Oleh Lafifah
Aktivis Muslimah
Generasi muda adalah generasi harapan bangsa,
pada merekalah estafet peradaban diberikan. Apakah akan menjadi peradaban yang
lebih baik atau lebih buruk.
Pada faktanya, kehidupan generasi muda sekarang sedang tidak baik-baik saja. Kasus pengedar narkoba yang sedang marak saat ini, kebanyakan berasal dari generasi muda, bahkan usia mereka masih remaja.
Dua warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial SH (26) dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu, yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Sementara bandar alias pemasok barang haram tersebut masih diburu.
"Terduga pengedar SH tidak bekerja, dan KF yang masih berstatus pelajar," ucap Kasat Resnarkoba, AKP Jahyadi Sibawaih kepada detikBali, Rabu (2/4/2026).
Fakta yang terungkap bukan hanya terjadi di NTB saja, tetapi hampir di semua kota di Indonesia. Artinya, hal ini seolah sudah menjadi tren generasi muda saat ini, yang sudah tidak lagi peduli apakah barang yang dikonsumsi dan diedarkan halal atau haram, berbahaya atau tidak? Tetapi mereka hanya mengejar kebahagiaan semu. Yang pada akhirnya mereka kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang rakus akan materi, tanpa melihat masa depan. Generasi.
Bahkan yang lebih miris adalah banyaknya pelajar yang menjadi pengedar sabu (narkoba). Padahal pelajar seharusnya fokus pada pendidikan, mengejar cita-cita mulia, menjadi manusia yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Mengapa ini terjadi? semua tidak terlepas dari sistem aturan yang diterapkan saat ini, yakni kapitalisme yang menganut akidah sekuler (pemisahan agama dari kehidupan). Sistem ini menyebabkan dunia pendidikan tidak memiliki corak untuk mencetak generasi tangguh yang menanamkan akidah dan moral yang kuat. Akan tetapi justru sistem sekuler inilah yang menjauhkan mereka dari agama, tidak terjagany akal dan moral yang berakibat pada prilaku yang menyimpang dan membahayakan.
Lemahnya sistem pendidikan dan hukum yang ditetapkan negara juga menjadi faktor kejahatan seperti narkoba tidak pernah diberlakukan dengan tegas dan tuntas, bahkan semakin merajalela.
Berbeda dengan sistem Islam. Islam bukan hanya sebatas agama ritual, namun merupakan sistem aturan untuk mengatur seluruh aspek dalam kehidupan
Sistem pendidikan di dalam Islam mampu mencetak generasi emas di masanya. Menjadikan akidah Islam sebagai landasan dalam pendidikan, sehingga mampu membentuk generasi hebat, yakni sebagai hamba Allah yang salih, muslih dan berkepribadian Islam.
Bagian terpenting di dalam pendidikan generasi adalah peran keluarga yaitu orang tua. Orang tua memiliki kewajiban mendampingi anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai serta memberikan teladan yang baik.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi. Dengan cara saling menjaga pergaulan dan memberlakukan aktivitas “amar makruf nahi mungkar” Selain itu negara juga sangat berperan dalam memberlakukan sanksi tegas bagi pembuat, pengonsumsi, dan pengedar narkoba, sehingga ada efek jera. Hanya sistem Islam yang mampu mengatasi seluruh problematika umat manusia
Wallahualam bissawab.
