Oleh Vina Meilany
Aktivis Muslimah dan Pendidik Generasi
Akibat sistem pendidikan sekuler liberal, pelecehan yang dilakukan siswa terhadap guru sebagai cerminan krisis moral. Sebagaimana dikutip oleh media online detik.com, Bandung (Sabtu, 18/04/2026) - Sebuah peristiwa memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan. Di media sosial sebuah video yang viral memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas. Dalam rekaman tersebut, terlihat para siswa mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati. Kejadian itu terjadi di SMAN 1 Purwakarta. Karena dinilai mencerminkan krisis etika dan penghormatan terhadap guru di lingkungan sekolah, aksi para siswa tersebut menuai kecaman luas.
Pendidikan hari ini lebih menekankan aspek akademik tanpa melibatkan pemahaman akidah yang benar (sekuler). Etika, tatakrama dan cara bersikap kepada guru bukan bersumber dari ajaran agama, tetapi ditentukan dari konten atau pengakuan di media sosial. Demi memperoleh perhatian, pengakuan dan popularitas di ruang digital, tidak sedikit tindakan menyimpang dilakukan. Konsep adab yang menjadi fondasi utama dalam menuntut ilmu telah hilang. Arah pendidikan sekuler membuat wibawa guru menjadi lemah. Menghormati guru karena perannya sebagai perantara ilmu tidak lagi dinilai sebagai ibadah. Budaya liberal mengantarkan kepada kebebasan berekspresi. Sekalipun sekolah memberi sanksi, hukuman tersebut tidak membuat jera para siswa. Jika guru menegur siswa yang berbuat salah, guru juga takut dituntut.
Ada banyak program yang diklaim sebagai upaya membentuk karakter siswa, tapi dengan banyaknya kasus siswa terhadap guru. Upaya pembentukan karakter siswa terbukti belum efektif. Bahkan dalam beberapa kasus cenderung berhenti pada tataran administratif saja. Generasi yang tidak beradab kepada guru bisa menjadikan bangsa ini dalam kehinaan dan kebodohan.
Solusi Islam
Dalam Islam guru menempati posisi yang sangat mulia karena perannya sebagai perantara ilmu yang merupakan cahaya dari Allah SWT. Rasulullah saw. menegaskan bahwa mengabaikan adab terhadap guru merupakan penyimpangan. Rasulullah saw. bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu." (HR. Tirmidzi)
Adab merupakan bagian terpenting dalam sistem pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan dalam Islam dibagun di atas landasan akidah Islam. Tujuannya adalah mencetak generasi yang memiliki Syakhsiyyah Islamiyyah (kepribadian Islam), di mana pola pikir (aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah) mereka senantiasa terikat pada syariat.
Sistem pendidikan Islam tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi pembentukan cara pandang hidup yang menjadikan halal haram sebagai standar dalam berfikir dan bertindak. Peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi dalam setiap perilakunya memiliki kontrol moral yang kuat.
Islam mewajibkan negara memberikan jaminan kesejahteraan dan penghargaan kepada guru, sehingga mereka dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa tekanan ekonomi. Negara wajib menjaga ruang publik termasuk ruang digital dari berbagai konten yang merusak moral, tayangan yang menormalisasi penghinaan, pelecehan, maupun kekerasan. Negara Islam akan melakukan pengawasan ketat terhadap konten digital agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sekaligus menciptakan media yang edukatif dan membangun karakter.
Adanya sistem pendidikan Islam serta jaminan yang layak terhadap guru, akan membuat wibawa guru menempati posisi yang tinggi. Dalam Islam, menghormati guru merupakan bagian terpenting dari adab. Pendidikan berbasis akidah Islam mampu membentuk karakter pelajar dan menjaga wibawa guru. Hanya sistem Islam yang mampu menjamin kesejahteraan guru.
Wallahu'alam Bishawab.
