Kecanggihan Digital, Jangan Sampai Berakibat Fatal

 


Oleh Mery Bela Oktavia

Aktivis Muslimah


Era digital mengalami perkembangan yang begitu pesat. Dulu, untuk belajar dan mendapatkan informasi atau ilmu pengetahuan mencari dari buku, guru dan dari diskusi dengan lingkungan sekitar. Dengan kecanggihan teknologi saat ini manusia dapat belajar dengan menyelami melalui gawai yang dimiliki tanpa terbatas oleh waktu dan tempat. Selain itu beragamnya pilihan masyarakat terhadap platform digital menjadikan manusia semakin nyenyak berseluncur dalam dunia maya. Yang paling terkenal saat ini adalah Artificial Intelligence (AI)/kecerdasan buatan.

AI (Artificial Intelligence) adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada pembuatan mesin yang dapat meniru kecerdasan manusia. Ini termasuk kemampuan belajar, memahami, dan mengambil keputusan. AI digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti asisten virtual (Siri, Alexa), algoritma rekomendasi di platform streaming, pengenalan wajah, dan banyak lagi (https://aici-umg.com/article/sejarah-ai/). Teknologi ini dirancang untuk memecahkan masalah, belajar dari pengalaman, dan mempermudah pekerjaan manusia. Berangkat dari tujuan awal dibuatnya AI, memang pada faktanya AI sangat memudahkan pekerjaan manusia. Informasi dan rekomendasi apa yang dibutuhkan oleh manusia tinggal mencari di platform ini. Termasuk topik mengenai ilmu pengetahuan tanpa terkecuali mengajukan pertanyaan seputar keagamaan menjadi fenomena yang melanda generasi saat ini.

Adopsi AI di Indonesia sangat masif: hingga 92% pemanfaatan untuk produktivitas dan 59% hingga 71% masyarakat rutin menggunakan AI dalam keseharian. Tingkat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap AI merupakan salah satu yang tertinggi di dunia (peringkat ke-4). Platform Terpopuler: ChatGPT mendominasi dengan pangsa pasar hingga 85%, diikuti oleh Meta AI (72%) dan Google Gemini (65%)(www.graphie.co.id). Generasi Z menjadi motor utama adopsi AI (43,7%), disusul oleh Milenial (22,3%) dan Gen X (12,8%) (rpubs.com). Mengerucut pada topik keagamaan, pemanfaatannya mencakup pencarian topik keagamaan seperti AI pendukung kajian Islam, chatbot interaktif, dan pencarian dalil (www.komdigi.go.id).

Trennd AI memotivasi media islam nasional untuk membuat semisal dengan nama "Aiman & Aisha" yang berfungsi sebagai sahabat belajar agama berbasis AI. AI ini dirancang untuk menjawab pertanyaan sehari-hari merujuk pada Al-Qur'an dan menargetkan anak muda yang sungkan bertanya langsung ke pemuka agama (CNN Indonesia). Perkembangan saat ini, mahasiswa Generasi Z di Indonesia mulai menggunakan AI sebagai asisten untuk mempelajari Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan kemandirian belajar, serta mencari materi tafsir dan dalil (prin.or.id). Berbagai lembaga riset Islam dan akademisi menggunakan AI untuk menyaring teks klasik serta mempermudah penyampaian nilai-nilai Islam kepada audiens yang lebih luas (ejournal.appisi.or.id).

      Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mewanti-wanti potensi bias dan jawaban yang menyesatkan jika AI agama tidak didukung dengan basis data yang akurat dari sumber terpercaya (www.komdigi.go.id). Lembaga Islam di Indonesia (seperti Dompet Dhuafa) menegaskan bahwa belajar agama lewat AI diperbolehkan asalkan sebatas alat bantu atau referensi, dan bukan sebagai sumber utama atau otoritas tertinggi ilmu agama. Kementerian Agama memandang Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen strategis dan alat bantu yang harus dikuasai, namun tidak dapat menggantikan otoritas, akal, dan hati nurani manusia, terutama dalam hal pendidikan, dakwah, dan tradisi keilmuan Islam (mui.or.id).

