Musibah Sumatera, Bukti Keserakahan Manusia Dalam Sistem Kapitalisme

Nurhidayah Humayrah
Oleh Nurhidayah Humayrah
Pegiat Literasi
 

Perusakan alam menyebabkan data korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera menjadi 604 orang. (cnnindonesia.com, 01/12/2025).

Adapun data korban bencana Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara (sumut) hingga Sumatera Barat (sumbar) per pukul 17.00 WIB. korban jiwa ada 604 orang, korban hilang ada 464 orang, korban luka ada 2.600 orang, warga terdampak ada 1,5 juta orang dan jumlah pengungsi sebanyak 570 ribu orang. (cnnindonesia.com, 01/12/2025).

Tentang Musibah Sumatera! 

Pemerintah masih bungkam, meski banyak pihak menyemangati supaya bencana ekologis yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional. 

Ajuan agar banjir yang merendam 52 kabupaten kota di tiga provinsi menjadi bencana nasional dan kepala daerah tidak bisa mengatasinya. 

Adapun banjir bandang dan tanah longsor itu membenamkan desa, menghancurkan fasilitas umum dan menghentikan akses listrik, jalan serta komunikasi. Kondisi pun terus menurun dari hari ke hari. 

Musibah yang terjadi di Sumatera karena kedzaliman manusia yaitu deforestasi yang berjalan dalam skala luas. Di tambah, dengan pembesaran perkebunan sawit, penambangan, pendirian pemukiman di tepi sungai serta pembangunan infrastruktur pada kawasan rawan longsor. Yang telah melenyapkan fungsi hutan sebagai penopang air dan penguat tanah. 

Rehabilitasi wilayah pegunungan, termasuk reforestasi kawasan yang hancur dan perlindungan hutan dan konservasi untuk memulihkan kemampuan tanah menyerap air. 

Musibah alam di sumatera menunjukkan kebun sawit bukan pengganti hutan. Kebun sawit menimbulkan musibah karena ada pada akar, hutan alami punya ekosistem kayu. Akarnya beragam, bentuknya kuat, fungsinya seperti lem yang mengunci tanah serta menahan air hujan dan mencegah longsor. 

Sawit monokuktur, akarnya pendek, tidak mampu menyatukan tanah sekuat akar hutan yang sudah ada ratusan tahun. Saat hujan deras, lahan sawit tidak bisa menyerap air secara maksimal. Akibatnya, air akan langsung mengalir deras, membawa tanah dan menyebabkan banjir bandang ke pemukiman.

Inilah bahaya monokultur sawit terhadap keselamatan masyarakat. Jadi, untuk memastikan keamanan generasi penerusnya dan keberlanjutan lingkungan, kita harus paham bahwa sawit tiada pengganti hutan. 

Menyaksikan lebih dekat lava panas semeru yang meluap ke Sumbar Langsep, Lumajang dan gelondongan kayu, ikut terbawa banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. 

Adapun dilegitimasi kebijakan penguasa (pemberian hak konsesi lahan, obral izin perusahaan sawit, izin tambang untuk Ormas, uu minerba, uu ciptaker dll). Harus ditinjau ulang pemerintah, agar tidak terjadi musibah yang tidak diinginkan. 

Penguasa dan pengusaha kerap kongkalikong untuk menjarah hak milik rakyat atas nama pembangunan, terkait sistem yang rusak yang melahirkan penguasa dzalim. 

Hujan deras yang turun tanpa reda selama beberapa hari, mengubah sungai yang biasanya tidak liar menjadi arus liar yang menghancurkan pemukiman warga. 

Banjir bandang membuat ratusan keluarga terpaksa mengungsi, yakni di masjid dan tenda darurat dan banyak rumah rusak yang di terjang arus. 

Ketika kita masih tidur nyenyak, mereka masih mencari tampat tidur dan beristirahat. 

Masjid pondok pesantren di Aceh masih kokoh meskipun di kepung ribuan kayu di sekelilingnya. Ini adalah bukti kekuasaan Allah. Gubernur Aceh sebut beberapa kampung hilang tidak tahu kemana. 

Gajah Sumatera di temukan mati usai banjir Aceh, kondisinya terjepit kayu hutan. 

