SOLOK – Bundo Kanduang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan adat Minangkabau sebagai limpapeh rumah nan gadang, penjaga nilai adat, budaya, serta pembina generasi penerus. Kehadiran Bundo Kanduang bukan sekadar pelengkap dalam setiap upacara adat, melainkan menjadi simbol kebijaksanaan, kehormatan, dan kekuatan perempuan dalam sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau.
Hal tersebut tampak nyata dalam rangkaian Baralek Nagari Saok Laweh yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, dalam rangka Peresmian Balai Adat Nagari Saok Laweh di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, dengan mengusung tema "Mambangkik Batang Tarandam, Warih Nan Bajawek."
Selama kegiatan berlangsung, Bundo Kanduang berperan aktif dalam menyambut tamu kehormatan, mendukung pelaksanaan prosesi adat, serta menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau. Dengan mengenakan busana adat yang anggun dan penuh makna, para Bundo Kanduang menjadi cerminan marwah kaum perempuan Minangkabau yang menjunjung tinggi sopan santun, musyawarah, dan kebersamaan.
Selain mendampingi Ninik Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, serta unsur pemerintah, Bundo Kanduang juga berkontribusi dalam menampilkan berbagai tradisi adat, menyukseskan jamuan adat, serta memberikan teladan kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya dan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.
Peresmian Balai Adat menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali fungsi balai sebagai pusat musyawarah, penyelesaian persoalan adat, pembinaan generasi muda, serta pelestarian nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Dalam proses tersebut, dukungan Bundo Kanduang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.
Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh unsur masyarakat, termasuk Bundo Kanduang, Baralek Nagari Saok Laweh diharapkan mampu memperkuat persatuan, melestarikan budaya Minangkabau, serta mewariskan adat dan tradisi kepada generasi penerus sehingga tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran Bundo Kanduang dalam Baralek Nagari bukan hanya sebagai simbol adat, tetapi juga sebagai penjaga jati diri masyarakat Minangkabau. Peran tersebut menjadi bukti bahwa perempuan Minangkabau tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kelangsungan adat, memperkuat nilai kekeluargaan, serta mewujudkan masyarakat yang berbudaya, bermartabat, dan berakar kuat pada warisan leluhur.
