Laporan: Asfar Tanjung
Padang – Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta mengatakan, tidak ada istilah hari libur bagi anggota Polri di jajarannya.
Menurutnya, tugas polisi tidak hanya mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga meliputi tugas sosial kemasyarakatan.
"Polri Untuk Masyarakat, harus siap melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas, sepenuh hati sepenuh jiwa," ujar Gatot dalam percakapan dengan media di Padang, sehubungan dengan musibah banjir di Sumatera Barat yang menimbulkan banyak korban jiwa, harta, dan merusak infrastruktur.
Sebagai bukti, anggota Polri turun serentak memberikan bantuan di berbagai lokasi bencana, baik secara mandiri maupun bersama masyarakat. "Tidak ada kenal hari libur, malam, atau siang. Tugas kita juga membantu masyarakat ketika ada bencana, tanpa mengenal waktu," jelasnya.
Berdasarkan pemantauan media dan sosial media, anggota Polri terlibat langsung menyelamatkan warga dari banjir, mencari korban hilang, dan menangani longsoran.
Pasca banjir, mereka juga bergabung membersihkan sarana prasarana, membuat dapur umum, dan memberikan bantuan logistik berupa pakaian, makanan, serta peralatan kebutuhan.
Sampai saat laporan ini ditulis, polisi masih memberikan bantuan dan pengamanan di lokasi terdampak.
Data Korban Jiwa, Hilang, dan Dirawat (Update Rabu Pagi, 3/12)
Menurut data yang disampaikan Gatot, korban meninggal di Sumbar tercatat 196 orang, terdiri dari 170 orang teridentifikasi (84 laki-laki, 86 perempuan) dan 26 orang belum teridentifikasi (15 laki-laki, 7 perempuan, serta 4 potongan tubuh).
Rinciannya:
- Posko DVI Polresta Padang dan RS Rasidin Padang: 5 orang meninggal (3 laki-laki, 2 perempuan)
- RS Bhayakara Padang: 60 orang meninggal (34 teridentifikasi/23 laki-laki, 11 perempuan; 26 belum teridentifikasi)
- Posko DVI Agam: 103 orang meninggal (44 laki-laki, 59 perempuan – semua teridentifikasi)
- Posko DVI Pasaman Barat: 3 laki-laki meninggal (semua teridentifikasi)
- Posko DVI Bukittinggi: 10 orang meninggal (5 laki-laki, 5 perempuan – semua teridentifikasi)
- Posko DVI Padang Panjang: 15 orang meninggal (6 laki-laki, 7 perempuan – 13 teridentifikasi)
Selain itu, masih tercatat 217 orang hilang (98 laki-laki, 119 perempuan) dan 10 orang dirawat, yaitu:
- RSU Agam: 7 orang (1 laki-laki, 6 perempuan)
- RSUD Padang Panjang: 1 laki-laki
- RSUD Rasidin: 2 orang (1 laki-laki, 1 perempuan)
