Oleh Nadhira Trusty Rafifah
Aktivis Pelajar dan Pemerhati Remaja
Globalisasi dan media sosial membawa dampak besar bagi umat Islam. Media sosial juga sering menjadi sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pemahaman agama yang keliru. Banyak orang belajar agama dari potongan video atau status singkat tanpa memahami konteks, sehingga mudah terjadi salah tafsir dan perpecahan. Selain itu, budaya pamer (riya’), pencarian popularitas, dan standar kesuksesan duniawi semakin menggeser nilai keikhlasan dan kesederhanaan dalam Islam.
Dalam pandangan Islam, globalisasi dan media sosial bisa membawa kebaikan atau keburukan, tergantung bagaimana manusia menggunakannya.
Permasalahan Islam Saat Ini
Salah satu permasalahan utama Islam saat ini adalah krisis pemahaman terhadap ajaran agama. Sebagian umat Islam memahami agama secara dangkal, hanya sebatas ritual, tanpa menghayati nilai-nilai akhlak dan sosial yang terkandung di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan sikap beragama yang kaku, mudah menyalahkan pihak lain, bahkan memicu perpecahan.
Permasalahan kedua adalah pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi. Media sosial, misalnya, memberikan manfaat besar dalam menyebarkan dakwah, tetapi juga membawa dampak negatif seperti penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, dan konten yang bertentangan dengan nilai Islam. Banyak generasi muda Muslim yang terpengaruh budaya luar tanpa melakukan penyaringan sesuai ajaran agama.
Selain itu, terdapat pula permasalahan moral dan akhlak. Fenomena menurunnya etika, kejujuran, dan kepedulian sosial menjadi tantangan serius.
Pandangan Islam terhadap Permasalahan Tersebut
Islam memandang bahwa setiap permasalahan pasti memiliki solusi. Dalam menghadapi krisis pemahaman agama, Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu secara benar dari sumber yang terpercaya, yaitu Al-Qur’an, Hadis, dan ulama yang berkompeten. Dengan pemahaman yang baik, umat Islam dapat bersikap moderat dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang menyimpang.
Dalam menyikapi globalisasi dan teknologi, Islam tidak menolak kemajuan, tetapi mengajarkan prinsip menyaring dan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Teknologi dapat dijadikan sarana dakwah, pendidikan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah selama digunakan sesuai dengan nilai-nilai.