 

AI bukan rujukan utama

 

    Mencari informasi dengan AI diperbolehkan namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.  Pertama, AI merupakan buatan manusia, meskipun melalui riset yang mendalam namun dikembalikan lagi bahwa segala sesuatu yang dibuat memiliki sifat yang terbatas, lemah, dan serba kurang dan tidak jarang informasi bisa dikurangi ataupun ditambahi sesuai request si pembuatnya. Kedua, AI bukan dijadikan bahan rujukan utama. Apabila kita menginginkan informasi seputar ilmu pengetahuan agama maka harus merujuk pada sumber hukum Islam yang ada empat diantaranya : Al Qur'an, Hadits, Ijma' Sahabat dan Qiyas Syar'i. Sehingga hasil dari penggunaan AI perlu di check ulang apakah sesuai dengan empat sumber hukum Islam tersebut. Karena dalam ibadah, kita diperintahkan untuk mengetahui dalil agar tidak keliru dalam penerapannya. Jika ada kekeliruan dalam penerapannya, berakibat pada kualitas ibadah kita dan berkaitan dengan Ihsanul amal. Ketiga, AI bukan pengganti ulama. AI platform digital di bawah pengawasan negara tempat algoritma dirancang berdasarkan kriteria kebijakan dan keamanan, berpotensi menghasilkan jawaban yang telah disortir dan dirumuskan. Sedangkan Ulama memberikan informasi hukum/fatwa dengan bersandar pada dalil syar'i dan rasa takut pada Allah semata. Selain itu, Ulama memiliki keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.  Allah SWT berfirman :


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui".

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi menjelaskan makna kata فَسۡ‍َٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ : “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan.” Yaitu wahai orang-orang yang ragu akan apa yang dibawa oleh Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, tanyalah para ahli Taurat dan Injil untuk menghilangkan keraguan kalian serta untuk menemukan kebenaran, bahwa yang dibawa oleh Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah kebenaran, dan seluruh rasul sebelumnya adalah manusia sepertinya. Dari ayat ini menjelaskan bahwa Kewajiban bertanya kepada Ahlul Ilmi jika seseroang tidak mengetahui perkara agamanya, seperti dalam hal aqidah, ibadah, dan hukum yang lainnya.

Kesimpulan     :

Teknologi dibuat dan dirancang untuk memudahkan aktivitas manusia tidak terkecuali AI. Namun, manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan paket lengkap yaitu akal. Potensi akal ini harus dipergunakan untuk berpikir kritis. Termasuk mengambil ilmu dengan teknologi yang canggih ini dikembalikan lagi rujukannya kepada sumber-sumber hukum islam. Wallahu a’lam biishowab.

 

 

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,92,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,25,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,230,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,201,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,731,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,655,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Kecanggihan Digital, Jangan Sampai Berakibat Fatal
Kecanggihan Digital, Jangan Sampai Berakibat Fatal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh84qxn2ZGtrgjTSU_tTDLGbT8HksOOeL9pwLEpCwu6KFr9CVbudOa9xyi63wWeLJecldFLLQ9gmB5YHtIthsb_DXM8E3VK1chEPqB-3_-b_IxbDgrNbOXsQWfqQNixffeI0A282T6jQZrNf8xv6SgRxh5ATgc4cyWs5qAsCNyFTaPpaTeZmPKcv7rs1duX/s320/WhatsApp%20Image%202026-07-19%20at%2016.20.19.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh84qxn2ZGtrgjTSU_tTDLGbT8HksOOeL9pwLEpCwu6KFr9CVbudOa9xyi63wWeLJecldFLLQ9gmB5YHtIthsb_DXM8E3VK1chEPqB-3_-b_IxbDgrNbOXsQWfqQNixffeI0A282T6jQZrNf8xv6SgRxh5ATgc4cyWs5qAsCNyFTaPpaTeZmPKcv7rs1duX/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-07-19%20at%2016.20.19.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/07/kecanggihan-digital-jangan-sampai.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/07/kecanggihan-digital-jangan-sampai.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content