Nakba yang Tak Pernah Usai: Luka Palestina di Tengah Diamnya Dunia

 



Oleh  Amelia Ayu Permatasari S S.Psi

Aktivis muslimah

Setiap 15 Mei, rakyat Palestina dan masyarakat dunia memperingati Nakba—sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti “malapetaka”. Nakba merujuk pada tragedi tahun 1948 ketika ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah mereka di tengah lahirnya negara Israel, sebuah proses sejarah yang berlangsung dalam konteks berakhirnya Mandat Inggris dan konflik yang kemudian meluas menjadi perang. Namun bagi Palestina, Nakba bukan sekadar catatan masa lalu yang tersimpan di lembar sejarah. Ia adalah luka yang belum menutup, bahkan terus berdarah hingga hari ini.

Tahun ini, Palestina memasuki 78 tahun sejak tragedi itu dikenang. Generasi berganti, tetapi penderitaan seolah diwariskan bersama ingatan kolektif tentang rumah yang hilang, keluarga yang tercerai, dan tanah yang terus diperebutkan. Di Gaza maupun wilayah Palestina lainnya, konflik berkepanjangan telah menghadirkan krisis kemanusiaan yang berulang. Kehidupan sehari-hari dibayangi ketakutan, keterbatasan akses kebutuhan dasar, serta ketidakpastian masa depan.

Di tengah situasi tersebut, umat Islam di Palestina masih terus bertahan dan berjuang mempertahankan hak-haknya. Namun yang menyisakan pertanyaan besar adalah mengapa penderitaan yang telah berlangsung puluhan tahun ini belum menemukan penyelesaian yang adil, sementara dunia terus menyaksikannya?

Tragedi Nakba menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan sekadar konflik teritorial atau sengketa politik biasa. Ia telah menjadi simbol panjangnya siklus kekerasan, pengusiran, dan perebutan hak yang terus membayangi kehidupan rakyat Palestina. Karena itu, memperingati Nakba semestinya tidak berhenti pada romantisme sejarah atau ungkapan belasungkawa tahunan. Peringatan ini harus menjadi momentum refleksi untuk membaca mengapa tragedi tersebut terus berulang.

Faktanya, berbagai upaya penyelesaian melalui perundingan internasional, resolusi, hingga forum diplomatik belum mampu menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan rakyat Palestina. Dunia internasional berkali-kali menyatakan keprihatinan, tetapi konflik tetap berlangsung. Lembaga-lembaga global yang diharapkan menjadi penjaga perdamaian kerap dinilai tidak memiliki daya paksa yang cukup, atau justru terbelenggu kepentingan politik negara-negara besar.

Kondisi ini memperlihatkan adanya krisis dalam sistem global yang saat ini tegak. Sistem yang seharusnya menjamin perdamaian dan perlindungan hak asasi justru sering dipersepsikan gagal ketika berhadapan dengan konflik yang melibatkan kepentingan geopolitik besar. Palestina menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan sering kali berhadapan dengan kalkulasi politik dan kepentingan strategis.

Di sisi lain, realitas ini juga memunculkan kritik terhadap konsep negara-bangsa (nation-state) di dunia Islam. Fragmentasi politik membuat negeri-negeri Muslim bergerak sendiri-sendiri dengan kepentingan nasional masing-masing. Solidaritas memang kerap disuarakan, tetapi sering berhenti pada pernyataan diplomatik atau bantuan kemanusiaan tanpa kemampuan kolektif untuk mengubah peta kekuatan secara signifikan. Akibatnya, umat Islam dipandang kehilangan daya tawar dan kewibawaan politik yang dahulu pernah menjadi bagian dari sejarah peradabannya.

Dari sudut pandang inilah, sebagian kalangan memandang bahwa pembebasan Palestina tidak realistis jika hanya disandarkan pada harapan kepada negara-negara adidaya, lembaga internasional, ataupun forum regional. Mereka menilai bahwa institusi-institusi tersebut beroperasi dalam kerangka kepentingan global yang tidak selalu berpihak pada keadilan substantif bagi rakyat Palestina.

Pandangan tersebut kemudian melahirkan gagasan bahwa persoalan Palestina perlu dibaca sebagai bagian dari isu yang lebih besar, yakni soal kepemimpinan dan persatuan umat Islam. Dalam perspektif ini, pembelaan terhadap Palestina tidak dipandang semata agenda politik luar negeri, tetapi terkait erat dengan konsep kepemimpinan Islam yang diyakini mampu menyatukan potensi umat dan membangun kekuatan politik yang lebih berwibawa.

Bagi para pendukung gagasan tersebut, agenda perjuangan hari ini bukan hanya menggalang simpati atau aksi solidaritas sesaat, melainkan memahamkan umat tentang pentingnya hidup di bawah kepemimpinan yang mereka yakini berlandaskan ajaran Islam. Kepemimpinan itu dipandang sebagai sarana untuk menyatukan kekuatan umat, memobilisasi potensi yang tercerai-berai, dan menghadirkan kembali posisi strategis umat Islam dalam percaturan dunia.

Tentu, gagasan mengenai bentuk kepemimpinan ideal bagi dunia Islam tetap menjadi ruang perdebatan yang luas dan terbuka. Namun satu hal yang sulit dibantah: Palestina tidak membutuhkan sekadar empati musiman. Ia membutuhkan keseriusan politik, solidaritas yang nyata, dan keberanian moral untuk memperjuangkan keadilan.

Nakba yang diperingati setiap tahun sesungguhnya sedang mengajukan pertanyaan yang sama kepada dunia: sampai kapan luka ini dianggap biasa? Selama akar persoalan belum disentuh dan keadilan masih menjadi komoditas politik yang dinegosiasikan, selama itu pula Nakba tidak pernah benar-benar berakhir.

Dan mungkin, yang paling menyakitkan dari semua ini bukan hanya penderitaan Palestina, melainkan kenyataan bahwa dunia telah terlalu lama belajar hidup berdampingan dengan penderitaan itu.

 

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,91,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,19,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,211,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,212,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,196,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,673,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,4,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,641,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Nakba yang Tak Pernah Usai: Luka Palestina di Tengah Diamnya Dunia
Nakba yang Tak Pernah Usai: Luka Palestina di Tengah Diamnya Dunia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq5zpTBCOg5KOhuTWPurdyVTMXt1RwpKPJR_ZvSmd7NnFJMq6oPv8D3i_bEnxYtHMPvhIyIkaF-5C4jB5cMxfpzwFry82Vcg3P4sOuIeFlQPPEmGQDfata8RhKaD3RQ8LfZEJpum2kmkiUxmnQAEKTUfPUp4gIOPTcZp30sj4Rpcykr8aTezGSYHrNLD6_/s320/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2016.57.29.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq5zpTBCOg5KOhuTWPurdyVTMXt1RwpKPJR_ZvSmd7NnFJMq6oPv8D3i_bEnxYtHMPvhIyIkaF-5C4jB5cMxfpzwFry82Vcg3P4sOuIeFlQPPEmGQDfata8RhKaD3RQ8LfZEJpum2kmkiUxmnQAEKTUfPUp4gIOPTcZp30sj4Rpcykr8aTezGSYHrNLD6_/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2016.57.29.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/nakba-yang-tak-pernah-usai-luka.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/nakba-yang-tak-pernah-usai-luka.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content