Narasi Beban Rakyat: Menakar Tanggung Jawab Negara di Tengah Incaran Dana Umat




Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T.

Pemerhati Remaja dan Isu Sosial


Lanskap ekonomi kita hari ini tengah dibayangi awan mendung. Di tengah tekanan fiskal yang kian menghimpit, melemahnya nilai tukar, hingga fenomena pemutusan hubungan kerja yang meluas, sebuah wacana baru muncul ke permukaan pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU). Target yang dipatok cukup ambisius, yakni mengonsolidasi potensi dana sosial keagamaan hingga Rp 1.000 triliun per tahun.

Secara retoris, gagasan ini dibalut dengan janji pengentasan kemiskinan. Namun, bagi nalar publik yang kritis, muncul sebuah pertanyaan eksistensial. Mengapa otoritas negara kian intens memalingkan wajah pada kantong-kantong rakyat untuk menambal kewajiban fundamentalnya?

Indonesia sejatinya adalah negeri dengan kemewahan sumber daya alam yang paripurna. Kita berdiri di atas cadangan nikel terbesar di dunia dan puluhan miliar ton batubara. Namun, sebuah paradoks nyata terjadi ketika kekayaan tersebut justru lebih banyak mengalir ke saku-saku korporasi melalui skema konsesi yang terlalu akomodatif terhadap pihak asing dan swasta.

Persoalan bangsa ini bukanlah keterbatasan potensi, melainkan distorsi dalam tata kelola. Rakyat seolah hanya menjadi penonton di tanah airnya sendiri, sementara hasil bumi yang seharusnya menjadi modal kesejahteraan bersama justru tergerus oleh praktik koruptif dan kebijakan yang bias kepentingan. Tanpa menyentuh dana zakat atau infak umat sekalipun, negara sejatinya mampu berdikari andai seluruh kekayaan publik dikelola dengan prinsip keadilan distributif.

Dalam diskursus kepemimpinan Islam, seorang penguasa adalah raa’in—seorang pengurus yang eksistensinya didedikasikan sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan seremonial, melainkan sebuah amanah berat yang menuntut kehadiran negara dalam menjamin pendidikan, kesehatan, dan kedaulatan pangan secara mandiri.

Sebuah langkah yang kurang bijak apabila negara justru mengalihkan beban kegagalan manajemen fiskal ke pundak rakyat melalui skema pemungutan dana baru. Kaum muslimin merindukan teladan Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., yang merasa berdosa secara pribadi jika ada rakyatnya yang merasa lapar. Baginya, setiap derita rakyat adalah hisab yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.

Agar bangsa ini tidak terus terjebak dalam siklus utang dan tekanan ekonomi sistemik, diperlukan reposisi kebijakan yang berakar pada nilai-nilai syariat

Sumber daya alam yang strategis (energi, tambang, dan air) harus dikembalikan fungsinya sebagai milik umum yang dikelola negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan dikomodifikasi oleh segelintir elite.

Beban APBN yang tersedot hingga ratusan triliun hanya untuk melayani bunga utang adalah bentuk inefisiensi yang sangat merugikan. Dana sebesar itu seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat.

Sebuah bangsa akan kuat jika para pengambil kebijakannya meneladani kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz. Efisiensi anggaran dimulai dari gaya hidup pejabat yang tidak berjarak dengan kondisi rakyatnya.

Penutup

Sesungguhnya, akar dari keresahan bangsa ini bukanlah kekurangan kapital, melainkan persoalan amanah dan regulasi yang dijalankan. Jika kekayaan negeri ini dikelola dengan transparansi dan kepatuhan pada syariat, maka ia akan lebih dari cukup untuk menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

Penguasa yang visioner tidak akan membebani rakyatnya, melainkan memudahkan urusan mereka. Mari kita renungkan doa tulus baginda Nabi ï·º, agar setiap pemimpin yang menyulitkan urusan umatnya mendapatkan ganjaran yang setimpal, dan mereka yang mempermudah urusan rakyat senantiasa diliputi rahmat-Nya.

Wallahu 'alam bi showab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,89,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,19,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,11,Jakarta Selatan,1,KAI,200,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,4,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,208,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,195,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,649,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,3,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,637,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Narasi Beban Rakyat: Menakar Tanggung Jawab Negara di Tengah Incaran Dana Umat
Narasi Beban Rakyat: Menakar Tanggung Jawab Negara di Tengah Incaran Dana Umat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1bLRb9QWkU3wEvX_stGlkgTo4hGeKsF19dAz7UX3DvC19mH1FMaDeDWr-snsKkwQHN8x7r5UEx_YM3NxY1yZIlapo7ZOnbgMA3iZ0VnjmRvlFBkLogAa087sKzl4VN3n-J0BnkySwMv_imgQlgaUNB_BPDu9iLOgSJL00U4KleFdvp_bpMtUVkI295xPL/s320/WhatsApp%20Image%202026-04-14%20at%2003.02.48.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1bLRb9QWkU3wEvX_stGlkgTo4hGeKsF19dAz7UX3DvC19mH1FMaDeDWr-snsKkwQHN8x7r5UEx_YM3NxY1yZIlapo7ZOnbgMA3iZ0VnjmRvlFBkLogAa087sKzl4VN3n-J0BnkySwMv_imgQlgaUNB_BPDu9iLOgSJL00U4KleFdvp_bpMtUVkI295xPL/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-04-14%20at%2003.02.48.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/04/narasi-beban-rakyat-menakar-tanggung.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/04/narasi-beban-rakyat-menakar-tanggung.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content