![]() |
| Oleh Rismawati Aisyacheng (Pegiat Literasi) |
Masalah demi masalah menghantam dunia ini, yang akibatnya berdampak pada umat manusia yang ada di muka bumi. Selain masalah-masalah finansial dan kriminal di dalam negeri muncul juga masalah-masalah besar terkait penyerangan antar negara seperti yang di lakukan Israel ke negara Palestina, dan saat ini muncul pula berita negara adidaya Amerika juga melakukan penyerangan terhadap satu negara bernama Venezuela. Hal ini jelas menggemparkan dunia. Dari penyerangan itu, tampak jelas negara As semakin menunjukkan sifat arogansinya dengan melakukan penyerangan serta ancaman pada negara-negara lain di dunia termasuk yang di lakukan kepada Venezuela.
Cnbcindonesia.com (08/01/2026) melansir bahwa Amerika Serikat (AS) telah melakukan penyerangan pada tanggal 03 Januari 2026 terhadap negara Venezuela yang menyebabkan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro di Caracas dan akibat penyerangan itu menewaskan 100 orang serta melukai puluhan lainnya. Data diungkap Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, Rabu waktu setempat.
Cabello mengatakan bahwa sekitar 100 orang tewas dan jumlah yang sama terluka. Serangan Amerika Serikat terhadap negara mereka sangat mengerikan, ungkapnya lewat televisi pemerintah, yang dikutip AFP, Kamis (8/01/2026).
Adapun alasan penyerangan terhadap negara Venezuela yang berujung pada penangkapan pemimpin mereka bermula dari tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintah Venezuela Nicolas Maduro yang terus meningkat sejak Presiden Donald Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari lalu. Sejak saat itu, berbagai langkah politik, militer, dan ekonomi ditempuh Presiden AS untuk melemahkan posisi Venezuela.
Presiden AS Trump juga sempat menjalankan strategi maximum pressure terhadap rezim Venezuela dengan menuding Presiden Nicolas Maduro sebagai dalang berbagai aktivitas yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan, mulai dari perdagangan narkoba hingga imigrasi ilegal ke negara AS.
Bahkan pada Juli 2025, Washington mengumumkan hadiah sebesar 50 juta dolar AS untuk orang yang bisa memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicholas Maduro. Jadi alasan terbesar AS melakukan penyerangan bahkan menangkap Nicolas Maduro karena pemerintah AS menuduhnya sebagai salah satu pengedar narkoba terbesar di dunia, sekaligus memperkuat narasi bahwa Venezuela berada di bawah kepemimpinan yang dianggap kriminal. (Kumparan.com, 05/01/2026)
Dari penyerang As terhadap Venezuela tampak jelas bahwa dunia saat ini berada di bawah kendali AS dan ideologi kapitalismenya yang akhirnya membuat umat Islam terjajah, lemah, menderita, dan semakin sekuler. Oleh karena itu, tampaklah di permukaan bencana-bencana ekologis di dunia terjadi di mana-mana akibat keserakahan kepemimpinan global saat ini.
Pemimpin global saat ini seolah tidak punya lagi rasa kemanusian. Bagaimana tidak, demi sebuah kekuasaan dan sumber daya Alam yang dimiliki suatu negara 100 nyawa seakan tak ada artinya dan tak berharga di hadapannya, menganggap diri paling hebat dan berkuasa seolah dunia ini dan seisinya merekalah yang menciptakan. Maka mereka seenaknya meluluhlantakkan suatu negara dan penduduknya demi sebuah kekuasaan agar terus berasa dalam kendalinya.
Sungguh sangat mengerikan kondisi dunia dalam genggaman Ideologi Kapitalisme Sekuler. Sebab, Ideologi kapitalisme sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan umat Islam, baik dalam hal akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan. Sering kali kita melihat ke kekejaman AS terhadap negara-negara lain serta orang-orang muslim tertentu bahkan bukan lagi sebuah rahasia kalau selama ini AS sering menjadi pendukung bagi negara Zionis Israel untuk menyerang negara Muslim Palestina. Namun, anehnya masih banyak umat Muslim tak sadar dan masih mengelu-ngelu kan negara AS sebagai negara hebat dan menjadi kiblat mereka.
Penyerangan yang di lakukan AS terhadap negara Venezuela dengan menuduh pemimpinnya sebagai kriminal terbesar bisa jadi hanya sebuah alasan untuk menguasai sumber daya alam yang dimiliki negara Venezuela. Karena dikabarkan bahwa negara Venezuela terbukti memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, terhitung sebanyak 330 miliar barel. Angkanya lebih besar dari milik beberapa negara lain yaitu Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, bahkan Rusia dan China.
Oleh karena itu, AS menggunakan berbagai cara, termasuk melakukan aneksasi ke negara lain demi menguasai sumber daya alam mereka tanpa memedulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia.
Dunia Butuh Kepemimpinan Global Yang Shohih!
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
Dalil di atas menjelaskan bahwa tangan-tangan jahil manusia banyak melakukan kerusakan di bumi. Selain itu, ditunjang pula penerapan ideologi kapitalisme sekuler yang tidak memahami esensi penjagaan terhadap Alam lewat peringatan-peringatan Allah SWT. Akibatnya kerusakan di bumi terjadi dimana-mana.
Oleh karena itu, umat dan dunia ini membutuhkan kepimpinan global lewat ideologi yang shohih (benar) yaitu ideologi Islam yang di dalamnya menerapkan sistem Islam yang mampu melawan hegemoni Amerika Serikat yang arogansi terhadap negara-negara lainnya.
Sebab dalam kepimpinan Islam diterapkan berbagai sistem untuk melindungi lingkungan dan mengajarkan bagaimana melindungi negara dari negara-negara Asing yang berniat menguasai negara dan sumber daya alam mereka. Selain itu, kepimpinan Islam adalah satu-satunya harapan untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia menjadi penuh dengan rahmat bagi seluruh alam. Karena dalam ideologi Islam, pemimpinnya tak hanya akan melindungi umat Islam saja, tapi juga akan melindungi seluruh manusia entah dia Muslim atau non Muslim dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, dan berbagai kerusakan/bencana. Wallahualam bissawab.
