Lapangan Kerja Makin Sempit, Di Mana Peran Negara?




Oleh Martina Eka T 

Aktivis Muslimah


Makin kesini struktur ketenagakerjaan Indonesia makin di dominasi oleh sektor informal (kemnaker. go.id, 3/5/2026) dengan kualitas pekerjaan yang relatif rendah. Contohnya Pedagang Kaki Lima (PKL), Pekerja Lepas (freelancer), Buruh Tani, Asisten Rumah Tangga (ART), Tukang Ojek/Pengemudi Transportasi Online, Pedagang Asongan Keliling dan Pemulung.

Akibat dari ketimpangan jumlah tenaga kerja dan ketersediaan lapangan kerja membuat posisi tawar pekerja menjadi rendah. Jadi alternatifnya adalah membuat usaha sendiri (UMKM) dan ini dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat makin rendah. Penurunan daya beli masyarakat disebabkan oleh kombinasi inflasi tinggi, stagnasi pendapatan, dan maraknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Harga kebutuhan pokok yang naik, terbatasnya lapangan kerja, dan melemahnya kelompok menengah akibat tekanan struktural memaksa masyarakat mengurangi belanja non-pokok.

Ekonomi gig (gig economy) adalah sistem pasar kerja fleksibel yang didominasi oleh kontrak jangka pendek, pekerja lepas (freelancer), dan pekerjaan berbasis proyek atau permintaan (on-demand) melalui platform digital. Pekerja gig (gig worker) mencakup ojek online, kurir, konten kreator, hingga profesional kreatif, yang bekerja tanpa sekat kantor. Tetapi pekerja di sektor gig ini menghadapi kerentanan karena tidak memiliki jaminan sosial dan relasi kerja yang jelas dengan pemilik modal.

Kapitalis Penyebab Ketidakpastian Ini

Harus terima kenyataan bahwa di sistem ini lapangan kerja makin terbatas, sementara pencari kerja makin banyak. Dan ini sudah membuktikan bahwa sistem yang dianut oleh negara ini menyebabkan kegagalan dalam menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya.

Di sistem ekonomi kapitalis kesenjangan makin lebar dan kemiskinan struktural makin banyak. Lalu kebijakan pemerintah lebih berpihak pada pemilik modal, sehingga kepentingan rakyat terabaikan. Di sini hak dan kewajibannya pekerja lalu pemberi kerja tidak diatur dengan syariat Islam.

Sistem Sempurna Melalui Penerapan Sistem Islam

Islam menegaskan bahwa tanggung jawab negara menyediakan lapangan kerja untuk semua laki-laki dewasa agar dapat menjalankan kewajiban menafkahi keluarganya. Allah SWT telah berfirman: "Dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu. Bagi orang  (miskin) dan yang meminta dan yang tidak meminta." (TQS Al-Ma'arij [70]:24-25)

Sistem pendidikan, politik dan ekonomi Islam memiliki mekanisme yang komprehensif (lengkap, menyeluruh) untuk memastikan setiap laki-laki dewasa bekerja sesuai bidangnya dan kemampuannya.

Syariat Islam memiliki aturan terkait hak dan kewajiban pekerja juga pemberi kerja sehingga tidak menimbulkan masalah baik dalam hal upah, jam kerja, beban kerja, karena perjanjian kerja didasarkan keridaan.

Berikut adalah contoh nyata kemudahan pekerjaan di masa khilafah:

1. Kebijakan Ihya' al-Mawat (Menghidupkan Lahan Mati): Negara memberikan hak milik tanah kepada siapa saja yang mampu mengelola dan produktif, sehingga mempermudah akses lapangan kerja di sektor pertanian.

2. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA): Negara mengelola sumber daya alam seperti pertambangan dan energi yang melimpah, dan hasilnya digunakan untuk membiayai operasional negara dan layanan publik, yang secara tidak langsung menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan menurunkan beban hidup.

3. Fasilitas Infrastruktur yang Mendukung: Pemerintah membangun sarana dan prasarana yang memudahkan mobilitas, baik untuk perdagangan maupun akses ke tempat kerja.

4. Etos Kerja yang Ditanamkan: Islam menekankan bekerja adalah ibadah dan amanah, sehingga pekerja cenderung amanah dan disiplin, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

5. Penyelesaian Masalah Ketenagakerjaan: Negara aktif dalam mengatasi masalah pengangguran dengan menyediakan lapangan pekerjaan melalui berbagai sektor, termasuk sektor publik.Secara ringkas, kemudahan kerja terjadi karena negara bertindak sebagai pelayan rakyat, menyediakan sarana, dan mengelola sumber daya secara Islami.

Solusi atas permasalahan ini sangat membutuhkan perubahan sistem politik, ekonomi, dan pendidikan yang berpijak pada Islam kaffah.

Wallahu a'lam bi ash-shawaab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,89,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,19,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,208,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,211,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,196,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,668,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,4,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,640,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Lapangan Kerja Makin Sempit, Di Mana Peran Negara?
Lapangan Kerja Makin Sempit, Di Mana Peran Negara?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKEzttw-JsW7v3nz5GHXWSzadDR84q2dkSmXy4ytk2LmmrtROEs-oJP5vJwO2Ha4zQkormKOfFZWZ0Vmy9sHD3JaWdGHS3ghaPAwEjwmx2b6UgpLDVL24RIyTZkUoE371ZRBIPMliDxrFzH2-i_imbizq26CiS4_5f6qOv3TQtQTrLvDjgsR6vbCJkG16c/s320/WhatsApp%20Image%202026-05-10%20at%2010.17.07.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKEzttw-JsW7v3nz5GHXWSzadDR84q2dkSmXy4ytk2LmmrtROEs-oJP5vJwO2Ha4zQkormKOfFZWZ0Vmy9sHD3JaWdGHS3ghaPAwEjwmx2b6UgpLDVL24RIyTZkUoE371ZRBIPMliDxrFzH2-i_imbizq26CiS4_5f6qOv3TQtQTrLvDjgsR6vbCJkG16c/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-05-10%20at%2010.17.07.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/lapangan-kerja-makin-sempit-di-mana.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/lapangan-kerja-makin-sempit-di-mana.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content