Puskesmas Kosong, Kok Bisa?

Rismawati Aisyacheng
Oleh Rismawati Aisyacheng
(Pegiat Literasi) 

Baru-baru ini telah beredar sebuah video hingga viral di medis sosial, yang mana dalam video itu terdapat seorang keluarga yang mendatangi puskesmas terdekat karena ada anggota keluarganya habis kecelakaan sampai patah kaki dan sedang dalam kondisi darurat, kata seorang perempuan di balik video tersebut. Namun, dalam video itu memperlihatkan suasana puskesmas tersebut dalam keadaan kosong tanpa petugas satu pun yang standby di tempat. Padahal dalam sebuah klarifikasi Kepala Puskesmas bahwa di Puskesmas itu di sediakan IGD selama 24 jam pelayanan.

Sebagaimana yang dilansir anoanews.com bahwa Kepala Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Asti Purnama, S.Kep., Ns., angkat bicara terkait beredarnya video viral yang mengungkapkan kondisi Puskesmas Rarowatu tanpa petugas saat seorang pasien datang berobat. Beliau menjelaskan bahwa jam pelayanan di Puskesmas Rarowatu sebenarnya dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Sedangkan pasien yang datang dalam video viral tersebut tiba pukul 07.02 WITA, dan para perawat biasanya baru tiba sekitar pukul 07.20 WITA. Nah pada saat petugas datang di Puskesmas saat itu, pasien sudah tidak berada di tempat. Selain itu, Kepala Puskesmas juga melanjutkan penjelasannya bahwa, di Puskesmas Rarowatu bukan puskesmas rawat inap, maka perawat tidak standby 24 jam di puskesmas. Namun demikian, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap tersedia 24 jam, meskipun petugas berada di rumah masing-masing dan akan datang saat dibutuhkan.

Fakta bahwa puskesmas Rarowatu bukanlah puskesmas rawat inap sehingga tidak ada petugas jam sebelum jam kerja mungkin bisa dimaklumi. Namun, disisi lain tetap menyediakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam, walaupun petugasnya masing-masing stay di rumah dan siap datang ketika dibutuhkan. Tapi faktanya ketika pasien datang mereka tidak bersegera untuk datang dan melayani pasien tersebut. Jikalau pun memang tidak bisa ditangani di puskesmas itu, setidaknya ada petugas yang harusnya datang untuk mengarahnya apa yang harus di lakukan keluarga pasien, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab merek sebagai petugas kesehatan yang sedang ditugaskan di Puskesmas tersebut.

Fenomena pengabaian pasien dalam sistem kesehatan berbasis kapitalis sekuler mencerminkan kegagalan sistem pelayanan kesehatan dalam memenuhi fungsi regulasi, koordinasi rujukan, serta pemenuhan hak dasar pada masyarakat atas layanan medis. Adapun fungsi regulasi atau seperangkat aturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang dalam banyak negara, termasuk Indonesia mewajibkan RS memberi pertolongan pertama pada pasien gawat darurat.

Namun, kenapa regulasi yang dibuat tidak terwujud bahkan gagal memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat? Jelas ini adalah bukti rusaknya tata kelola sistem yang ada pada saat ini karena pengawasan yang lemah dari pemerintah setempat, sehingga terjadilah pengabaian terhadap hak-hak masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan. Apa lagi tidak adanya mekanisme sanksi tegas bagi puskesmas atau pelaku pengabaian juga menjadi faktor utama gagalnya pemenuhan hak-hak pelayanan kesehatan dalam sistem kapitalis.

Berbeda halnya dalam sistem Islam yang menganggap bahwa pelayanan kesehatan adalah mutlak tanggung jawab negara dan menjadi hak setiap masyarakat memperoleh fasilitas terbaik dari kesehatan serta pelayanan yang terbaik juga dari sistem kesehatan. Tidak memandang ia mampu atau kurang mampu, serta tidak memandang ia dalam kondisi darurat ataupun tidak. Jadi, semua rakyat berhak mendapat pelayanan kesehatan gratis, akses mudah, pelayanan terbaik dan berkualitas. Sehingga jika terjadi pengabaian, maka termasuk kezaliman dan kelak akan Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada semua pihak-pihak berwenang untuk mengurusi masalah kesehatan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena, sesungguhnya umat butuh pemimpin yang bisa memberi kesejahteraan pada masyarakat dalam rana apapun termasuk dalam sistem kesehatan. Dan hanyalah pemimpin dalam sistem Islam yang mampu memberi kesejahteraan itu, karena mereka takut kepada Allah jika ia lalai dalam kepemimpinannya. Wallahualam bissawab.


MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,178,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,187,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,594,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,611,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Puskesmas Kosong, Kok Bisa?
Puskesmas Kosong, Kok Bisa?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZEQjI7rsZrY1M7pXuCOpdvcQnCGgHd2fvDbRIqAWuibCzx_lOeRdC-dpJxrqs9dEUwP26KgkiUOcAUM74LsLxTjDCJ2_eBpGytOW8rgpxwe_DspipoNeoxd-a6-ILLAd_0-B_kxfYOb0YwUA8uixubPQsjwQ1f9G8cBb1bKJhmho0HNnGfImN_qcLf15b/w480-h640/1000602562.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZEQjI7rsZrY1M7pXuCOpdvcQnCGgHd2fvDbRIqAWuibCzx_lOeRdC-dpJxrqs9dEUwP26KgkiUOcAUM74LsLxTjDCJ2_eBpGytOW8rgpxwe_DspipoNeoxd-a6-ILLAd_0-B_kxfYOb0YwUA8uixubPQsjwQ1f9G8cBb1bKJhmho0HNnGfImN_qcLf15b/s72-w480-c-h640/1000602562.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/04/puskesmas-kosong-kok-bisa.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/04/puskesmas-kosong-kok-bisa.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content