Mencegah Bullying dan Bunuh Diri dengan Nilai-Nilai Islam

 



Oleh Emy 

Aktivis Muslimah


BANDUNG KOMPAS - 31 Oktober 2025. Dalam sepekan terakhir, dua anak ditemukan meninggal diduga akibat bunuh diri, di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Fenomena ini menjadi alarm serius bagi semua pihak, terutama orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak. Peristiwa pertama terjadi di kampung Cihaur, Desa Gunungsari, kabupaten Cianjur, Rabu (22/10/2025). korban berinisial MAA korban kelas 5 SD, berusia 10 tahun. Korban ditemukan gantung diri menggunakan tali sepatu, saat ditemukan sudah tidak bernyawa. Peristiwa serupa terjadi di Sukabumi. Siswi kelas dua SMP berinisial AK (14) ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu rumahnya, Selasa (28/10/2025) malam. Korban diduga mengakhiri hidupnya setelah dirundung di sekolahnya. Hal ini terungkap dari selembar surat yang ditinggalkan korban.

Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung, Efnie Indrianie  mengatakan, anak-anak dari generasi Alfa saat ini memiliki kondisi mental yang lebih rapuh dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi Alfa yaitu anak-anak yang lahir sekitar tahun 2010-2024. "Generasi Alfa itu  secara mental memang lebih fragile atau rapuh. Ada perbedaan tipologi kepribadian yang signifikan dibandingkan Gen Z" ujar Efnie, jumat (31/10/25). "Biasanya, tindakan fatal seperti ini terjadi setelah proses panjang. Bisa karena efek bullying, tekanan dari keluarga, atau karena mereka merasa tidak diapresiasi," jelasnya. Dunia digital juga berperan besar. Akses terhadap berbagai konten di media sosial membuat anak-anak mudah terpengaruh prilaku atau pola pikir yang mereka lihat di internet. Menanggapi dua peristiwa ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, " Fenomenanya adalah kita terlalu bebas terhadap anak-anak dan tidak memberikan perlindungan yang cukup. Ini juga salah satu dampak dari penggunaan media sosial yang tidak terkendali," kata dedi Mulyadi.

Fenomena yang kerap terjadi saat ini sungguh miris, karena kasus bunuh diri saat ini di lakukan oleh para pelajar atau anak-anak. Kebanyakan kasus yang menjadi korban perundungan (bullying). Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya bunuh diri yaitu rapuhnya kepribadian remaja atau mental yang lemah. Disamping itu, gaya hidup dan kemajuan teknologi dijadikan  panduan para generasi, mengikuti hal yang sedang viral dan tidak mendidik tanpa ada filter. Tidak bisa membedakan mana yang harus diikuti dan mana yang salah. Ini terjadi karena akidah dan pemahaman agama yang tidak optimal, mengakibatkan anak yang gampang tergerus oleh kecanggihan media sosial yang berasal dari ide-ide kafir barat, nyatanya sangat berpengaruh kepada kepribadian anak. Pendidikan saat ini tidak menjamin, pembentukan karakter anak menjadi lebih baik. Pada saat ini tujuan pendidikan  hanya mengejar prestasi, dan kurikulum yang diterapkan berbasis sekuler di mana dalam kehidupan agama dipisahkan. Pelajaran pendidikan agama yang diterapkan disekolah hanya sekedarnya saja dan tidak menjadikan pola pikir dan pola sikap anak menjadi baik. Belum lagi penerapan sistem sekuler yang diterapkan dinegri ini, mereka bebas berbuat dan bertingkah laku sesuai kehendak nya tanpa didasari dengan akidah Islam, mereka tidak mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, wajar jika kasus-kasus yang diluar nalar terjadi dinegri ini seperti halnya kasus bunuh diri yang dilakukan anak-anak.

