![]() |
| Oleh: Ulpasari (Komunitas Ibu Peduli Generasi) |
Tragedi memilukan kembali terjadi di negeri ini. Seorang ibu hamil di Papua, Irene Sokoy bersama bayi yang dikandungnya, meninggal dunia setelah mengalami rangkaian penolakan layanan medis pada 16 November 2025. Irene dibawa berkeliling ke empat rumah sakit di Jayapura, namun tak satu pun yang memberikan penanganan medis yang memadai.
Kisah ini bukan kasus tunggal. Tragedi penolakan pasien terutama ibu hamil telah berulang kali muncul ke publik. Seolah-olah nyawa rakyat tidak memiliki nilai, dan sistem kesehatan kita hanya menunggu jatuhnya korban berikutnya.
Mengapa Ini Terjadi?
1.Lemahnya Sistem Pelayanan Kesehatan.
Saat administrasi dan persyaratan teknis lebih diutamakan daripada keselamatan manusia, maka ini menunjukkan adanya kerusakan sistemik. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyelamat nyawa justru berubah menjadi institusi yang “memilih” siapa yang boleh ditolong.
2.Dampak Sistem Sekuler Kapitalis.
Dalam sistem kapitalis-sekuler, kesehatan diposisikan sebagai bisnis.
Rumah sakit diarahkan untuk mencari keuntungan. Ketersediaan layanan bergantung pada kemampuan membayar, bukan pada tingkat kegawatan pasien. Maka normal bila rakyat miskin kesulitan mengakses layanan, sementara yang berduit bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.
Selama logika bisnis ini tetap mendominasi, maka tragedi seperti yang dialami Irene Sokoy hanyalah satu dari banyak korban yang tidak terdengar.
Layanan Kesehatan dalam pandangan Islam :
1.Kesehatan adalah Tanggung Jawab Negara.
Dalam Islam, negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata bagi seluruh rakyat. Mengabaikan layanan kesehatan berarti melakukan kedzaliman terhadap amanah yang Allah titipkan kepada penguasa.
> الإِÙ…َامُ رَاعٍ ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ù…َسْؤُولٌ عَÙ†ْ رَعِÙŠَّتِÙ‡ِ
“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat, dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
2.Gratis, Mudah, dan Berkualitas.
Pelayanan kesehatan dalam Islam dibiayai dari baitul mal, bukan iuran rakyat. Karena itu :
- Tidak ada penolakan karena biaya.
- Tidak ada alasan ruang penuh tanpa solusi.
- Tidak ada birokrasi berbelit yang mengorbankan nyawa.
Keselamatan pasien adalah prioritas utama, bukan keuntungan dan bukan laporan keuangan.
Pelajaran Penting untuk Umat
Selama sistem kesehatan masih berada dalam cengkeraman kapitalisme, tragedi seperti Irene Sokoy akan terus berulang. Masalah ini bukan sekadar kelalaian individu, tetapi persoalan sistemik yang hanya bisa diperbaiki dengan perubahan fundamental.
Untuk itu, marilah kita tumbangkan sistem kapitalis sekulerisme yang rusak ini, dan beralih kepada sistem terbaik yaitu islam.
Inilah solusi hakiki yang dibutuhkan oleh umat hari ini.
Wallahu'alam Bishawab.
