Oleh Atikah Ar Rosyidah
Ibu Pendidik Generasi
Dunia kini sedang mengalami krisis, ini terjadi ketika sistem sekuler kapitalis
memimpin dunia. Alih-alih sejahtera, yang terjadi adalah kerusakan dunia dalam
segala lini kehidupan. Karena itu sedang ramai diperbincangkan sistem
alternatif pengganti sistem kapitalis, sistem pengganti ini adalah sistem yang
mampu membawa kesejahteraan, menjawab semua permasalahan kehidupan dengan
solusi yang tepat.
Dunia di bawah
kendali AS dan ideologi kapitalismenya telah membuat umat Islam terjajah,
lemah, menderita, dan semakin sekuler. AS di bawah Presiden Donald Trump berperan
ganda dalam aksi genosida yang dilakukan Israel kepada Palestina, sempat
mendorong gencatan senjata, tetapi kemudian memberi dukungan penuh pada operasi
militer Israel yang kembali meluas dan menelan puluhan ribu korban tambahan. (https://www.kompas.com/).
Tidak hanya itu, berbagai bencana ekologis di
dunia akibat keserakahan kepemimpinan kapitalis global. Data yang diungkap
oleh Gerakan Nurani Bangsa, yang mengutip data FAO tentang penyusutan kawasan
hutan Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Pada 1990, total luas kawasan
hutan nasional disebut mencapai 118,5 juta hektare. Namun, pada 2020 menyusut
hingga tersisa 92,1 juta hektare. Mereka menilai kondisi ini terjadi karena eksploitasi
alam yang tidak bertanggung jawab dan penegakan hukum yang lemah. (https://www.arahkita.com/news/)
AS makin
menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan dan ancaman ke berbagai
negara di dunia termasuk Venezuela. AS menuduh Maduro, yang didakwa dengan
perdagangan narkoba dan pelanggaran senjata, menjalankan rezim "narko-teroris",
klaim yang telah Maduro bantah.( https://www.bbc.com/indonesia). Inilah alasan AS menangkap Meduro yang
mengemuka di media, meski dalam politik Internasinal seringkali alasan
sebenarnya tidak tampak dipermukaan. Jika ditelisik, kekayaan alam Venezuela
adalah incaran negara kapitalis seperti AS. Mereka ingin menguasai sumber daya
alam yang ada di venezuela.
Ideologi
kapitalisme sekuler telah merusak kehidupan dunia hari ini. AS menggunakan
berbagai cara, termasuk melakukan aneksasi ke negara lain demi menguasai
sumberdaya alam mereka tanpa memperdulikan tatanan hukum internasional dan
kecaman masyarakat dunia. Inilah kegagalan sistem kapitalis dalam mewujudkan
kesejahteraan dan mewujudkan keadilan bagi dunia.
Tuntutan
masyarakat atas diterapkannya Islam dalam naungan khilafah menandakan bahwa
dunia sangat rindu perubahan, perubahan yang mengakhiri segala penindasan dan
hegemoni kapitalis. Tidak cukup dengan mereformasi kapitalis , tapi mengganti
sistem kapitalis dengan sistem yang datang dari Sang Pencipta alam semesta.
Fajar kebangkitan Islam tidak bisa dibendung, karena sabda Nabi saw. yang
berbunyi “Kabar gembira selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti
manhaj kenabian “ (H.R. Ahmad).
Sejarah telah
menjadi bukti bahwa selama 1300 tahun sistem Islam diterapkan, mampu
memberikan kesejahteraan dan kemakmuran hidup bagi seluruh umat manusia. Karenanya,
kaum muslimin harus menyadari bahwa umat
Islam dan mabda Islam adalah modal kebangkitan dengan tegaknya kepemimpinan
Islam untuk melawan hegemoni AS. Kepemimpinan Islam satu-satunya harapan mengembalikan tatanan kehidupan dunia
yang penuh rahmat. Khilafah Islam tak
hanya melindungi umat Islam, tapi juga melindungi seluruh manusia dari kezaliman,
kemungkaran, kemaksiatan, dan berbagai kerusakan/bencana.
Wallahualam bissawab
