Psikis Terganggu, Kriminalitas Meningkat, Keamanan Sulit Didapat

 

Oleh : Herliana Tri M

Kasus kriminalitas meningkat akhir-akhir ini dengan tingkat kesadisan diluar nalar. Laman goodstars id, 18/9/2025 angka kriminalitas Indonesia menjadi yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Myanmar. Perhitungan 21 Januari 2025, sudah terdapat 24.327 perkara kriminalitas yang ditindak oleh polisi, terbanyak berupa kasus pencurian berat (curat) serta pencurian biasa. Ada pula kasus penganiayaan, narkotika, sampai pengeroyokan. 


Dilansir Metrotvnewsdotcom, 11/9/2025 menuliskan fenomena Pembunuhan Sadis, Mojokerto, juga Indramayu. Mutilasi di Mojokerto, Jawa Timur, serta pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Jawa Barat menjadi bagian yang mewarnai kriminalitas di negeri yang mayoritas muslim.


Meski berbeda latar, namun memiliki kesamaan tindak kekerasan yang dilakukan secara brutal dan terencana. Fenomena ini membuat rasa aman masyarakat kembali terusik sekaligus membuka ruang analisis kriminolog adanya peningkatan kekerasan ekstrem di Tanah Air.


Kasus mutilasi di Mojokerto

Kasus menggemparkan pasangan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, dengan korbannya seorang peremuan berinisial AY, sementara pelaku adalah kekasihnya sendiri yang berinisial H. Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan potongan telapak kaki kiri oleh seorang tukang kebun di kawasan Pacet pada 6 September 2025. Sementara potongan tubuh lainnya ditemukan di lokasi berbeda, termasuk kamar kos pelaku. Kekejaman yang tak terbayangkan, dalam 2 jam, pelaku memutilasi potongan tubuh kekasihnya sampai lebih dari 100 potongan tubuh.


Kasus berikutnya adalah pembunuhan 1 keluarga yang dikubur dalam lubang yang sama di belakang rumah korban.

Lima anggota keluarga ditemukan tewas terkubur dalam satu liang di rumah mereka pada Senin, 1 September 2025. Korban terdiri atas Sachroni, Budi Awaludin, Euis Juwita, RA (7) dan seorang bayi.

Pelaku berinisial P dan R sebagai kenalan korban Budi. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan motif pembunuhan ini, dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku R terhadap Budi terkait persoalan sewa mobil.


Tingginya angka kriminalitas di negeri ini menjadi warning bahwa ada masalah besar yang menjadi PR yang harus segera diselesaikan


Penyebab Tingginya Angka Kriminalitas

Kriminalitas tak sekedar bicara angka kwantitatif, namun nyawa yang menjadi taruhannya. Perkembangan angka kriminalitas yang meningkat tajam, ditambah kengerian proses penghilangan nyawa menjadikan deretan kriminalitas tak sekedar jumlah nyawa yang melayang.


Tingginya kriminalitas di Indonesia bisa dilihat dari beberapa sisi yakni:

Pertama, ketimpangan sosial dan ekonomi. Ketimpangan pendapatan yang tinggi antara masyarakat membuat beberapa individu terjebak dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Daya serap tenaga kerja yang tak sebanding dengan tingginya kebutuhan akan pekerjaan, padahal perut setiap individu harus tetap terisi, dapur harus mengebul. Kondisi ini menciptakan ketidakpuasan, keputusasaan, dan dorongan untuk mencari cara cepat dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk melalui tindakan kriminal. 


Kedua, rendahnya pendidikan dan minimnya kesempatan kerja yang memadai turut andil menjadi penyebab kriminalitas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pendidikan yang ditamatkan, sekitar 23,55% penduduk tamat SD, 34,12% tamat SMA, dan hanya sekitar 7,87% yang tamat S1 ke atas. Data ini minimal memberikan gambaran, pada saat individu tidak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan yang layak, mereka cenderung terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan tergoda untuk terlibat dalam kegiatan kriminal sebagai cara untuk bertahan hidup. Apalagi standart syarat bagi orang yang melamar kerja cukup banyak. Seperti, memiliki pengalaman bekerja minimal berapa tahun, minimal atau maksimal usia, tinggi badan, syarat lulusan tertentu dll. 


Ketiga, masalah yang terkait dengan penegakan hukum dan sistem peradilan juga berperan dalam meningkatnya kriminalitas. Lemahnya penegakan hukum, korupsi, dan lambatnya proses peradilan mempengaruhi efektivitas tindakan preventif dan pembasmi kriminalitas. Peradilan yabg tebang pilih, suap menyuap dalam hal hukum menjadikan kepastian hukum sulit untuk didapat. Akhirnya kriminalitas merebak dan tak mampu memberikan efek jera bagi pelaku. 


