Oleh Maya Herlinawati
Muslimah Peduli Umat
RADARBANDUNG,ID,CIPARAY- Program pembentukan 80 ribu Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa dan kelurahan menemui sorotan. Sejumlah warga menilai pembangunan koperasi dilakukan terlalu dipaksakan tanpa ditopang kesiapan lokasi, sumber daya manusia (SDM), dan konsep usaha yang matang.
Realitanya banyak koperasi dibangun di lokasi yang sepi yang jauh dari jangkauan manusia, belum siap modal dan model bisnis belum jelas hingga kekhawatiran hanya menjadi proyek formalitas administratif.
Masyarakat juga masih mempertanyakan efektifitas penggunaan anggaran apabila koperasi yang dibangun tidak mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Masyarakat berharap konsep dan lokasi pembangunan benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Badan usaha koperasi membutuhkan fondasi usaha yang jelas agar dapat berjalan sehat. Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang bertujuan mensejahterakan rakyat desa melalui keanggotaan koperasi. Masyarakat diberi kemudahan akses berbagai kebutuhan yang disubsidi pemerintah. Keberadaan koperasi sudah lama ada di Indonesia, namun nyatanya tidak mampu menciptakan kesejahteraan umat.
Dalam sistem ekonomi kapitalis, birokrasi proyek dibangun dari atas, bergantung anggaran negara, meniscayakan investasi asing, impor, minimnya peran negara. Tidak lahir dari kebutuhan riil umat. Privatisasi pengelolaan SDA, membuat kesejahteraan akan sangat sulit tercapai.
Dalam Islam pemimpin (khalifah) adalah raa'in (pengurus) rakyat, penanggung jawab utama pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Rasullullah Saw bersabda:
"Imam (kepala negara/khalifah) adalah pengurus rakyat dan bertanggung jawab atas pengurusan mereka." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Negara Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok sandang, pangan, papan individu dan rakyat. Pembangunan dan upaya menyejahterakan rakyat bukanlah proyek seremonial, bukan pula pencitraan dan penyerapan anggaran. SDM dibangun dengan amanah dan keahlian. Islam mewajibkan pejabat dipilih berdasarkan kompetensi, amanah, dan ketakwaan.
Saatnya kembali pada aturan Islam sesuai metoda kenabian saw., agar kesejahteraan rakyat terwujud.
Wallahu a'lam bi ash-shawab
