Oleh Feni Rosfiani
Aktivis Dakwah
"Setiap
Pekerjaan adalah Batu Loncatan Menuju Kesuksesan".
Kutipan
ini sepertinya tidak berlaku lagi di negeri ini. Bagaimana rakyat bisa meraih
kesuksesan dan kesejahteraan jika pekerjaan yang selama ini dijadikan untuk
memenuhi segala kebutuhan hidupnya saja terancam hilang selamanya.
Dilansir
dari CNBC Indonesia (25/5/2026), PT.Xacti Indonesia resmi menutup perusahaannya
yang berlokasi di Depok, Jawa Barat juga disertai pemutusan hubungan kerja
(PHK) kepada seluruh karyawannya sebanyak 350 orang. Hal ini dibenarkan oleh
konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia
(KSPI), Said Iqbal yang menuturkan bahwa perusahaan yang memproduksi alat-alat
elektronik ini sudah tidak mampu bertahan dengan persaingan global maupun dalam
negeri saat ini. Akhirnya pihak perusahaan mengambil jalan menutup permanen
perusahaan yang dikenal sebagai PT. Sanyo Grup tersebut.
Kasus-kasus
PHK Massal yang selama beberapa tahun terakhir ini menjadi fenomena yang sudah
sering terjadi khususnya di Indonesia ini, tidak lain karena dampak perang Iran
melawan Amerika Serikat dan juga Israel yang entah sampai kapan berakhir.
Dampaknya tentu saja dengan melonjaknya harga BBM yang berimbas juga pada
kenaikan barang-barang lain. Sedangkan untuk operasional mesin-mesin di
pabrik-pabrik membutuhkan BBM yang tidak sedikit dan menggunakan BBM non
subsidi juga. Maka banyak perusahaan yang memilih "gulung tikar"
daripada harus mengefisiensi anggarannya. Selain itu, dampak rupiah melemah
yang akhir-akhir ini menjadi tranding topik juga salah satu akibat PHK Massal
ini. Banyak perusahaan yang sudah melakukan banyak cara agar bisa bertahan
tetapi ujung-ujungnya tetap karyawan yang dirugikan. Angka pengangguran semakin
tinggi sedangkan kebutuhan semakin meningkat. Akhirnya rakyat menengah kebawah
lagi yang terkena imbasnya. Kehilangan mata pencahariannya. Sementara lowongan
pekerjaan yang harusnya disediakan oleh negara, hanya terbatas. Bayangkan saja
dalam 1 lowongan kerja, bisa 10 sampai ratusan orang yang melamar pekerjaan
tersebut. Lowongan pekerjaan di sistem kapitalis sekarang ini, sebenarnya
diadakan hanya untuk kepentingan pemilik modal saja bukan untuk mensejahterakan
rakyatnya. Jangankan mendapat hidup yang layak, rakyat justru makin terbebani
dengan ekonomi yang melemah. Akibatnya angka kriminal makin tinggi, karena iman
yang semakin lemah sehingga cara apapun mereka lakukan agar bisa memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Sungguh sangat miris melihat semakin hari, negeri ini
semakin tidak baik-baik saja.
Dalam
sistem Islam, negara adalah Ra'in yaitu pelayan rakyat. Rakyat adalah prioritas
utama yang harus di sejahterakan, bahkan para pemimpin dalam islam rela
mengorbankan kepentingan dirinya sendiri hanya untuk kehidupan rakyatnya. Semua
itu karena mereka tahu bahwa segala sesuatu yang mereka perbuat akan dimintai
pertanggungjawaban di akhirat kelak. Seperti fenomena PHK massal yang kian
marak, jika dalam sistem Islam, khalifah (pemimpin) akan senantiasa menyediakan
lapangan pekerjaan yang memadai dan upah yang layak juga sesuai pekerjaannya.
Sistem ekonomi juga bersumber dari aturan Islam pula, sehingga kestabilan
ekonomi akan senantiasa terjaga. Serta pengelolaan Sumber Daya Alam benar-benar
dikelola oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat bukan dikuasai oleh pihak
swasta. Semua fasilitas yang menyangkut kebutuhan masyarakat seperti kesehatan,
pendidikan, kebersihan, keamanan dan lain-lainnya diberikan secara cuma-cuma
atau gratis tanpa dibebankan pada rakyat. Semua biaya operasional didapat dari
Baitul mal dan Jizyah. Maka tidak akan ada lagi pajak yang harus dibayar oleh
rakyatnya. Semua ini hanya akan terwujud jika sistem Islam diterapkan di dunia
ini. Mari kita berdoa dan berjuang bersama agar keniscayaan ini akan segera
terwujud.
Wallohualam
bissawab.
