Kerusakan Sistem Sosial, Buah dari Sekularisme

 



Oleh Aisyah Aprillya

Aktivis Muslimah


Seiring dengan mudahnya akses komunikasi maka makin memudahkan pula kekerasan seksual berbasis digital. Kemajuan teknologi informasi, media sosial, dan fitur gim daring telah menciptakan ruang baru bagi pelaku untuk melakukan pelecehan, eksploitasi, dan penyebaran konten intim tanpa izin (revange porn). 

Terhitung, kasus pelecehan dan kekerasan seksual di sejumlah perguruan tinggi ternama terjadi sepanjang April 2026. kasus yang terjadi di universitas besar seperti UI, UNJ, Unpad, hingga ITB hanyalah fenomena gunung es. Kejadian yang terbaru, sebanyak 16 mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen di fakultas itu. 

Kasus itu terungkap setelah tangkapan layar percakapan para terduga pelaku viral di media sosial. Dapat dikatakan bahwa situasi darurat dan alarm keras menggemparkan dunia maya, kasus kekerasan di lembaga pendidikan, yang terus meningkat dan sangat mengkhawatirkan.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat terjadi 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah itu, 71% kasus kekerasan terjadi di sekolah, 11% di perguruan tinggi, 9% pesantren, 6% satuan Pendidikan non-formal dan 3% di madrasah. Lalu, berdasarkan identitas pelaku, mereka adalah tenaga pendidik dan kependidikan (33%), siswa (30%), orang dewasa (24%), dan lainnya (13%). Pelaku terbesar justru berasal dari dalam sistem pendidikan itu sendiri. Jika digabungkan antara guru, dosen, tenaga kependidikan, dan siswa, maka lebih dari 63% pelaku berasal dari lingkungan internal lembaga pendidikan. (bbc.com 15/04/2026)

Kekerasan di dunia pendidikan bukan lagi kasus per kasus, tetapi sudah menjadi pola yang sistemis. Lebih berbahaya lagi, pelakunya justru banyak berasal dari dalam lembaga pendidikan itu sendiri. 

Ini menunjukkan bahwa sekolah dan kampus telah gagal menjadi ruang aman. Kekerasan seksual telah tumbuh subur di lembaga pendidikan, ruang yang semestinya menjadi tempat paling aman untuk belajar, membangun karakter, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.

Akar Masalah: Sekularisasi dan Kapitalisasi

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dipisahkan dari sistem sekuler kapitalis yang melahirkan tatanan sosial yang rapuh dan tidak berkeadilan. Dalam sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, nilai-nilai moral yang mengatur perilaku manusia bergantung pada kepentingan manusia semata. Hal ini menyebabkan hukum yang ada bersifat terbatas dan tidak melindungi moralitas atau kehormatan individu, apalagi perempuan.

 Sekularisasi Hukum

Dalam sistem sekuler, aturan-aturan yang ada tidak memadai dan hanya tambal sulam untuk menanggulangi kejahatan terhadap moral dan hak asasi manusia, terutama perempuan. Kekerasan terhadap perempuan makin mudah terjadi karena tidak adanya ketegasan hukum yang berlandaskan prinsip moral yang luhur. 

Masyarakat cenderung mengejar kepentingan pribadi dan manfaat tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika yang seharusnya menjadi dasar bagi setiap perbuatan. Sekularisme telah membentuk kehidupan manusia kehilangan peranan mulia. 

 Kapitalisasi dan Eksploitasi

Sistem kapitalis memperburuk kondisi ini karena menempatkan keuntungan dan efisiensi di atas segalanya. Lihat saja media, fungsi edukasi moral kian terpinggirkan demi mengejar profit semata. Dampaknya, eksploitasi perempuan menjadi hal yang lumrah, mulai dari narasi verbal yang mendekati kemaksiatan hingga maraknya pekerjaan yang merendahkan martabat, seperti pekerja seks komersial.

Sistem pendidikan yang gagal dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada generasi muda. Pendidikan sekuler hanya fokus pada aspek intelektual dan material, sementara nilai-nilai agama dan etika terabaikan. Akibatnya, para remaja tumbuh dewasa akan jauh dari pemahaman yang kuat tentang moralitas dan keimanan, sehingga mereka kurang peduli terhadap hak-hak perempuan.

