara. 

Hal ini dapat dilihat dari Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, membuat kebijakan gaji guru sebesar 15 dinar. Juga mewajibkan menjaga ruang publik termasuk digital dari berbagai konten yang merusak moral. Arus informasi yang tidak tersaring seperti menormalisasi penghinaan, pelecehan, maupun kekerasan terhadap pihak lain terdapat bentuk pemahaman yang salah terhadap generasi muda mengenai batasan perilaku. 

Oleh karena itu, negara bersistem pemerintahan Islam akan melakukan penyaringan berkenaan dengan konten digital, agar selaras dengan nilai-nilai Islam. Akan menciptakan ekosistem media yang edukatif dan membangun karakter. 

Kesimpulan

Sistem pendidikan Islam akan menjaga wibawa guru dan memberikan batasan moral yang ketat bagi siswa sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, sebagai muslim dan muslimah wajib mengkaji Islam kafah secara intensif, agar negara yang menerapkan sistem pendidikan Islam segera hadir. 

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,89,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,18,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,199,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,205,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,194,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,645,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,82,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,633,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Wibawa Guru Runtuh di Tengah Gaya Hidup Kapitalis
Wibawa Guru Runtuh di Tengah Gaya Hidup Kapitalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRRXYup0j3EKixAIRA3ZjQ96YMBzMQLAK1RAHAo4s7mpUDbuWclq5DM7qijVQHgwEispHNVcYwTVY2qqMC9zkCmKqvtzjdRrc99wH7hVh2JQYhF4L3Q3wMQBoPRFVjSwso6G0tRT7mvtRzF07fe170D6DXOQXEyRo2ycMkPUdsNKtLnBeVrtncsVp17gPg/s320/WhatsApp%20Image%202026-04-29%20at%2014.59.19.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRRXYup0j3EKixAIRA3ZjQ96YMBzMQLAK1RAHAo4s7mpUDbuWclq5DM7qijVQHgwEispHNVcYwTVY2qqMC9zkCmKqvtzjdRrc99wH7hVh2JQYhF4L3Q3wMQBoPRFVjSwso6G0tRT7mvtRzF07fe170D6DXOQXEyRo2ycMkPUdsNKtLnBeVrtncsVp17gPg/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-04-29%20at%2014.59.19.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/wibawa-guru-runtuh-di-tengah-gaya-hidup.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/wibawa-guru-runtuh-di-tengah-gaya-hidup.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content