Tragedi Raya: Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Negeri Kapitalis

  

Oleh: Ummu Abiyyu
(Pegiat Literasi)

Sungguh ironis, di negeri yang kaya raya dengan sumber daya alam, justru terjadi tragedi memilukan yang menimpa Raya (4), bocah asal Sukabumi. Ia meninggal dunia akibat infeksi cacing gelang yang telah menyebar hingga ke organ vital. Kisahnya viral setelah diunggah yayasan kemanusiaan, bukan sekadar tragedi personal, melainkan representasi dari ribuan anak negeri yang hidup dalam kondisi tidak layak.


Foto tubuh kecil Raya terbaring dengan alat bantu pernapasan menjadi potret bisu ketidakadilan yang kerap kita saksikan, namun sering kali diabaikan. Raya hidup dalam lingkungan kumuh, bersama orang tua yang diduga ODGJ, di rumah panggung yang bagian bawahnya dijadikan kandang ayam—sumber utama infeksi cacing. Tragisnya, saat dirawat di ICU RSUD R Syamsudin SH, cacing bahkan keluar melalui mulut dan hidungnya.


Respon Pejabat, Realitas yang Kontradiktif

Kasus ini sontak memicu berbagai pernyataan pejabat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkilah bahwa kematian Raya bukan disebabkan cacing gelang, melainkan sepsis. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut tragedi ini sebagai peringatan penting tentang perlindungan anak. Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menegaskan lemahnya sistem perlindungan sosial dan kesehatan yang belum menjangkau rakyat kecil.


Namun, ucapan para pejabat itu bertolak belakang dengan kenyataan yang dialami Raya. Sejak 13 Juli 2025, ia dibawa ke rumah sakit, tetapi harapan sembuh terhambat birokrasi. Identitas yang tidak jelas, ketiadaan kartu keluarga dan BPJS, membuat proses administrasi berbelit. Rumah sakit bahkan memberi tenggat waktu tiga kali 24 jam untuk melengkapi berkas. Akibatnya, biaya perawatan berubah menjadi tanggungan mandiri. Dalam sembilan hari, tagihan membengkak hingga puluhan juta—angka mustahil bagi keluarga miskin. Pada 22 Juli 2025, Raya menghembuskan napas terakhir.


Tragedi ini menampar kesadaran kita bahwa akses kesehatan di negeri ini masih bergantung pada kemampuan ekonomi dan sistem birokrasi yang berliku. Inilah potret nyata buramnya pelayanan kesehatan dalam sistem kapitalis liberal.


Islam Menjamin Kesehatan Rakyat

Berbeda dengan kapitalisme, Islam menempatkan pelayanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang wajib dijamin negara. Negara berkewajiban menyediakan rumah sakit, klinik, dokter, tenaga kesehatan, serta sarana-prasarana yang memadai. Rasulullah saw. menegaskan:

“Imam (penguasa) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus.” (HR. al-Bukhari)


Dalam praktiknya, Rasulullah saw. pernah mengutus dokter untuk mengobati warganya, bahkan menjadikan hadiah dokter dari Raja Mesir sebagai dokter umum bagi masyarakat tanpa memungut biaya (HR. Muslim). Ini bukti nyata bahwa negara Islam menjamin kesehatan rakyat secara cuma-cuma.


Jaminan kesehatan dalam Islam memiliki tiga prinsip utama:

1. Berlaku umum tanpa diskriminasi. Semua rakyat, baik muslim maupun nonmuslim, berhak mendapat layanan setara.

2. Gratis sepenuhnya. Negara tidak boleh membebani rakyat dengan biaya kesehatan.

3. Mudah diakses. Fasilitas kesehatan harus disediakan secara merata agar rakyat tidak kesulitan memperolehnya.


Negara dalam Islam memahami bahwa kelalaian menyediakan layanan kesehatan bisa menimbulkan dharar (bahaya) yang mengancam jiwa rakyat. Rasulullah saw. bersabda:

“Tidak boleh menimbulkan mudarat bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)


Tragedi Raya adalah bukti nyata kegagalan sistem kapitalis dalam menjamin kesehatan rakyat. Birokrasi berbelit, layanan mahal, dan diskriminatif menjadi potret buram negeri yang mengabaikan amanah.

Hanya dengan kembali kepada syariat Islam dalam bingkai Khilafah, kesehatan rakyat benar-benar terjamin. Negara bukan sekadar pelayan administrasi, melainkan pengurus sejati umat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,78,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,3,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,151,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,195,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,178,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,536,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,98,Polresta Padang,1,Polri,79,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,565,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Tragedi Raya: Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Negeri Kapitalis
Tragedi Raya: Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Negeri Kapitalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhJ5kDZ8I9nD1kb6MChX4tIVYwWeQb3Thpg8nqo-yDK6sr1nuNEs4sr8U7uBcbScXmarOtoCMlUw6AbCEB2oMKSz4cI-ahaSfH8M4YuhXiFoves8mVxdFl0Du9nxH7QONw3ht0EvgTtnGacevbnfeE3eh1O8lKQCqKzKJQqsW2uf03BI1vAmszJxaSH-Z9/w640-h600/1000414493.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhJ5kDZ8I9nD1kb6MChX4tIVYwWeQb3Thpg8nqo-yDK6sr1nuNEs4sr8U7uBcbScXmarOtoCMlUw6AbCEB2oMKSz4cI-ahaSfH8M4YuhXiFoves8mVxdFl0Du9nxH7QONw3ht0EvgTtnGacevbnfeE3eh1O8lKQCqKzKJQqsW2uf03BI1vAmszJxaSH-Z9/s72-w640-c-h600/1000414493.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/10/tragedi-raya-potret-buram-pelayanan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/10/tragedi-raya-potret-buram-pelayanan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content