 Solusi Islam: Kehormatan Perempuan dalam Islam dan Perlindungan Negara

 Islam memiliki solusi yang jelas dan tegas untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan verbal. Dalam Islam, perempuan memiliki posisi yang mulia dan amat terhormat. Islam melarang segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap mereka. Berikut adalah beberapa solusi Islam dalam menghadapi masalah ini:

 1. Menjaga Kehormatan Perempuan

Islam memandang perempuan sebagai kehormatan yang harus dijaga. Dalam Islam, perempuan dilindungi dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikologis, maupun seksual. Islam mewajibkan setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menjaga kehormatan dan martabat diri mereka. Rasulullah saw bersabda:

 “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan akulah yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi)

 Ini menegaskan bahwa seorang laki-laki yang baik adalah yang memperlakukan perempuan dan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan.

 2. Penerapan Hukum yang Tegas terhadap Pelaku Kekerasan

Dalam Islam, setiap pelaku kekerasan terhadap perempuan wajib menerima sanksi yang sesuai dengan kejahatan yang telah dilakukannya. Hukum Islam memberikan hukuman yang tegas terhadap pelaku kejahatan, termasuk kekerasan terhadap perempuan. Ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

 Rasulullah saw bersabda:

 “Jika salah seorang dari kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

 Prinsip ini menekankan bahwa setiap individu, dan terutama negara, bertanggung jawab untuk menanggulangi kemungkaran dan kejahatan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

 3. Peran Negara dalam Menjaga Kehormatan Perempuan

Dalam sistem Islam, negara memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga kehormatan dan melindungi perempuan dari kekerasan. Negara bertanggung jawab untuk menegakkan hukum, memberikan perlindungan sosial, dan mendidik masyarakat tentang hak-hak perempuan. Negara juga harus menciptakan sistem yang mendukung pendidikan moral dan agama yang mengajarkan penghormatan terhadap hak perempuan.

 Allah SWT berfirman:

 “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkan dengan adil.” (TQS. An-Nisa: 58)

 Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab negara dalam menjaga hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan dan anak, adalah bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi dengan adil.

 4. Pendidikan dan Kesadaran Moral

Pendidikan dalam Islam tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral dan agama. Dengan penanaman akidah yang kuat, seseorang akan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kehormatan diri dan orang lain. Ini akan mengurangi potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

5. Sistem pergaulan sosial 

Negara akan mengatur pergaulan masyarakat sesuai syariat Islam secara rinci, dan ini hanya bisa diterapkan secara komprehensif dalam sistem Islam, bukan sekularisme.

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,86,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,17,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,190,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,3,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,199,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,190,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,622,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,82,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,629,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Kerusakan Sistem Sosial, Buah dari Sekularisme
Kerusakan Sistem Sosial, Buah dari Sekularisme
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLkctr-XrRBr8yeu0LzjUJcsowWtI8TSujzrbK8v-1JNDZ9CKTqakDwI1nValLNbhb_h9OUKHzoMy8G00-cPhEkz0fBiTJiqPFIaojdq1h-eoh84vwwbEQ_8Go-UNQeGGA0vcVkUCklfMnLgpi7ek2DgWozYtv_qdbB9FayTwTqqbKlFqomWVPP2DS9UuE/s320/WhatsApp%20Image%202026-04-29%20at%2015.00.19.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLkctr-XrRBr8yeu0LzjUJcsowWtI8TSujzrbK8v-1JNDZ9CKTqakDwI1nValLNbhb_h9OUKHzoMy8G00-cPhEkz0fBiTJiqPFIaojdq1h-eoh84vwwbEQ_8Go-UNQeGGA0vcVkUCklfMnLgpi7ek2DgWozYtv_qdbB9FayTwTqqbKlFqomWVPP2DS9UuE/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-04-29%20at%2015.00.19.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/kerusakan-sistem-sosial-buah-dari.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/kerusakan-sistem-sosial-buah-dari.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content