Tugu Perjuangan, Riau – 26 Agustus 2025
Riau kembali berduka. Ribuan warga malam ini berkumpul di Tugu Perjuangan, menyalakan seribu lilin untuk mengenang seorang anak yang meninggal akibat bullying dan kekerasan. Suasana haru bercampur amarah mewarnai aksi solidaritas yang dihadiri mahasiswa, masyarakat, aktivis, hingga tokoh agama yang tergabung di dalam aliansi anti bulliying.
Lilin-lilin yang berderet di bawah monumen perjuangan itu menjadi simbol duka sekaligus perlawanan. Doa bersama dipanjatkan, namun di sela-sela keheningan, suara-suara kritik juga lantang disuarakan.
“Riau menyebut dirinya Provinsi Layak Anak. Tapi kenyataannya, anak-anak masih mati karena bullying. Apa arti gelar itu kalau perlindungan hanya berhenti di baliho dan seremoni?” tegas salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Masyarakat menilai, tragedi ini bukan sekadar peristiwa tragis, melainkan cermin kegagalan negara dalam memberikan jaminan perlindungan kepada anak-anak. Pemerintah daerah maupun pusat dianggap lalai, lebih fokus pada pencitraan dan penghargaan ketimbang memastikan keamanan anak di sekolah dan lingkungan sosial.
Rika Parlina, Sh wakil ketua Germas PPA mengatakan, “Seribu lilin ini bukan hanya doa. Ini adalah gugatan moral. Kami menolak diam. Kami menolak lupa. Pemerintah harus berhenti bersembunyi di balik slogan, dan benar-benar hadir melindungi anak-anaknya. Ia juga mengundang kepala dinas DP3ap2kb debat terbuka tentang provinsi layak anak namun anak masih banyak yang menjadi korban buliiying dan kekerasan di provinsi Riau ini.”
Aksi ini juga diwarnai pembacaan tuntutan: agar kasus ini ditangani dengan serius, pelaku dihukum tegas, serta lahir kebijakan nyata yang mencegah kekerasan dan bullying di masa depan.
Meski berlangsung damai, aksi ini menyampaikan pesan keras: gelar ‘Provinsi Layak Anak’ tidak ada artinya bila anak-anak masih kehilangan nyawa.
Malam seribu lilin di Tugu Perjuangan bukan sekadar peringatan, melainkan juga peringatan keras bagi pemerintah—bahwa rakyat akan terus bersuara hingga negeri ini benar-benar aman dan layak bagi setiap anak.
