Oleh Alya Nur Amira Az-zahra
Aktivis Pelajar SMPIT Insantama Malang
Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan penggerebekan sebuah rumah di Perumahan. Mahkota Rengganis, Jember, Jawa Timur, Pada Sabtu (14/3/2026) dini hari, oleh polisi, yang diduga kuat menjadi lokasi pesta seks sesama jenis. Empat pria ditangkap, dan polisi menyita barang bukti berupa wig, alat kontrasepsi, pelumas, dan alat perangsang. peristiwa ini sangatlah miris, kenapa bisa dikatakan sangat miris? karena perilaku tersebut amatlah menjijikkan selain itu, juga menjadi perilaku yang dilaknat oleh Allah SWT.
Lebih mirisnya lagi terungkap fakta bahwa secara global, diperkirakan sekitar 7% hingga 9% penduduk dunia menyebut dirinya sebagai kelompok LGBT. Angka ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut memang ada di berbagai negara, meskipun tingkatnya berbeda-beda. Dan negara dengan persentase tertinggi adalah Brazil, Spanyol, Swiss, Kanada, dan Swedia.
Fakta tersebut sangatlah menyayat hati masyarakat dan para generasi muda. Kita tahu bahwa Allah melaknat orang-orang yang menyerupai lawan jenis, menyerupai saja tidak boleh apalagi kalau benar-benar sudah berubah, masih ingatkah kita kisah kaum Nabi Luth yaitu kaum sodom, yang diazab oleh Allah berupa dibaliknya negeri mereka dari atas ke bawah dan diturunkannya hujan batu dari langit, dan kisah ini dijelaskan dalam Al Quran (Qs. hud ayat 82). Seharusnya dengan tahunya kita tentang hal itu, membuat kita menentang bukan malah mendukungnya. Karena masih terdapat sebagian masyarakat yang mendukung meskipun, mereka tidak termasuk di dalamnya, tidak ada bedanya.
Nah, di tengah maraknya isu tersebut, dan para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menyikapinya. Pemuda sebagai penerus generasi seharusnya mampu menilah informasi yang diterima, terutama dari media sosial, agar tidak mudah terpengaruh oleh hal hal yang bertentangan dengan hukum Allah. Selain itu, generasi pemuda juga diharapkan dapat memperkuat iman dan pemahaman yang bagus terhadap hukum hukum Islam sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital ini.
Tidak hanya itu, generasi muda juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari keburukan, yang juga tak kalah penting adalah lingkungan pertemanan yang positif dalam membentuk karakter seseorang. Oleh karena itu, penting bagi pemuda untuk memilih lingkungan yang baik agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki prinsip yang kuat.
Dengan demikian, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai isu sosial yang berkembang saat ini. Sikap bijak, pemahaman yang kuat serta lingkungan yang mendukung menjadi kunci agar tidak mudah terpengaruh dan tetap berada dalam jalan yang benar.
