Mengapa Bullying Terus Terjadi?

 




Oleh Kiki Ariyanti 

Aktivis Muslimah



Akhir-akhir ini kita kembali dikejutkan dengan kasus pembullyan atau perundungan. Pembullyan yang identik terjadi dalam dunia pendidikan benar-benar merusak akidah pelajar sebagai generasi yang terdidik. Ternyata pendidikan tidak menjamin pelajar berkepribadian mulia. Di Indonesia kasus ini masih menjadi salah satu problematika utama yang patut dibahas karena sampai sekarang belum mampu menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Dikutip dari Kompas.com (5/6/2026). Tragedi penganiayaan terjadi pada November 2025 dan baru terungkap awal Juni 2026 setelah rekaman video kondisi salah satu korban SAH (13), viral di media sosial facebook. Kasus penganiayaan berat ini menimpa tiga santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Matang, Kecamatan Batukilang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan penuturan pihak keluarga dan hasil penelusuran Lembaga Perlindungan anak Mataram, insiden ini diduga kuat dipicu oleh motif balas dendam. Sebelum peristiwa pembakaran terjadi, SAH bersama dua rekan santri lainnya sempat melaporkan tindakan perundungan (bullying) yang dilakukan oleh kakak kelas mereka, R, kepada pimpinan pondok pesantren. 

Pihak ponpes sebenarnya telah memberikan peringatan kepada R. Namun, teguran itu justru memantik amarah pelaku. Tiga hari sebelum insiden, R melontarkan ancaman serius kepada para korban. "Tiga hari sebelum kejadian diancam, 'kalau lain kali kalian kasih tahu Abah saya akan bakar kalian'. Akhirnya, tiga hari setelah kata-kata itu langsung kejadian," ujar Nurul Hidayah, bibi dari SAH, saat ditemui di rumahnya di Desa Setiling, Kamis (4/6/2026). 

Akhirnya aksi nekat itu dilancarkan pelaku pada November 2025. Dan pihak ponpes dinilai lepas tanggung jawab dari insiden ini. Akibat insiden pembakaran tersebut, dua santri mengalami luka bakar parah di sekujur tubuh, sementara satu santri lainnya dilaporkan meninggal dunia pada bulan Ramadhan atau masa bulan puasa 2026 lalu.

Mengapa kasus bullying terus saja terjadi?. Masalah bullying bukan hal yang sepele. Bullying yang terus terjadi membuktikan bahwa dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Hal ini merupakan problem akut generasi sekarang. Sebenarnya terus berulangnya kasus bullying memperlihatkan ketidak seriusan negara dalam menangani kasus ini. Padahal dampak dari bullying sangat berbahaya pada kondisi mental dan psikologis korban yang bisa berujung kematian. Bukan hanya berbahaya untuk korban melainkan orang lain juga. 

Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan adalah penyebab meningkatnya kasus bullying. Dalam sistem sekularisme semua aspek kehidupan dipisahkan dari agama yang membuat generasi tumbuh menjadi pribadi yang bejat, suka menindas, dan sadis. Sistem pendidikan sekuler hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan materi, bukan pembentukan syakhsiyyah islamiyah. Akibatnya memicu lahirnya generasi yang mungkin kaya akan prestasi namun bermoral buruk. Karakter generasi rusak, senioritas negatif, dan kekerasan pun tumbuh subur di lingkungan pendidikan.

Sistem sekuler ala kapitalis yang diterapkan saat ini menyebabkan negara gagal hadir sebagai raa'in yang melindungi generasi. Ada kesan abai dari negara terhadap hal-hal seperti ini. Walaupun kasus bullying terus meningkatkan setiap tahun namun penanganan tetap reaktif dan parsial, tanpa menyentuh akar permasalahan. Selain itu sistem persanksian saat ini tidak sesuai dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku. Sanksi bagi pelaku bullying tidak tegas dan tidak menjerakan, bahkan membebaskan pelaku kejahatan dengan alasan "di bawah umur". Sehingga kasus terus berulang bahkan semakin parah dari tahun ke tahun.

Maka untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan adanya perubahan yang mendasar dan menyeluruh, yaitu dengan mengganti sistem sekuler kapitalisme yang bobrok ini dengan sistem Islam. Dalam Islam bullying merupakan tindakan yang berdosa untuk dilakukan. Karena itu sistem pendidikan dalam Islam berbasis akidah Islam yang akan mencetak generasi berkepribadian mulia, bukan sekadar cerdas secara akademik. Sebab keimanan dan ketaqwaan yang kokoh akan menjadi benteng dari dalam diri generasi ketika berpikir dan beramal. Mereka akan sangat berhati-hati dalam bertindak karena semua perbuatan akan diminta pertanggung jawaban di akhirat. 

Negara dalam sistem Islam juga akan hadir sebagai raa'in dan junnah bagi rakyat, ia memastikan setiap lembaga pendidikan berada dalam pengawasan penuh negara dan bebas dari segala bentuk kekerasan, jauh dari bentuk senoritas negatif dan diarahkan pada senoritas positif (seperti kakak kelas membimbing adik kelasnya dengan Islam). Selain itu negara juga akan menerapkan sistem sanksi tegas bagi pelaku kekerasan yang bersifat jawabir (penebus dosa) dan zawajir (pencegah perbuatan dosa), sehingga dapat menjerakan pelaku dan memutus rantai bullying. Dalam Islam tidak ada area abu-abu usia, setiap muslim yang telah baligh wajib menanggung taklif atas perbuatannya. Dengan demikian masalah bullying dapat teratasi dengan baik dan kejahatan lainnya juga tidak akan sampai merajalela seperti sekarang ini. Wallahu a'lam bish shawab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,92,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,24,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,223,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,199,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,712,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,651,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Mengapa Bullying Terus Terjadi?
Mengapa Bullying Terus Terjadi?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVzB2aPqjqgerADcI3yF9SDrMoCF9k1kgb2e6hAMPLzImh6kE_aXOG5d31PqcJbVaFQZ67SntI5dfZ5urSHWs-LtVh47IdCY4omzYD1DLxAgfP2PyDxpMSpN1ri-l7AWKf5gTvaxN5_jGjf-gHukepd7EFdWF5Qn2wsuwlJGrW0xH0R4gOCYQ_2cNGQpxV/s320/WhatsApp%20Image%202026-06-14%20at%2012.48.00.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVzB2aPqjqgerADcI3yF9SDrMoCF9k1kgb2e6hAMPLzImh6kE_aXOG5d31PqcJbVaFQZ67SntI5dfZ5urSHWs-LtVh47IdCY4omzYD1DLxAgfP2PyDxpMSpN1ri-l7AWKf5gTvaxN5_jGjf-gHukepd7EFdWF5Qn2wsuwlJGrW0xH0R4gOCYQ_2cNGQpxV/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-06-14%20at%2012.48.00.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/06/mengapa-bullying-terus-terjadi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/06/mengapa-bullying-terus-terjadi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content