Sumatera banjirnya pakai kayu gelondongan. Kerugian mencapai 5 milyar rupiah, ribuan rumah kebanjiran, belasan daerah lumpuh dan yang paling parah satu warga diberitakan hanyut. 

Polisi turut terlibat dalam penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sunatera Utara dan Sumatera Barat dengan mengerahkan personel alat berat, logistik dan anjing pelacak k-9. 

Namun, salah satu anjing k-9 bernama Reno, gugur saat bertugas dalam operasi pencarian korban longsor. 

Respon pemerintah cepat status tanggap darurat bencana langsung ditetapkan sampai 8 Desember yang membuat pengiriman bantuan cepat alat berat dan dana darurat dari BNPB.  

Prabowo telah memerintahkan semua jajaran untuk tanggap dalam penyelamatan korban, distribusi bantuan serta pemulihan berbagai fasilitas dan layanan vital. 

Namun, musibah banjir dan longsor di Sumatera, memperlihatkan bahaya nyata akibat kerusakan lingkungan.

Inilah dampak dari negara, meninggalkan hukum Allah. Masyarakat yang kesakitan, lalu pengusaha dan penguasa yang merasakan hasil hutannya. 

Bukti Keserakahan Manusia Dalam Sistem Kapitalisme

Solusinya bukan pada penanaman monokultur yang rapuh, melainkan pada perlindungan dan restorasi ekosistem hutan alami yang telah terbukti mampu menjaga keseimbangan dan menahan amukan alam. 

Menerima musibah sebagai ujian dari Allah SWT dan berserah diri kepada-Nya adalah sikap utama seorang Muslim, tanpa berputus asa.

Mengucapkan kalimat Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un (sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali) sebagai pengingat akan kebesaran Allah dan untuk mendapatkan ketenangan hati. 

Bencana alam juga dipandang sebagai peringatan (teguran) dari Allah akibat perbuatan tangan manusia, seperti penebangan hutan secara liar, sehingga mendorong umat untuk melakukan introspeksi diri dan kembali ke jalan yang benar. 

Allah SWT berfirman:

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Ar-Rum: 41).

Para sahabat meneladani Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah membiarkan sahabatnya kelaparan atau kesusahan, sehingga mereka pun tergerak untuk melakukan hal yang sama kepada sesama muslim yang tertimpa musibah. 

Oleh karena itu, sikap amanah dan tanggung jawab dengan tuntunan syariah islam dengan keimanan dan ketakwaan, bukan berdasarkan keuntungan penguasa dan pengusaha. 

Musibah besar ini, harusnya menyadarkan penguasa atas dzalimnya kebijakan yang di terapkan dan mendesak kembali kepada kebijakan islam. Inilah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dengan penerapan syariah islam secara kaffah. 

Wallahu a'lam bishshawab.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,139,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,502,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,529,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Musibah Sumatera, Bukti Keserakahan Manusia Dalam Sistem Kapitalisme
Musibah Sumatera, Bukti Keserakahan Manusia Dalam Sistem Kapitalisme
Musibah Sumatera, Bukti Keserakahan Manusia Dalam Sistem Kapitalisme
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXoazpiOu9OSNw7HLCCkidPfOqvOgC7tBN6f4nF2U32bNe5bwoU3eYRcSowD2ZajtRWN_HP0jhevcLaUNJT5tBejgZZvNNK_ojrnFAIwzAclnWreFPqh9BUsJFC1OWuIadLeBC_gpkgT7fgdf_csWA9MtNHCPfqN0BQA72SFwG-tvggo765MFGgD4VWPNj/w480-h640/1000452483.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXoazpiOu9OSNw7HLCCkidPfOqvOgC7tBN6f4nF2U32bNe5bwoU3eYRcSowD2ZajtRWN_HP0jhevcLaUNJT5tBejgZZvNNK_ojrnFAIwzAclnWreFPqh9BUsJFC1OWuIadLeBC_gpkgT7fgdf_csWA9MtNHCPfqN0BQA72SFwG-tvggo765MFGgD4VWPNj/s72-w480-c-h640/1000452483.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/musibah-sumatera-bukti-keserakahan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/musibah-sumatera-bukti-keserakahan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content