Keempat, masyarakat Sakit. Gambaran masyarakat sakit bukan dalam makna fisiknya melainkan psikisnya. Sakitnya psikis pelaku kriminal terlihat dari aktivitas kriminal yang dilakukan. Tak cukup dengan mengambil barang korban, membunuhnya, namun diiringi kesadisan proses pelaku dalam membunuh. Mutilasi, memasukkan benda tumpul pada organ reproduksi, penganiayaan terlebih dahulu, membakar dan aktivitas biadab lain yang diluar nalar perilaku manusia.  


Kesadisan prilaku ini terjadi karena pelaku tak mampu mengendalikan emosi dirinya. Kemarahan, dendam, kekesalan menjadi faktor utama sehingga membunuh saja merasa tak cukup menghilangkan emosinya, tetapi ditambah dengan akhivitas menyiksa untuk mengobati luka dan dendam terhadap pelaku.


Solusi Psikis bagi Masyarakat yang Sakit

Sakit psikis menjadi bahaya laten bagi masyarakat karena efek yang ditimbulkan bukan hanya merugikan dirinya sendiri namun juga orang lain yang. menjadi sasaran. Sakit psikis yang tak terobati menjadi masalah besar yang bisa menjadi bom waktu di era penerapan sekuler saat ini. Pada saat agama hanya difahami sekedarnya, diajarkan di sekolah dengan minim waktu pembelajarannya, ditambah saat sudah tidak menempuh jenjang pendidikan, pelajaran agama ini tak hadir di tengah- tengah masayarakat dan hanya sebagian kecil yang hadir dalam majelis ilmu untuk mendapatkan pencerahan. Selebihnya masyarakat berjibaku, bekerja keras mencari sesuap nasi untuk mendapatkan penghidupan yang layak. 


Oleh karenanya, individu perlu menguatkan mentalnya dengan benteng agama agar sanggup menghadapi ujian hidup serta mampu memaafkan kesalahan orang dan tak berefek sakit hati apalagi dendam berkelanjutan.  


Disamping itu, masyarakat juga harus memiliki kepedulian yang tinggi. Menghilangkan perilaku individualis hasil penerapan kapitalisme. Kontrol masyarakat yang tinggi akan menjaga dan meminimalisir aksi pelanggaran yang berakibat fatal sampai pada penghilangan nyawa.


Lebih utama lagi adalah peran negara yang berfungsi nenjaga warganya agar tetap berada di jalan yang benar, terjaga aqidahnya, serta terselamatnya mental dan psikisnya. Semua ini dapat dilakukan negara dengan berbagai kebijakan untuk menyelamatkan psikis masyarakat dengan berbagai kebijakan yang saling berkaitan. Penyelesaian masalah ekonomi dengan pembukaan lapangan kerja yang memadahi, peluang pendidikan yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat serta pengokohan aqidah masyarakat dengan berbagai kajian- kajian yang hadir baik di sekolah maupun instansi- instansi tempat bekerjanya.


Selain itu negara juga hadir dengan sanksi yang memberikan efek jera, sehingga prnghilangan nyawa bukan solusi atas dendam di hati. Pengadilan hadir untuk menyelesaikan sengketa yang hadir diantara warga dan sanksi yang tegas memberikan efek besar bagi pelaku. Membunuh secara sengaja bisa menghantarkan pelaku bernasib sama dengan korban yaitu pelaksanaan hukum qisas yang adil baik baik bagi korban maupun pelaku.


Inilah PR besar yang harus segera terselesaikan agar kriminalitas tak menjadi momok dan rasa aman bagi rakyat didapat dengan hadirnya penguasa yang memberikan perlindungan nyata.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,139,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,502,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,529,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Psikis Terganggu, Kriminalitas Meningkat, Keamanan Sulit Didapat
Psikis Terganggu, Kriminalitas Meningkat, Keamanan Sulit Didapat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB8JAavn-beB4jPIp6zCsxKkaKKYPhOkTZXDR893_zmJwiNx9zc7u1FrdyeFsZCHCoPjHGIFLc_rTcW117UwMYcHP8OMpKyAJOouG61HYW9xQ6EVnel9ZH9OqUpKO_WIrQBHXo_Nl7Q4U555o6HR6fwZfyrwrYB_R3vskypim3jfU8NQiqSs0amRH0v4Eb/w512-h640/1000383097.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB8JAavn-beB4jPIp6zCsxKkaKKYPhOkTZXDR893_zmJwiNx9zc7u1FrdyeFsZCHCoPjHGIFLc_rTcW117UwMYcHP8OMpKyAJOouG61HYW9xQ6EVnel9ZH9OqUpKO_WIrQBHXo_Nl7Q4U555o6HR6fwZfyrwrYB_R3vskypim3jfU8NQiqSs0amRH0v4Eb/s72-w512-c-h640/1000383097.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/09/psikis-terganggu-kriminalitas-meningkat.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/09/psikis-terganggu-kriminalitas-meningkat.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content