Jeratan Judol Berujung Tragedi: Anak Tega Bunuh Ibu di Lahat

Nahmawati, S.IP
Oleh Nahmawati, S.IP
Pegiat Literasi 

Potret kelam rusaknya nurani akibat jerat judi online. Seorang pemuda tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, sosok yang seharusnya paling dihormati dan dilindungi. Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sinyal bahaya atas dampak destruktif kecanduan judol yang kian merambah berbagai lapisan masyarakat tanpa kendali.

Peristiwa tragis terjadi di Lahat, Sumatera Selatan, ketika seorang pemuda berusia 23 tahun tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Tindakan keji ini diduga dipicu oleh kecanduan judi online yang telah menguasai dirinya. Dorongan untuk terus bermain, ditambah tekanan akibat kekalahan dan kebutuhan uang yang tidak terpenuhi, membuat pelaku kehilangan kendali hingga melakukan perbuatan yang melampaui batas kemanusiaan.

Penemuan jasad korban berinisial SA (63) berawal dari kecurigaan keluarga yang tidak melihat keberadaannya selama hampir sepekan. Salah satu anaknya mulai merasa janggal karena sang ibu yang biasanya aktif tiba-tiba menghilang tanpa kabar, terlebih setelah tercium bau tidak sedap di sekitar rumah. Kecurigaan tersebut mengarah pada titik terang ketika seorang tetangga mengaku pernah dimintai bantuan oleh pelaku untuk menggali lubang di kebun milik korban. Informasi ini kemudian menuntun keluarga bersama warga dan perangkat desa untuk melakukan pengecekan di lokasi tersebut pada Rabu (8/4/2026) dini hari. (Kompas.id, 10 April 2026).

Kasus ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, telah banyak peristiwa serupa yang menunjukkan bahwa kecanduan judi online kerap menjadi pemicu tindak kriminal, termasuk pembunuhan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa judi online tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga mampu merusak kondisi psikologis seseorang hingga mendorong tindakan ekstrem. Jika tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin kasus-kasus serupa akan terus berulang di tengah masyarakat.

Akar persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pemahaman sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Dalam paradigma ini, manusia diarahkan untuk menjadikan kepuasan materi sebagai tujuan utama, sementara standar benar dan salah diukur berdasarkan manfaat yang bersifat pragmatis. Akibatnya, segala cara yang dianggap mampu memberikan keuntungan akan ditempuh, tanpa mempertimbangkan nilai moral dan agama. Judi online pun dipandang sekadar sebagai sarana mencari keuntungan instan, bukan perbuatan yang harus dijauhi. Ketika pola pikir seperti ini mengakar, kontrol diri menjadi lemah karena tidak ada landasan nilai yang kokoh, sehingga individu mudah terjerumus dalam perilaku destruktif.

Penerapan sistem ekonomi kapitalisme turut memperparah kondisi ini dengan menciptakan kesenjangan sosial yang semakin lebar di tengah masyarakat. Ketika kekayaan hanya berputar di kalangan tertentu, sementara sebagian besar rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, tekanan ekonomi pun menjadi tak terhindarkan. Dalam situasi terdesak, sebagian individu mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang, termasuk melalui judi online yang menjanjikan keuntungan instan. Namun, ketika harapan itu berujung pada kerugian, tekanan justru semakin besar dan dapat memicu tindakan kriminal.

Dalam konteks ini, negara yang menerapkan sistem kapitalis tampak gagal menjalankan perannya sebagai junnah (pelindung) bagi rakyat. Alih-alih menutup celah kerusakan, praktik judi online justru terus menjamur, seolah dibiarkan karena dianggap memberi kontribusi terhadap perputaran ekonomi, meski dengan cara yang merusak. Kebijakan yang diambil pun cenderung reaktif dan parsial, seperti sekadar memblokir situs tanpa memberantas akar persoalan hingga ke hulu. Akibatnya, penanganan yang tidak menyeluruh ini justru membuat masalah terus berulang.

Selain itu, lemahnya efek jera dari sanksi yang diberikan kepada pelaku kriminal turut menjadi faktor berulangnya kasus serupa. Hukuman yang ada sering kali tidak mampu memberikan peringatan tegas, baik bagi pelaku maupun masyarakat luas. Akibatnya, tindak kejahatan tidak benar-benar ditekan, melainkan cenderung berulang dengan pola yang sama. Ketika sanksi tidak mampu menyentuh aspek pencegahan dan penjeraan sekaligus, maka keamanan masyarakat menjadi rapuh.

