Oleh Risye Kristina Dewi
Komunitas Rindu Surga
Lahirnya Rasulullah Muhammad saw. ke dunia semestinya tidak hanya menjadi sebuah peringatan yang bersifat seremonial saja. Akan tetapi, harus dijadikan sebagai bentuk syukur dan kecintaan atas datangnya petunjuk kemenangan. Allah SWT berfirman yang artinya: “Dialah Tuhan yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dia menangkan atas segala agama walaupun kaum musyrik tidak suka.” (TQS at-Taubah [9]:33).
Mencintai dan meneladani beliau adalah sebuah kewajiban. Akan tetapi, mencintai tidak cukup hanya dengan mengenang kelahiran-Nya saja, kita sebagai umat muslim wajib mengikuti semua ajaran dan perjuangannya dalam menegakan agama Allah. Rasulullah saw. adalah teladan sempurna (uswah hasanah) bagi setiap muslim dalam memperjuangkan tegaknya agama Allah Swt.. Untuk itu kita sebagai umatnya wajib untuk meneladani beliau sebagai uswah hasanah.
Selama lebih dari dua puluh tiga tahun masa kerasulan, Nabi Muhammad saw. tidak pernah memperjuangkan kepentingan pribadi, keluarga, suku maupun kelompok. Beliau hanya berjuang untuk menegakan agama Allah Swt. yaitu Islam supaya menjadi rahmat bagi seluruh alam. Kaum Quraisy pernah menawarkan kepada beliau harta, kekuasaan dan kedudukan agar beliau berhenti mendakwahkan Islam, tetapi beliau menolaknya dengan keteguhannya yang luar biasa. Bahkan beliau menegaskan kepada mereka melalui pamannya (Abu Thalib): “Demi Allah! Andai mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan (dakwah) in, niscaya aku tidak akan meninggalkan dakwah ini hingga Allah memenangkan agama ini atau aku binasa karenanya.” (Al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq al-Makhtum, 1/69).
Selain memperjuangkan agama Allah, beliau juga menjadi teladan dalam kepemimpinan-Nya yaitu sebagai kepala negara di Madinah yang dibangun atas ketundukkanya kepada syariat Allah Swt. Semua ini demi terwujudnya kemaslahatan masyarakat, kehidupan islami, dan terbebas dari bentuk penjajahan ideologi kufur.
Namun, akibat dari sistem aturan saat ini yaitu sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan maka tidak sedikit kaum muslim saat ini hanya menjalankan ibadah dalam aspek ritual dan akhlak pribadi beliau saja. Padahal Al-Quran telah memerintahkan setiap kaum yang beriman harus menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan yang sempurna dan menyeluruh bukan hanya pada satu aspek saja.
Ibadah yang beliau kerjakan bukan hanya seputar shalat, zakat dan berahklak mulia. Beliau berjuang menegakan hukum Islam, memimpin musyawarah, mengangkat pejabat yang kompeten dan amanah serta menjaga kesejahteraan dan menjaga keamanan masyarakat.
Untuk itu meneladani Rasulullah saw. dengan sempurna hanya dapat terwujud dengan menegakan kembali sistem pemerintahan Islam yaiitu khilafah islamiah sebagaimana yang pernah dipraktikan Rasulullah saw. dan diperintahkan Allah Swt..
Wallahu a’lam bi ash-shawab.
