Dari Kurs ke Dapur: Dampak Melemahnya Rupiah bagi Rakyat

 



Oleh Amelia Ayu Permatasari S S.Psi

Aktivis Dakwah

 

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Bagi pelaku pasar, angka kurs mungkin sekadar grafik yang bergerak naik-turun di layar monitor. Namun bagi masyarakat menengah-bawah, pelemahan rupiah bukan sekadar statistik ekonomi. Dampaknya terasa nyata hingga ke dapur rumah tangga: harga bahan pokok meningkat, biaya transportasi melonjak, dan kebutuhan hidup semakin sulit dijangkau.

Depresiasi rupiah terhadap dolar telah menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional. Ketergantungan pada bahan baku impor dan energi membuat pelemahan kurs cepat berimbas pada kenaikan biaya produksi. Dunia usaha menghadapi beban yang lebih tinggi, yang kemudian diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Akibatnya, daya beli masyarakat semakin tertekan.

Di tengah situasi ini, rakyat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Kebutuhan pokok yang terus naik tidak selalu diiringi peningkatan pendapatan. Banyak keluarga harus mengencangkan ikat pinggang demi bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian bahkan terjerat pinjaman online maupun utang konsumtif lainnya untuk menutup kekurangan biaya hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi bukan lagi sekadar isu makro, melainkan krisis yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ironisnya, di saat kesulitan itu dirasakan luas, pemerintah kerap memandang kondisi ekonomi masih dalam batas aman dan terkendali. Ukuran stabilitas sering bertumpu pada indikator makro seperti inflasi yang dianggap terjaga atau pertumbuhan ekonomi yang tetap bergerak positif. Padahal, realitas di lapangan tidak selalu sejalan dengan angka-angka tersebut. Stabilitas statistik belum tentu identik dengan rasa aman ekonomi di tingkat rumah tangga.

Pelemahan rupiah sendiri tidak terjadi dalam ruang hampa. Konstelasi politik internasional memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas pasar global. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik dan rivalitas negara besar seperti Amerika Serikat dan Iran, memicu ketidakpastian yang membuat arus modal bergerak ke aset yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS. Akibatnya, banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Namun, faktor eksternal tidak dapat dijadikan satu-satunya penjelasan. Persoalan menjadi lebih serius ketika pemerintah kurang peka terhadap realitas yang dialami masyarakat. Ketika tekanan ekonomi dipahami hanya sebagai gejolak pasar yang bersifat sementara, solusi yang diambil berpotensi tidak menyentuh akar masalah. Kebijakan yang bertumpu pada penarikan utang, liberalisasi ekonomi, atau pembiaran mekanisme pasar bekerja tanpa perlindungan memadai justru dapat memperbesar kerentanan ekonomi rakyat.

Pada akhirnya, masyarakat dipaksa menanggung sendiri beratnya kehidupan. Negara yang seharusnya hadir melindungi justru sering terlihat lebih sibuk menjaga kepercayaan pasar ketimbang memastikan daya tahan rakyat. Beban utang negara yang terus meningkat juga menghadirkan konsekuensi jangka panjang, baik melalui kewajiban pembayaran maupun ruang fiskal yang semakin sempit. Dalam kondisi seperti ini, rakyat tidak hanya menghadapi harga yang mahal, tetapi juga ketidakpastian masa depan.

Persoalan ini mengundang pertanyaan mendasar: apakah sistem ekonomi yang ada benar-benar dirancang untuk melindungi masyarakat dari gejolak ekonomi?

Dalam perspektif Islam, stabilitas ekonomi tidak dibiarkan bergantung sepenuhnya pada spekulasi pasar maupun dominasi mata uang asing. Taqiyuddin an-Nabhani dalam Nidzamul Iqtishadi fil Islam menjelaskan bahwa sistem ekonomi Islam menerapkan sistem uang berbasis emas dan perak yang memiliki nilai intrinsik dan lebih stabil dibanding mata uang fiat yang rentan fluktuasi dan tekanan politik global. Dengan sistem tersebut, nilai uang tidak mudah tergerus oleh permainan kurs maupun kebijakan moneter yang spekulatif.

Selain itu, Islam menetapkan mekanisme untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Larangan riba bertujuan mencegah ekonomi berbasis utang yang menindas. Negara juga wajib menjamin distribusi kekayaan agar tidak beredar pada kelompok tertentu saja, mengatur kepemilikan umum seperti sumber daya alam agar tidak dimonopoli, serta memastikan perdagangan luar negeri tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Lebih dari itu, Islam memandang kesejahteraan rakyat sebagai tanggung jawab langsung pemimpin. Rasulullah saw. bersabda, “Imam adalah ra'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.” Dalam riwayat lain, pemimpin juga digambarkan sebagai junnah—pelindung bagi rakyatnya. Konsep ini menegaskan bahwa negara tidak boleh sekadar menjadi regulator atau penonton pasar, tetapi harus hadir sebagai pelindung yang mencegah rakyat jatuh dalam kesengsaraan hidup.

Karena itu, pelemahan rupiah tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan kurs atau dinamika pasar global. Ia adalah cermin dari rapuhnya sistem ekonomi yang membuat rakyat mudah terpukul oleh gejolak eksternal. Ketika dampaknya telah sampai dari kurs ke dapur, maka ukuran keberhasilan ekonomi tidak cukup dinilai dari stabilitas angka, tetapi dari seberapa jauh masyarakat dapat hidup layak tanpa dihantui beban ekonomi yang terus membesar.

 

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,91,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,21,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,212,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,213,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,196,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,677,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,4,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,644,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Dari Kurs ke Dapur: Dampak Melemahnya Rupiah bagi Rakyat
Dari Kurs ke Dapur: Dampak Melemahnya Rupiah bagi Rakyat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP6IdZe0f0grrQkGYGgP93FxujW2h3hW4szBkdve_o1Pt51cI_YoJQMTey7Y0eFmLS86xCPalGMyUuW6w1icnDxjsW-g2vxkJTpKs6ZeU5ZFv2YKH2Q55BOg3uOBRZ_2noVDx_GuNo86SyuUaLFn23MCsYYOcWfmgyiv8r-ByhdGZmZuTYZx10UnjTh5iJ/s320/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2016.57.29.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP6IdZe0f0grrQkGYGgP93FxujW2h3hW4szBkdve_o1Pt51cI_YoJQMTey7Y0eFmLS86xCPalGMyUuW6w1icnDxjsW-g2vxkJTpKs6ZeU5ZFv2YKH2Q55BOg3uOBRZ_2noVDx_GuNo86SyuUaLFn23MCsYYOcWfmgyiv8r-ByhdGZmZuTYZx10UnjTh5iJ/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2016.57.29.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/dari-kurs-ke-dapur-dampak-melemahnya.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/dari-kurs-ke-dapur-dampak-melemahnya.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content