Padang, — STAI YASTIS Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi syariah di Sumatera Barat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi persiapan Program Kampung Halal yang dilaksanakan di Padang dan Kabupaten Agam, Selasa (5/5/2026).
Rapat ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Sobri, MA, selaku Manajemen Eksekutif KDEKS Sumbar sekaligus Ketua Halal Center STAI YASTIS Padang.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Nico, bersama Ibu Wuri, sebagai mitra strategis dalam penguatan dan pemberdayaan UMKM.
Dalam pertemuan tersebut, STAI YASTIS Padang mengambil peran penting dalam merancang arah pengembangan Kampung Halal, mulai dari pemetaan wilayah hingga penguatan ekosistem usaha berbasis syariah.
Sejumlah kawasan yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain Lubuk Kilangan, Batang Kabung, dan Gunung Pangilun di Kota Padang, serta Nagari Koto Tangah, Jorong Jalikur Patanangan di Kabupaten Agam.
Dr. Muhammad Sobri menegaskan bahwa STAI YASTIS Padang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan.
“Melalui Halal Center STAI YASTIS, kami berkomitmen untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing dalam sistem ekonomi syariah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program Kampung Halal sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antar lembaga.
Oleh karena itu, STAI YASTIS Padang mendorong kerja sama dengan berbagai Halal Center, seperti Halal Center Universitas Andalas (UNAND), Halal Center UBP, dll, dalam penguatan UMKM dan Koperasi untuk mendukung pengembangan kampung halal.
Rapat berlangsung lancar dan penuh semangat kolaboratif. Melalui langkah ini, STAI YASTIS Padang diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Kampung Halal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Sumatera Barat.
Program Kampung Halal sendiri merupakan inisiatif berbasis kewilayahan yang bertujuan memastikan produk kuliner, UMKM, hingga layanan wisata di suatu kawasan memenuhi standar kehalalan sesuai syariat Islam.
Selain memberikan rasa aman bagi konsumen, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas, kepercayaan, serta memperluas pasar bagi pelaku UMKM di daerah.
Editor: Aniyah