Dalam hal ini, peran keluarga sangat penting, apalagi peran seorang ibu sebagai madrasah utama  bagi anak-anaknya. Peran orang tua adalah memberikan pengawasan dan memberikan pendidikan agama sejak dini, mengawasi dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, agar kelak tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak-anaknya. Namun ditengah sistem sekarang ini, memaksa orang tua menjauhkan dari anaknya sendiri. Karena tuntutan ekonomi terkadang mereka harus banting tulang, orang tua dua-duanya bekerja dan akibatnya anakpun diabaikan. Anak hanya dimanja dengan materi, sementara hak anak untuk mendapatkan  perhatian dan kasih sayang tidak terpenuhi.  Anak asyik dengan dunianya sendiri, bahkan anak dibiarkan kecanduan gedjet. Ketika penggunaannya tidak terkontrol, anak akan bebas mengakses berbagai aplikasi yang sebenarnya belum pantas mereka tonton,  bahkan saat ini banyak gim yang tidak mendidik yang akan mempengaruhi pola pikir, akibatnya mereka lebih condong pada budaya liberal yang berasal dari barat.

Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga dan lingkungan saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab Negara. Negara Seharusnya mengayomi dan melindungi, tetapi pada faktanya negara seolah membiarkan dan seakan mempasilitasi,  yang penting ada keuntungan didalamnya, itulah prinsip sistem kapitalis. Negara abai terhadap keselamatan dan  keamanan seluruh rakyatnya, karena setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya atas yang dipimpinnya di akhirat kelak. Apalagi pertanggung jawaban kepada anak-anak, negara seharusnya mampu membentuk karakter, pola sikap dan pola pikir anak-anak kearah  yang lebih baik. Karena mereka akan menjadi generasi penerus suatu bangsa di masa yang akan datang. Bukannya sebaliknya, pada sistem  sekulerisme ini  justru terbentuk mental yang lemah pada anak-anak.

Kasus perundungan atau bullying yang dilakukan anak-anak jangan dianggap sepele, karena akan berdampak pada psikologis anak apalagi yang lebih miris berujung bunuh diri. Dalam Islam perbuatan bunuh diri adalah dosa besar. Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula." (HR Bukhari dan Muslim). 

Oleh karena itu, Islam memiliki cara terbaik dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak, karena mereka yang akan menjadi generasi penerus dimasa yang akan datang. Dalam Islam akan terwujud generasi yang  cemerlang, yang mempunyai pola pikir dan pola sikap yang Islami, sehingga akan lahir generasi bermental kuat dan tangguh. Untuk itu, solusi hakiki Untuk menghentikan kasus bullying dan bunuh diri adalah, meninggalkan sistem sekuler liberalisme menuju Islam kaffah. Negara dalam Islam menjadikan akidah Islam pondasi dalam sebuah negara. Menjadikan pendidikan agama Islam untuk menjaga ketaatan kepada Allah Swt. Sehingga akan terbentuk generasi yang taat, bertakwa dan berkualitas.

Wallahualam bissawab

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,70,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,1,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,2,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,7,Jakarta Selatan,1,KAI,125,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,187,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,158,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,450,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,2,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,72,Polresta Padang,1,Polri,73,Pontianak,1,Puisi,18,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,2,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,506,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,104,UNAND,20,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Mencegah Bullying dan Bunuh Diri dengan Nilai-Nilai Islam
Mencegah Bullying dan Bunuh Diri dengan Nilai-Nilai Islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsUNoV2_JE4PBx9_dr14NqYsFvGLgLiMfoIDK3qYKZdDGbBJAJuUXtWvk1R65VtX530_jGfxWNjhNOj2Tcreu65iZtbA9Msd4Q8Ig2YR5c3rFVLkbFIfv0sgZjZYWhPTFqdGpdYK5fkoBL96gpE0iaH9hyMUEq_WEstA6ascQdaQjOWqTzGE61M039Ri1p/w255-h290/WhatsApp%20Image%202025-11-10%20at%2019.34.30%20(1).jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsUNoV2_JE4PBx9_dr14NqYsFvGLgLiMfoIDK3qYKZdDGbBJAJuUXtWvk1R65VtX530_jGfxWNjhNOj2Tcreu65iZtbA9Msd4Q8Ig2YR5c3rFVLkbFIfv0sgZjZYWhPTFqdGpdYK5fkoBL96gpE0iaH9hyMUEq_WEstA6ascQdaQjOWqTzGE61M039Ri1p/s72-w255-c-h290/WhatsApp%20Image%202025-11-10%20at%2019.34.30%20(1).jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/11/mencegah-bullying-dan-bunuh-diri-dengan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/11/mencegah-bullying-dan-bunuh-diri-dengan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content