Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T
Pemerhati Remaja
Pernah kepikiran nggak sih, kenapa tiap tahun kita ngerayain Isra Mi‘raj? Kalau kamu mikir ini cuma soal perjalanan "ajaib" Nabi Muhammad ï·º ke luar angkasa, well, kamu baru dapet 10% dari gambaran besarnya.
Sebenernya, Isra Mi‘raj itu adalah Deklarasi Politik Global yang dikirim langsung dari Allah SWT. Ini bukan cuma soal spiritual, tapi soal siapa yang berhak memegang kendali dunia.
1. Shalat: Mentalitas Leader, Bukan Follower
Oleh-oleh utama dari Mi‘raj adalah shalat 5 waktu. Kenapa penting? Karena shalat itu training kedisiplinan dan integritas.
Mental Check: Shalat bikin kita nggak gampang "disetir" sama hawa nafsu atau tren negatif.
Social Impact: Al-Quran bilang shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Artinya, kalau shalatmu bener, kamu nggak mungkin jadi koruptor, tukang bully, atau pemimpin yang zalim.
2. Isyarat "CEO" Dunia yang Baru
Momen paling epik adalah pas Nabi Muhammad ï·º jadi imam buat semua nabi terdahulu di Masjid al-Aqsha. Secara simbolis, ini tuh kayak serah terima jabatan. Allah mau bilang ke seluruh dunia: "Sistem yang dibawa Muhammad inilah yang bakal memimpin peradaban manusia ke depan."
Ini terbukti pas Nabi hijrah ke Madinah. Beliau bikin Piagam Madinah, konstitusi pertama di dunia yang super adil buat semua kalangan, baik Muslim maupun non-Muslim.
3. Khilafah: Perisai yang Hilang
Dulu, umat Islam punya sistem keren bernama Khilafah. Di zaman Khalifah Umar bin al-Khaththab, Yerusalem dibebasin tanpa ada satu pun warga sipil yang terluka. Beda banget sama kondisi sekarang, kan?
Masalahnya, "Perisai" ini hancur di tahun 1924. Sejak saat itu, umat Islam kayak kehilangan pelindung. Kita terpecah jadi negara-negara kecil yang gampang diadu domba. Palestina yang sampai hari ini masih menderita adalah bukti nyata apa yang terjadi kalau kita nggak punya kepemimpinan global yang kuat.
4. Kapitalisme Global: Sistem yang Lagi "Error"
Sekarang dunia lagi diatur sama sistem Kapitalisme. Kelihatannya keren, tapi sebenernya banyak bug-nya:
Standard Ganda: Ngomongin demokrasi tapi dukung genosida.
The Rich Get Richer: Data dari pakar ekonomi kayak Thomas Piketty bilang kapitalisme cuma bikin yang kaya makin tajir melintir, sementara yang bawah makin kegiles.
Hukum Rimba: Siapa yang kuat (kayak AS), dia yang berkuasa. Kejadian penculikan Presiden Venezuela baru-baru ini di awal 2026 nunjukin kalau hukum internasional itu cuma formalitas kalau udah berhadapan sama negara superpower.
5. Why Islam is the Solution?
Islam itu bukan alternatif, tapi Solusi Mutlak. Kenapa? Karena aturannya dari Pencipta (Allah), bukan dari bos korporasi atau elite global.
No Penjajahan: Islam nggak cari untung dengan ngerampok sumber daya negara lain.
Keadilan untuk Semua: Pemimpin dalam Islam itu pelayan rakyat, bukan majikan.
Isra Mi‘raj ngingetin kita kalau kejayaan itu janji Allah yang pasti. Tapi, spoiler alert: kejayaan itu nggak dateng lewat giveaway. Kita harus perjuangin.
Tugas kita sekarang:
Upgrade Diri: Belajar Islam secara kaffah (totalitas), jangan setengah-setengah.
Sadar Politik: Paham kalau dunia butuh sistem yang lebih adil (Khilafah) buat gantiin sistem yang udah rusak.
Action: Suarakan kebenaran lewat media sosial atau komunitasmu.
Zaman ini butuh pahlawan, dan pahlawan itu bisa jadi kamu. Siap buat ikut ngerubah dunia?
"Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan." (QS Al-Isra: 81)
Hamasah Sobat!
