Dharmasraya — Himpunan Mahasiswa Islam sukses menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan diskusi film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” di Tren Copi, Pulau Punjung, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme dengan dihadiri berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Dharmasraya serta puluhan mahasiswa lokal.
Agenda yang mengangkat isu kemanusiaan dan keadilan sosial itu menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi kalangan pemuda dan mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa yang masih terjadi hingga saat ini.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam, Nanda Arfalia Putra, mengatakan bahwa pemutaran film dokumenter tersebut sengaja dihadirkan sebagai pemantik diskusi agar mahasiswa memiliki kepekaan sosial terhadap realitas yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia.
Film “Pesta Babi” sendiri menggambarkan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan hutan adat dan tanah leluhur mereka dari ancaman proyek agroindustri berskala besar.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan gambaran nyata mengenai kondisi negara kita hari ini. Kita sudah merdeka, namun ironisnya masih ada saudara kita yang dijajah oleh bangsa sendiri,” ujar Nanda dalam sambutannya.
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memancing beragam tanggapan emosional dari peserta. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis mengenai persoalan hak masyarakat adat, lingkungan hidup, hingga peran gerakan mahasiswa dalam menyuarakan isu kemanusiaan.
Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Suhendri, menilai film dokumenter tersebut menjadi tamparan keras bagi para aktivis mahasiswa agar lebih peduli terhadap ketidakadilan yang terjadi di berbagai daerah.
“Film ini begitu penting bagi kita semua. Ini adalah tamparan keras bagi kita selaku aktivis atas kezaliman yang menimpa warga Papua Selatan, di mana tanah adat mereka dirampas demi kepentingan industri,” tegas Suhendri saat sesi diskusi.
Kegiatan positif yang diinisiasi kader hijau-hitam itu juga mendapat apresiasi dari kalangan alumni. Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Rifdal Fadli, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang mampu membangun daya kritis mahasiswa.
“Kami selaku alumni akan selalu memberikan dukungan penuh atas kegiatan adik-adik mahasiswa, selagi hal tersebut berdampak positif dan membangun daya kritis mereka,” tutur Rifdal.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antarorganisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kabupaten Dharmasraya dalam mengawal isu-isu kemanusiaan, lingkungan, serta keadilan sosial di Indonesia.
