Oleh Alya Nur Amira Az-zahra
Aktivis Pelajar Insantama Malang
Palestina kata yang seringkali kita dengar, Gaza nama kota yang selalu menyuarakan jihad fii sabilillah. Palestina belahan bumi utara yang sering dilupakan oleh dunia. Teriakan para ibu yang menangisi buah hatinya yang sudah berpulang terlebih dahulu karena kekejaman Israel laknatullahi alaih.
Senin 4 Mei 2026, pukul 01.03 WIB, tercuat fakta bahwa 8.000 warga
Palestina diyakini masih berada di bawah reruntuhan puing di Jalur Gaza. Saat
ini beru kurang dari 1% puing telah dibersihkan. Setelah perang genosida Israel
selama 2 tahun dilanir Al Jazeera, Senin 4 Mei 2026 surat kabar Haaretz
mengutip seorang pejabat anonim dari program bantuan PBB menyatakan bahwa
lambatnya proses pembersihan berarti proses tersebut dapat memakan waktu hingga
7 tahun untuk diselesaikan. Namun lebih bengisnya lagi, Israel terus melakukan
pelanggaran harian terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani
Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 828 syuhada warga Palestina dan luka
luka 2.342. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hal ini sangat memilukan karena
dengan jelas dan nyata yang ada Israel menunjukkan bahwa kejamnya dirinya Israel tidak memiliki hati nurani. Tidak bisa memanusiakan manusia dan yang
lebih mirisnya lagi di mana kaum muslimin di saat Palestina, saudara seiman
sedang digenosida, dibantai, dianiaya.
Aynal muslimun padahal muslim itu bagaikan satu tubuh, jika salah satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh yang lain juga sakit. Namun, sangat disayangkan hal itu seperti tidak berlaku pada kaum muslimin pada hari ini. Mereka hanya peduli dengan negara masing-masing dan mereka diam seperti sedang tidak terjadi apa-apa. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, banyak dari negara-negara muslim yang bekerja sama dengan sekutu Israel yaitu Amerika Serikat. Salah satunya yaitu Arab Saudi yang bekerja sama dengan Amerika Serikat yang fokusnya berada pada pertahanan militer, stabilitas energi dan kontra terorisme. Dan yang lebih bodohnya lagi, kerjasama ini banyak menguntungkan Amerika Serikat dan banyak merugikan Arab Saudi. Seperti Amerika hanya memberikan perlindungan militer, sementara Arab Saudi menjaga pasokan minyak dan mendukung kebijakan luar negeri Amerika di Timur Tengah.
Kemudian bagaimana Islam memberikan solusi terhadap ini semua? Islam adalah ideologi yang memberikan solusi paripurna dan menawarkan solusi komprehensif bagi berbagai persoalan kehidupan manusia.
Dalam Islam Palestina khususnya Al-Quds bukanlah sekadar masalah nasionalisme bangsa Arab, melainkan amanah agama dan bagian dari akidah umat Islam. Solusi yang Islam berikan adalah yang berakar pada prinsip keadilan, pembebasan dan persatuan. Meliputi aspek spiritual, politik dan aksi nyata.
Ada tiga poin utama solusi yang Islam berikan. Pertama, prinsip akidah menetapkan bahwa Palestina sebagai tanah wakaf umat Islam dan Masjidil Aqsa sebagai tempat suci yang wajib dijaga kesuciannya dari penjajahan. Kedua, persatuan dan perlawanan yang menekankan pentingnya persatuan umat Islam, ukhuah Islamiyah, untuk memberikan dukungan politik serta melakukan perlawanan jihad guna mengembalikan hak-hak rakyat Palestina. Ketiga, yaitu dukungan nyata yang mewajibkan solidaritas melalui bantuan kemanusiaan, diplomasi internasional serta boikot ekonomi terhadap pihak yang mendukung penjajahan.
Dan di sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Palestina bukan hanya masalah Palestina sendiri, tapi juga masalah bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Palestina tidak hanya membutuhkan doa, tetapi juga aksi nyata dari kita.
Wallahu'alam.