Sebagai solusi mendasar, Islam menjadikan akidah sebagai asas kehidupan yang mengarahkan seluruh perilaku manusia. Dalam pandangan ini, standar benar dan salah ditentukan oleh halal dan haram, bukan semata-mata manfaat materi. Dengan demikian, setiap individu akan memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan, sehingga tidak mudah tergoda oleh jalan pintas seperti judi online. Keimanan yang kokoh berfungsi sebagai benteng pertama yang menjaga seseorang dari perilaku menyimpang, bahkan ketika berada dalam tekanan sekalipun.

Di sisi lain, sistem ekonomi Islam menawarkan mekanisme yang menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar setiap individu secara menyeluruh. Negara berperan aktif dalam mengelola sumber daya yang termasuk dalam kepemilikan umum untuk sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat, sehingga tidak terjadi penumpukan kekayaan pada segelintir pihak. Dengan distribusi yang adil dan pengelolaan yang amanah, kesenjangan sosial dapat ditekan. Kondisi ini akan mengurangi tekanan ekonomi yang kerap mendorong seseorang mencari jalan pintas melalui praktik-praktik terlarang.

Lebih jauh, dalam sistem Khilafah, negara hadir sebagai raa’in (pengurus) dan junnah (pelindung) bagi rakyat yang bertanggung jawab penuh atas keamanan dan kesejahteraan mereka. Dalam kerangka ini, praktik judi online diharamkan secara tegas dan diberantas hingga ke akar, bukan sekadar dibatasi secara parsial. Negara tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang merusak moral masyarakat, sehingga potensi kejahatan dapat dicegah sejak awal.

Selain itu, negara Khilafah menerapkan sanksi tegas (uqubat) yang memiliki fungsi zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa) bagi pelaku kriminal, baik dalam kasus judi maupun pembunuhan. Sanksi yang jelas, adil, dan konsisten akan memberikan efek jera yang nyata, tidak hanya bagi pelaku tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan demikian, rantai kejahatan dapat diputus dan rasa aman dapat terwujud secara nyata.

Tragedi pembunuhan ibu oleh anak kandung di Lahat seharusnya menjadi peringatan keras bahwa kerusakan yang terjadi hari ini bukanlah persoalan sederhana. Judi online hanyalah pemicu, sementara akar masalahnya terletak pada sistem kehidupan yang keliru. Tanpa perubahan mendasar, kasus serupa akan terus berulang. Oleh karena itu, sudah saatnya menghadirkan solusi menyeluruh yang mampu menjaga manusia tetap dalam koridor kemanusiaan dan nilai yang benar, demi terciptanya kehidupan yang aman dan bermartabat. Wallahu alam bisshawab.


MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,88,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,18,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,197,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,205,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,191,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,641,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,82,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,631,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Jeratan Judol Berujung Tragedi: Anak Tega Bunuh Ibu di Lahat
Jeratan Judol Berujung Tragedi: Anak Tega Bunuh Ibu di Lahat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT0RZN1sx2AOF4i57Z7hHjsANwaM5-1xpgqTfORXrnlNtdYD9rnTdg0407uSVl6FKO_aA98TGN91HySTNSiBB7anF2bhtou45GVapSQ0TKjF5bfwcOffREc8pefdZyqZc0HtBOT3DeSebALK5_t0P-VI2wgx26korPUHHeYbBBUSAxOeLWV2piwhdXT9LN/w288-h640/1000593811.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT0RZN1sx2AOF4i57Z7hHjsANwaM5-1xpgqTfORXrnlNtdYD9rnTdg0407uSVl6FKO_aA98TGN91HySTNSiBB7anF2bhtou45GVapSQ0TKjF5bfwcOffREc8pefdZyqZc0HtBOT3DeSebALK5_t0P-VI2wgx26korPUHHeYbBBUSAxOeLWV2piwhdXT9LN/s72-w288-c-h640/1000593811.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/04/jeratan-judol-berujung-tragedi-anak.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/04/jeratan-judol-berujung-tragedi-anak.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content