Oleh Martina Eka Trilova
Aktivis Muslimah
Di masa sekarang ini yang di juluki era digital (masa di mana teknologi informasi dan komunikasi ). Di era ini banyak kemudahan tetapi banyak juga pengaruh buruknya antara lain masalah kesehatan mental (kecemasan, depresi, isolasi), gangguan fisik (tidur, mata, postur), risiko keamanan siber dan banyak masih banyak lagi.
Gen Z (generasi z) adalah generasi yang lahir setelah milenial, umumnya tahun 1997-2012. Gen Z saat ini dipandang sebagai generasi lemah akan tetapi disisi lain memiliki potensi kritis dan mampu menginisiasi (mengenalkan, memulai suatu kegiatan) perubahan melalui sosial media.
Era digital sekular kapitalistik
Saat ini ruang digital tidak netral (mendukung salah satu pihak) disebabkan dominasi nilai sekular kapitalistik. Apa itu nilai sekular adalah pemisahan urusan agama dari urusan negara dan kehidupan publik, mengedepankan logika, ilmu pengetahuan, dan moralitas duniawi, sedangkan nilai kapitalistik berpusat pada kepemilikan pribadi, keuntungan (profit), dan persaingan pasar bebas sebagai motor penggerak ekonomi dan seringkali menjadi tolok ukur keberhasilan, di mana materi lebih diutamakan daripada nilai-nilai spiritual atau kemanusiaan, menciptakan masyarakat yang cenderung individualistik dan konsumtif.
Ada sisi positif dari ruang digital yaitu activism global (upaya individu/kelompok yang bersifat lintas batas negara), mudah belajar, minus problem mental, inklusif-progresif (inklusif Definisi : Mengajak masuk, mengikutsertakan, atau mencakup semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang, kemampuan, atau karakteristik lain.
Progresif definisi : Berorientasi pada kemajuan, pengembangan, dan perubahan ke arah yang lebih baik, maju, dan modern.), mempertanyakan agama - otentik (sahih/dapat dipercaya) , memiliki nilai sendiri yang berbeda dengan generasi tua.
Generasi tua disini generasi umumnya merujuk pada kelompok seperti baby boomers (lahir 1946-1964) dan generasi x (lahir 1965-1980), yang mendahului generasi y (milenial) dan generasi z. Baby boomers dikenal pekerja keras, kompetitif, dan berorientasi pencapaian, sementara gen x adalah generasi mandiri yang adaptif terhadap teknologi.
Pergerakan digital di era sekular kapilatistik ini cenderung pragmatis (berpikir praktis), mencari validasi (pengakuan), karakteristik digital native ( individu yang tumbuh di era digital ).
Penyelamatan dengan Sistem Islam
Penyelamatan tersebut dengan hadirnya negara untuk membatasi digital yang dapat merusak generasi dan mengatur semuanya di bidang tekhnologi yang berbasis digital. Sangat penting untuk menyelamatkan generasi dari pengaruh hegemoni ruang digital yang sekular kapitalistik. Dan juga dengan cara mengubah paradigma berpikir sekular menjadi paradigma berpikir Islam. Allah menjadi acuan untuk bersikap dan berperilaku.
Di dalam surat Al - Hadid ayat 28 Allah berfirman ("Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berikanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.")
Diperlukan juga sinergi keluarga, masyarakat dan negara dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi dan mengarahkan pada pergerakan yang shahih. Di sistem Islam yang sempurna dan paripurna ini semuanya diperhatikan agar rakyat tak hanya mengejar dunia saja tetapi diarahkan juga untuk taat kepada Allah.
Wallahualam bissawab
